• Login
Bacaini.id
Sunday, April 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ritual Tedak Siten, Tradisi Jawa Membaca Jalan Hidup Anak Sejak Dini

Makna filosofi dan tahapan sakral Tedak Siten yang dipercaya menjadi simbol awal perjalanan hidup seorang anak dalam budaya Jawa

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
5 April 2026 11:46
Durasi baca: 3 menit
Prosesi ritual Tedak Siten dengan bayi berjalan di atas jadah tujuh warna dalam tradisi Jawa

Ritual Tedak Siten menjadi simbol awal perjalanan hidup anak dalam budaya Jawa yang sarat makna filosofis (foto/wikipedia)

Bacaini.ID, KEDIRI – Ritual Tedak Siten kembali menjadi sorotan publik setelah banyak diperbincangkan di media sosial. Tradisi khas Jawa ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarat makna filosofis tentang awal perjalanan hidup seorang anak saat mulai belajar berdiri dan berjalan.

Baca Juga:

  • 4 Ritual Minta Hujan Masyarakat Nusantara: Ada Darah dan Tarian
  • Sejarah Nyirih, Tradisi Kuno Nusantara yang Coba Dibunuh Kolonial Belanda

Salah satu ritual Jawa yang beberapa hari ini banyak diperbincangkan di media sosial adalah Tedak Siten yang dilakukan artis Erika Carlina untuk anak semata wayangnya, Andrew Raxy Neil, pada Jumat (3/4) lalu.

Tedak Siten menjadi pertanda seorang anak mulai belajar berdiri dan berjalan. Secara harfiah, Tedak Siten merupakan upacara ‘turun tanah’ bagi seorang anak. Ritual ini biasanya dilakukan ketika seorang anak berusia tujuh bulan dalam penanggalan Jawa.

Pada usia ini, anak mulai belajar berdiri dan melangkah yang secara simbolis menandai awal perjalanannya menapaki kehidupan di dunia.

Dalam kosmologi Jawa, tanah dianggap sebagai sumber kehidupan yang suci. Dengan menapakkan kaki ke tanah untuk pertama kalinya melalui ritual ini, anak diperkenalkan kepada alam semesta dan diingatkan bahwa ia kelak akan mengarungi kehidupan yang penuh tantangan sekaligus penuh berkah dari bumi.

Prosesi dan Simbolisme dalam Ritual Tedak Siten

Setiap eleman dalam Tedak Siten memiliki makna teologis dan moral. Berikut beberapa tahapan utama dalam ritual Tedak Siten:

Membersihkan Kaki

Anak dituntun menginjakkan kaki pertama ke tanah. Ini melambangkan langkah awal yang suci.

Meniti Jadah Tujuh Warna

Anak dituntun untuk melangkah di atas tujuh macam warna ketan atau jadah: merah, putih, hitam, kuning, biru, jingga dan ungu. Maknanya: Angka tujuh atau pitu dalam bahasa Jawa, dikaitkan dengan kata ‘pitulungan’ atau pertolongan.

Tujuh warna melambangkan perjalanan hidup manusia yang penuh pilihan, rintangan dan pengalaman. Tujuh warna juga dikaitkan dengan tujuh cakra dalam tubuh manusia.

Melangkahkan kaki dalam jadah tujuh warna melambangkan harapan agar anak mampu melewati setiap fase hidupnya dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.

Naik dan Turun Tangga Tebu Wulung

Dalam prosesi ini, anak dibimbing menaiki tangga yang terbuat dari tebu wulung atau tebu ungu. Tebu diakronimkan sebagai ‘antebing kalbu’, yang artinya ketetapan hati.

Prosesi ini melambangkan cita-cita yang tinggi, naik, dan perjalanan hidup yang diharapkan terus meningkat. Naik tangga tebu memiliki simbol tekad yang kuat dalam mengejar kesuksesan tanpa melupakan integritas diri.

Masuk Kurungan Ayam

Prosesi ini menjadi bagian paling ikonik dalam ritual Tedak Siten, masuk kurungan ayam. Di dalam kurungan, disiapkan berbagai benda: buku, uang, perhiasan, alat tulis, mainan. Benda-benda ini merupakan simbol dari profesi atau minat anak di masa depan.

Kurungan ayam melambangkan lingkungan masyarakat, etika yang melingkupi anak apapun minat yang akan dilakoni di masa depannya.

Menyebar Udhik-udhik

Orang tua menyebarkan udhik-udhik: campuran uang koin, beras kuning, dan bunga, kepada tamu undangan. Prosesi ini melambangkan konsep kedermawanan.

Ketika dewasa kelak, anak diharapkan memiliki sifat dermawan dan melakukan kewajiban sosialnya kepada masyarakat.

Mandi Air Sritaman

Anak dimandikan dengan air yang dicampur dengan bunga mawar, melati, dan kenanga kemudian dipakaikan baju baru yang bersih. Prosesi ini melambangkan harapan agar anak tumbuh membawa nama ‘harum’ bagi keluarga.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: ritual tedak siten
Via: tedak siten
Tags: budaya jawaTedak SitenTradisi Jawa
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

wanita dengan flek hitam di wajah

Kulit Wajah Jelek Karena Flek Hitam? Ini Solusi Alami yang Aman dan Efektif

Prosesi ritual Tedak Siten dengan bayi berjalan di atas jadah tujuh warna dalam tradisi Jawa

Ritual Tedak Siten, Tradisi Jawa Membaca Jalan Hidup Anak Sejak Dini

Hari Tri Wasono

Ketika Suara Itu Pergi, Apa yang Ikut Hilang?

  • Wawali Blitar Elim Tyu Samba tidak hadir di upacara Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    Ada Apa dengan Wawali Blitar Elim Tyu Samba? Absen di Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim di Bursa Ketua DPC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terguling di Tol Jombang, Bus Restu Angkut 35 Penumpang, Evakuasi Korban Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In