Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Pembangunan Tol Kediri – Tulungagung akan berdampak pada ribuan warga Tulungagung. Pasalnya, luasan lahan yang akan digunakan mencapai 3.832.737,83 meter persegi dengan anggaran pembebasan lahan senilai Rp2,7 Triliun
Ketua Tim Pengadaan Tanah PUPT Tol Kediri – Tulungagung, Zulfa Wardi mengatakan total luas lahan pengadaan jalan tol itu meliputi wilayah Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung.
“Dalam data Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) Tol Kediri-Tulungagung, kami sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2,7 Triliun untuk pembebasan lahan yang terdampak,” kata Zulfa kepada Bacaini.id, Sabtu, 29 Oktober 2022.
Zulfa menjelaskan, untuk tanah warga yang terdampak pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung bisa diajukan dengan bukti akta jual beli, waris, letter C, hingga surat keterangan Kepala Desa setempat.
Terkait tanah warga yang belum tersertifikasi, pihaknya berencana akan mengusulkan sertifikasi tanah gratis ke BPN yang bisa melalui program PTSL. Sementara jika ada tanah yang hanya sebagian terdampak jalan tol, maka bagian tanah yang terdampak akan dibeli oleh Kementerian PUPR.
“Dengan catatan di bawah 100 meter persegi dan melihat kondisi lahan. Apabila luasan lebih dari 100 meter persegi dan tidak bisa dimanfaatkan bisa diajukan untuk pembebasan lahan,” paparnya.
Untuk penetapan lokasi (penlok) jalan Tol Kediri – Tulungagung, Zulfa mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada warga terkait rencana pembangunan jalan tol dan juga konsultasi publik. Menurutnya, persyaratan ini memang harus dilakukan sebelum penetapan lokasi
“Hal ini juga bertujuan agar masyarakat dapat menerima rencana pembangunan. Apabila nanti ada warga yang menolak, maka kami akan melakukan konsultasi publik kembali,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Karangrejo, Eko Heri Susanto menambahkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan data lahan warga yang terdampak pembangunan jalan Tol Kediri – Tulungagung. Luasan lahan untuk jalan tol di Tulungagung mencapai 1.072.428.78 meter persegi.
“Setidaknya ada sekitar 1.000 warga yang terdampak pembangunan jalan tol di Tulungagung. Ada 700 warga dari Kecamatan Karangrejo dengan luasan lahan mencapai 689.176.86 meter persegi,” imbuhnya.
Eko merinci, setidaknya ada tujuh desa di Kecamatan Karangrejo yang rencananya terkena pembangunan jalan Tol Kediri – Tulungagung.
- Desa Tulungrejo dengan luasan 150.301.45 meter persegi
- Desa Punjul mencapai 131.033.11 meter persegi
- Desa Sukodono mencapai 66.710.7 meter persegi
- Desa Gedangan mencapai 61.226.49 meter persegi
- Desa Sukowidodo mencapai 86.609.99 meter persegi
- Desa Sembon dengan luasan 33.263.7 meter persegi
- Desa Bungur mencapai 45.854.2 meter persegi.
“Satu lagi di sekitar Masjid Seribu Kubah, Karangrejo juga akan digunakan untuk fly over. Data lahan yang terdampak jalan tol ini juga sudah disampaikan kepada warga,” terangnya.
Dari sumber data yang sama, lahan yang terdampak pembangunan jalan Tol Kediri – Tulungagung juga ada di Desa Simo, Kecamatan Kedungwaru dengan luasan 15.366.2 meter persegi. Kemudian di Kecamatan Kauman ada di Desa Panggungrejo dengan luasan 45.780.8 meter persegi dan Desa Batangsaren dengan luasan 148.590.48 meter persegi.
Selanjutnya di Kelurahan Panggungrejo dengan luasan 158.664.8 meter persegi serta Kelurahan Kutoanyar mencapai 3.646.31 meter persegi. Dua wilayah tersebut berada di Kecamatan Tulungagung.
Penulis: Setiawan
Editor: Novira