Bacaini.ID, KEDIRI – Kabar duka datang dari keluarga politikus senior Partai Golkar, Akbar Tandjung, setelah putrinya, Karmia Krissanty Tandjung Nasution, meninggal dunia pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 08.58 WIB.
Karmia wafat setelah berjuang melawan kanker payudara, sebuah penyakit yang ia hadapi sejak setelah melahirkan anak keduanya. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka Lebak Bulus dan dimakamkan pada hari yang sama di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Profil Karmia Krissanty Tandjung Nasution
Tidak seperti banyak anak pejabat yang meneruskan jejak orang tuanya, Karmia memilih jalur karier yang sepenuhnya berbeda dengan dunia politik. Setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari University of Oregon pada 2008, ia terjun ke sektor keuangan dan investasi, sebuah bidang yang jauh dari gemerlap dan intrik politik yang membesarkan nama ayahnya.
Ia memulai karier di Helios Capital dan kemudian menempati posisi strategis di Mandiri Sekuritas, Deutsche Bank Indonesia, Deutsche Sekuritas Indonesia, hingga akhirnya menjabat sebagai Managing Director di Marison Nauli Ventura.
Meski menjadi putri seorang tokoh nasional, Karmia hidup relatif privat. Ia jarang tampil dalam kegiatan politik, tidak menunggangi nama besar ayahnya, dan lebih banyak menekankan profesionalitas serta pencapaian pribadinya. Pilihan ini membuatnya dikenal di lingkungan kerja sebagai sosok yang meniti karier berdasarkan kemampuan, bukan garis keturunan.
Dalam kehidupan pribadi, Karmia menikah dengan Akbar Nasution, seorang mantan atlet renang nasional, dan dikaruniai dua anak: Inaya Abriana Nasution dan Raga Hakabara Nasution.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia lebih sering membagikan momen kebersamaan keluarga dibanding kehidupan publik, mempertegas pilihannya untuk hidup sederhana dan jauh dari panggung politik.
Perjuangan Panjang Melawan Kanker
Karmia menjalani perawatan intensif, termasuk di Singapura, setelah didiagnosis kanker payudara. Dalam unggahan 2025, ia sempat mengungkapkan bahwa penyakit itu muncul tidak lama setelah kelahiran anak keduanya. Keluarga, kerabat, dan kolega mengenangnya sebagai perempuan tangguh yang tetap bekerja, mengurus anak, dan menjalani pengobatan secara konsisten di tengah kondisi yang tidak mudah.
Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, yang beberapa kali bertemu keluarga Akbar di rumah sakit selama masa pengobatan, menyebut Karmia sebagai pribadi kuat yang berjuang “hingga titik terakhir.”
Penulis: Hari Tri Wasono





