• Login
  • Register
Bacaini.id
Wednesday, January 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Relawan Covid-19 Diprioritaskan Jadi Karyawan RS Kilisuci

ditulis oleh redaksi
23 September 2020 09:13
Durasi baca: 2 menit
Gawat, Penyebaran Covid-19 Kota Kediri Naik Lagi

Ilustrasi petugas kesehatanmemakai masker. Foto:unsplash

KEDIRI – Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kota Kediri dr. Fauzan Adima menyangkal kabar pengangkatan relawan Covid-19 menjadi pegawai. Masa kerja mereka sebagai relawan akan habis pada akhir September 2020 ini.

Fauzan Adima mengatakan para relawan Covid-19 yang akan segera mengakhiri masa kontrak mereka akhir September 2020 ini tidak akan diangkat menjadi pegawai Rumah Sakit Kilisuci Kediri. Kontrak kerja mereka hanya berlaku untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Relawan tidak mungkin diangkat (menjadi pegawai), karena SK mereka relawan. Kalau diangkat karyawan RSUD harus melalui mekanisme yang ada, mulai penggajian dan sebagainya,” kata Fauzan Adima kepada Bacaini, Rabu 23 September 2020.

Namun jika dalam pengembangan Rumah Sakit Kilisuci ke depan membutuhkan tenaga kerja, para relawan ini akan mendapat prioritas. Sesuai rencana pembangunan Kota Kediri, Rumah Sakit Kilisuci yang saat ini menjadi tempat penanganan pasien Covid-19 akan dikembangkan menjadi rumah sakit umum.

“Kalau prioritas bisa, karena kami mendapatkan kualitas SDM (yang memenuhi) salah satu kriteria, yakni berpengalaman. Tapi tetap punya mekanisme,” tegas Fauzan.

Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri ini menambahkan bahwa proses pengajuan izin pendirian RS Kilisuci sudah terbit pada Januari 2020 lalu. Saat ini manajemen tengah mengurus izin operasional yang masih belum memenuhi syarat.

Menurut Fauzan, ada enam usulan nama rumah sakit Gambiran lama itu yang diajukan ke walikota. Diantaranya adalah RSUD Gambiran I, RS Sekartaji, dan RS Kilisuci. Usulan itu diajukan oleh Dinas Kesehatan kepada Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada kepala daerah.

“Sesuai Permenkes Nomor 3 Tahun 2020, bahwa nama sebuah rumah sakit tidak boleh mencantumkan kata internasional, the best, dan nama orang yang masih hidup. Itu sudah terpenuhi,” kata Fauzan.

Sementara itu keberadaan para relawan Covid-19 di RS Kilisuci mulai mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri. Sekretaris Fraksi Demokrat, Ashari mempertanyakan peran para relawan yang terdiri dari dokter, perawat, dan apoteker itu. “Mereka ini ditempatkan di RS Kilisuci untuk merawat pasien isolasi tanpa gejala. Sementara yang sakit keras tetap dirawat di Gambiran. Kerja mereka kan hanya nungguin orang sehat,” kata Ashari.

Padahal honor mereka selama masa kontrak cukup tinggi. Karena itu Ashari meminta agar Satgas Covid-19 mengevaluasi fungsi dan kinerja mereka agar sesuai dengan biaya yang dikeluarkan negara. Ashari juga mengingatkan pemerintah untuk tidak berlaku curang dalam rencana pengangkatan mereka menjadi pegawai rumah sakit Kilisuci jika kelak dibutuhkan. (BS)

Berikut daftar spesifikasi relawan Covid-19 yang ditempatkan di RS Kilisuci:

  • Dokter Spesialis Paru, gaji Rp 10 juta per bulan (1 orang)
  • Dokter Spesialis Radiologi, gaji Rp 10 juta per bulan (1 orang)
  • Dokter Umum, gaji Rp 7 juta per bulan (6 orang)
  • Apoteker, gaji Rp 6 juta per bulan (2 orang)
  • Perawat, gaji Rp 5 juta per bulan (48 orang)
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: relawan covid-19RS Kilisuci KediriRSUD Gambiran kota kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

kecanduan drakor dan dracin

Kecanduan Drakor dan Dracin Bisa Menurunkan Fungsi Kognitif

memasak lodho ayam

Cara Memasak Ayam Lodho yang Bikin Nagih

Gelontorkan Rp 58,5 Miliar, Proyek Stadion Kediri Bisa Jadi Boomerang

Gelontorkan Rp 58,5 Miliar, Proyek Stadion Kediri Bisa Jadi Boomerang

  • patung macan kediri

    Patung Macan Kediri Viral, Untung Tidak Tahun 2024, Bisa Ditunggangi Mas Dhito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Model Gamis Rompi Lepas Jadi Tren Baju Lebaran 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Panji Pragiwaksono, Pelopor Stand Up Comedy Indonesia Adalah Iwel Sastra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist