• Login
Bacaini.id
Tuesday, January 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Racun Jadi Senjata Paling Mematikan 5 Hewan ini

ditulis oleh Editor
30 July 2025 16:16
Durasi baca: 3 menit
Tampak 5 hewan yang memiliki racun paling mematikan (foto/wikipedia)

Tampak 5 hewan yang memiliki racun paling mematikan (foto/wikipedia)

Bacaini.ID, KEDIRI – Racun atau bisa menjadi senjata atau salah satu alat hewan untuk mempertahankan diri.

Di Indonesia, ular king kobra dianggap sebagai hewan dengan racun paling mematikan.

Namun sebenarnya, ada banyak hewan lain yang memiliki racun lebih mematikan.

Berikut daftar hewan paling beracun di planet Bumi versi Explaining The Universe:

Ubur-ubur Kotak

Siapa sangka ubur-ubur merupakan binatang paling beracun di dunia.

Ubur-ubur kotak merupakan jenis ubur-ubur berbentuk seperti kubus dengan sengatan sangat berbisa.

Beberapa spesies, terutama Chironex fleckeri, sangat berbahaya. Sengatannya dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit.

Ubur-ubur kotak ditemukan di perairan tropis, termasuk di sekitar Australia dan wilayah Asia Tenggara, seperti Indonesia.

Ular Inland Taipan

Bukan king kobra, ular paling berbahaya bisanya adalah inland taipan.

Inland taipan (Oxyuranus microlepidotus) merupakan spesies Taipan berbisa tinggi yang endemik di daerah semi-gersang di pedalaman Australia.

Etnis Aborigin Australia di wilayah yang sama menamakan ular ini Dandarabilla.

Inland taipan adalah ular berbisa yang paling mematikan nomor satu di dunia.

Para peneliti mengatakan, satu tetes bisa ular inland taipan dapat membunuh 100 laki-laki dewasa dalam 45 menit.

Gurita Cincin Biru

Gurita cincin biru terbagi dalam empat spesies. Kelompok ini dapat ditemukan di genangan kecil di pantai dan terumbu karang di Samudra Pasifik dan Hindia, mulai dari Jepang hingga Australia.

Nama ‘cincin biru’ diberikan karena terdapat totol-totol mirip cincin berwarna biru pada sekujur tubuhnya.

Gurita cincin biru merupakan salah satu hewan laut paling beracun di dunia.

Satu gigitan gurita cincin biru dapat membunuh lebih dari 26 laki-laki dewasa, dan tidak ada penawar racunnya.

Ubur-ubur Irukandji

Ubur-ubur Irukandji adalah ubur-ubur kecil dan sangat berbisa yang menghuni perairan laut Australia.

Irukandji mampu menembakkan sengatan pada korbannya, menyebabkan gejala yang dikenal sebagai sindrom Irukandji.

Sengatan Irukandji dapat menyebabkan pendarahan otak pada manusia. Ubur-ubur ini berukuran kira-kira satu sentimeter kubik.

Siput Kerucut

Siput kerucut merupakan siput laut yang sangat berbisa dari keluarga Conidae.

Fosil siput kerucut telah ditemukan dari zaman Eosen hingga Holosen.

Spesies siput kerucut memiliki cangkang yang berbentuk kerucut secara kasar.

Banyak spesies memiliki pola warna-warni pada permukaan cangkangnya.

Terdapat sekitar 30 catatan kematian manusia akibat siput kerucut. Korban manusia hanya merasakan sedikit rasa sakit, karena bisanya mengandung komponen analgesik.

Beberapa spesies dilaporkan dapat membunuh manusia dalam waktu kurang dari lima menit. Kerap juga disebut ‘siput rokok’.

Karena konon seseorang hanya punya waktu untuk menghisap sebatang rokok sebelum mati.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: hewan beracunracunracun hewanracun mematikan
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Patukan Ular Weling yang Mematikan, Hati-hati yang Suka di Sungai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

Ilustrasi GERD atau penyakit asam lambung yang viral dikaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah

GERD Bisa Mematikan? Polemik Kematian Lula Lahfah dan Fakta yang Terungkap

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In