• Login
Bacaini.id
Monday, May 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Relawan Covid-19 Diprioritaskan Jadi Karyawan RS Kilisuci

ditulis oleh
23 September 2020 09:13
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi petugas kesehatanmemakai masker. Foto:unsplash

Ilustrasi petugas kesehatanmemakai masker. Foto:unsplash

KEDIRI – Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kota Kediri dr. Fauzan Adima menyangkal kabar pengangkatan relawan Covid-19 menjadi pegawai. Masa kerja mereka sebagai relawan akan habis pada akhir September 2020 ini.

Fauzan Adima mengatakan para relawan Covid-19 yang akan segera mengakhiri masa kontrak mereka akhir September 2020 ini tidak akan diangkat menjadi pegawai Rumah Sakit Kilisuci Kediri. Kontrak kerja mereka hanya berlaku untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Relawan tidak mungkin diangkat (menjadi pegawai), karena SK mereka relawan. Kalau diangkat karyawan RSUD harus melalui mekanisme yang ada, mulai penggajian dan sebagainya,” kata Fauzan Adima kepada Bacaini, Rabu 23 September 2020.

Namun jika dalam pengembangan Rumah Sakit Kilisuci ke depan membutuhkan tenaga kerja, para relawan ini akan mendapat prioritas. Sesuai rencana pembangunan Kota Kediri, Rumah Sakit Kilisuci yang saat ini menjadi tempat penanganan pasien Covid-19 akan dikembangkan menjadi rumah sakit umum.

“Kalau prioritas bisa, karena kami mendapatkan kualitas SDM (yang memenuhi) salah satu kriteria, yakni berpengalaman. Tapi tetap punya mekanisme,” tegas Fauzan.

Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri ini menambahkan bahwa proses pengajuan izin pendirian RS Kilisuci sudah terbit pada Januari 2020 lalu. Saat ini manajemen tengah mengurus izin operasional yang masih belum memenuhi syarat.

Menurut Fauzan, ada enam usulan nama rumah sakit Gambiran lama itu yang diajukan ke walikota. Diantaranya adalah RSUD Gambiran I, RS Sekartaji, dan RS Kilisuci. Usulan itu diajukan oleh Dinas Kesehatan kepada Sekretaris Daerah untuk diajukan kepada kepala daerah.

“Sesuai Permenkes Nomor 3 Tahun 2020, bahwa nama sebuah rumah sakit tidak boleh mencantumkan kata internasional, the best, dan nama orang yang masih hidup. Itu sudah terpenuhi,” kata Fauzan.

Sementara itu keberadaan para relawan Covid-19 di RS Kilisuci mulai mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri. Sekretaris Fraksi Demokrat, Ashari mempertanyakan peran para relawan yang terdiri dari dokter, perawat, dan apoteker itu. “Mereka ini ditempatkan di RS Kilisuci untuk merawat pasien isolasi tanpa gejala. Sementara yang sakit keras tetap dirawat di Gambiran. Kerja mereka kan hanya nungguin orang sehat,” kata Ashari.

Padahal honor mereka selama masa kontrak cukup tinggi. Karena itu Ashari meminta agar Satgas Covid-19 mengevaluasi fungsi dan kinerja mereka agar sesuai dengan biaya yang dikeluarkan negara. Ashari juga mengingatkan pemerintah untuk tidak berlaku curang dalam rencana pengangkatan mereka menjadi pegawai rumah sakit Kilisuci jika kelak dibutuhkan. (BS)

Berikut daftar spesifikasi relawan Covid-19 yang ditempatkan di RS Kilisuci:

  • Dokter Spesialis Paru, gaji Rp 10 juta per bulan (1 orang)
  • Dokter Spesialis Radiologi, gaji Rp 10 juta per bulan (1 orang)
  • Dokter Umum, gaji Rp 7 juta per bulan (6 orang)
  • Apoteker, gaji Rp 6 juta per bulan (2 orang)
  • Perawat, gaji Rp 5 juta per bulan (48 orang)
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: relawan covid-19RS Kilisuci KediriRSUD Gambiran kota kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi teror pocong viral di Jawa Timur yang mengingatkan pada kasus ninja dan kolor ijo

Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

Ilustrasi teror pocong. Foto: bacaini by AI

Teror Pocong, Hoaks yang Menjadi Modus Kriminal

Kepiting berjalan menyamping di pasir pantai sebagai hasil evolusi sejak Periode Jura Awal

Terjawab Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In