Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar merespon baik pemanfaatan bangunan bersejarah itu. Meski sempat menuai konflik, toh menurut Abu Bakar hasilnya cukup bagus. Terlihat, bangunan utama dari ODCB itu memang tidak berubah kecuali cat putih yang membuatnya tampak lebih bersih.
“Senang sekali karena dipakai, kalau dulu kan nggak pernah dipakai. Saya hanya pernah menggunakan ketika itu acara kebudayaan di situ. Nah sekarang kan dipakai itu saya kira jauh lebih baik. Walaupun kemarin ada konflik, masalah kayunya atau apa itu, tapi ternyata direspon cukup bagus dan Alhamdulillah hasilnya juga bagus sekali,” kata Abu Bakar, Kamis, 15 Juni 2023.
Meski demikian, menurut Abu Bakar, hal ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota Kediri untuk benar-benar serius menjaga bangunan ODCB di Kota Kediri. “Ini juga jadi warning bagi Pemerintah Kota Kediri untuk segera menetapkan mana gedung-gedung heritage itu,” ujar Abu Bakar.
Sehingga, lanjutnya, kalau sudah ditetapkan sebagai gedung heritage, pemerintah juga harus membantu membiayai, terkait perawatannya atau apa pun itu.
“Karena mempertahankan gedung heritage itu tidak sama dengan membangun tapi biayanya juga gede. Karena sudah bocor, gentengnya sudah lapuk, kayunya juga sudah lapuk. Nanti lah akan dibahas Dinas Pariwisata (Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga) bagaimana cara mempertahankan,” jelasnya.
Selain itu, menurut Abu Bakar, hal itu juga perlu dipikirkan terkait bagaimana pemanfaatannya sebagai objek wisata. “Paling penting menjadikan itu sebagai destinasi wisata, tidak hanya dilihat saja tapi juga bisa diceritakan sebagai City Tour,” imbuhnya.
Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira