• Login
Bacaini.id
Monday, February 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Rekam Jejak Kediri yang Pernah Menjadi Basis Suara Terbesar PKI

ditulis oleh Editor
28 September 2023 11:13
Durasi baca: 3 menit
pki ucapkan selamat natal

PKI juga mengucapkan selamat Natal(foto/ilustrasi)

Bacaini.id, KEDIRI – Partai Komunis Indonesia (PKI) di wilayah Karesidenan Kediri dalam sejarahnya pernah memiliki konstituen terbesar. Hal itu yang membuat suhu politik di Kediri jelang peristiwa G30S PKI atau Gerakan 30 September 1965, terus memanas.

Pada Pemilu 1955 perolehan suara PKI di Kediri berhasil mengungguli suara yang diraup PNI, NU, Masyumi dan PSI (Partai Sosialis Indonesia).

Dilansir dari catatan peneliti asing Herbert Feith dalam Pemilihan Umum 1955 di Indonesia (1999), perolehan suara PKI di wilayah Karesidenan Kediri mencapai 457.000 suara.

Tepat di bawah PKI, PNI meraup dukungan sebanyak 455.000 suara dan NU sebanyak 366.000 suara. Sedangkan Masyumi menduduki urutan ke empat dengan perolehan 155.000 suara.  

Keberhasilan PKI merebut hati rakyat, khususnya di wilayah Kediri tidak lepas dari branding semboyan partai yang didengungkan jurkam partai selama berlangsungnya kampanye Pemilu 1955.

Kepada rival-rival politiknya, PKI melakukan muslihat politik pengkotak-kotakan. PKI menyebut PNI sebagai partai priyayi, yakni karena sebagian besar konstituen PNI adalah para pegawai birokrat.

Kemudian melabeli NU dan Masyumi sebagai partai santri, yaitu dengan dalih banyak tokoh-tokohnya yang berlatar belakang ulama, kiai pengasuh pondok pesantren, terutama NU.

Sementara PKI menyebut diri sebagai partai rakyat. “PNI partai priyayi, Masyumi dan NU partai santri, tetapi PKI partai rakyat,” demikian dikutip dari buku Pemilihan Umum 1955 di Indonesia.

Dengan perolehan suara pemilu yang terbesar, PKI di Kediri lebih leluasa sekaligus lebih berani melakukan manuver politik, yakni terutama dalam melaksanakan kebijakan politik landreform.

Jelang peristiwa G30S PKI, aksi sepihak merebut tanah oleh orang-orang BTI dan Pemuda Rakyat di Kediri terjadi di mana-mana. Suhu politik di Kediri pun sontak meninggi.

Gesekan antara massa PKI dengan massa Ansor NU Kediri, tidak terelakkan. Sebab tidak sedikit tanah yang diklaim sepihak oleh orang-orang PKI merupakan tanah milik para kiai. Banyak tanah di Kediri milik pengurus NU, PNI dan Masyumi.

Dilansir dari buku Benturan NU-PKI 1948-1965 (2013), besarnya nyali orang-orang BTI dan Pemuda Rakyat melancarkan aksi sepihak dipengaruhi adanya tokoh PKI yang berada di kementerian.

“Semangat PKI BTI dalam melakukan landreform ini semakin berkobar setelah salah seorang pimpinan PKI yaitu Njoto diangkat sebagai Menteri Urusan Landreform”.

Pertarungan terbuka antara orang-orang PKI dengan Ansor NU Kediri jelang peristiwa G30S PKI, didengar oleh pemerintah pusat. Perlawanan orang-orang Ansor NU terhadap aksi sepihak orang-orang PKI di Kediri dilaporkan DN Aidit ke Presiden Soekarno.

Ansor NU Kediri dituding Aidit telah menghalangi pelaksanaan program pusat (landreform). Di hadapan Bung Karno yang menanyakan persoalan di Kediri, Ketua PBNU KH Idham Chalid menjelaskan semuanya.

Sebagai pimpinan NU, ia memperlihatkan sikap tegasnya. Sampai kapan pun Ansor NU bersama rakyat akan mempertahankan haknya yang coba direbut orang-orang PKI. Kiai Idham Chalid juga menegaskan tidak akan menghalangi langkah Ansor NU Kediri.

“Kalau Ansor ditampar oleh BTI maka haram hukumnya bagi saya untuk melarang membalasnya,” tegas Kiai Idham Chalid.

Demikian situasi politik di Kediri menjelang meletusnya peristiwa G30S PKI. Yakni sebuah wilayah eks karesidenan di Jawa Timur yang pada Pemilu 1955 pernah menjadi kantong suara terbesar PKI. Pada 12 Maret 1966, PKI resmi dibubarkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Ansor NUbung karnoDN AiditG30S/PKIlandreformPBNUPKIPresiden Soekarnorekam jejak
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pra‑Musim MotoGP 2026 Resmi Dimulai, Semua Gaspol Mulai Februari!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In