• Login
Bacaini.id
Monday, June 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Polisi Pastikan Suyani Bunuh Diri, Bagaimana Dengan Kedua Anaknya

ditulis oleh
30 January 2021 16:27
Durasi baca: 3 menit
Jasad Suyani dievakuasi dari rumahnya di Dusun Sumbertuk, Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, menuju RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar (Foto : Bacaini.id/Hasan)

Jasad Suyani dievakuasi dari rumahnya di Dusun Sumbertuk, Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, menuju RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar (Foto : Bacaini.id/Hasan)

BLITAR – Polisi memastikan Suyani, petani berusia 66 tahun warga Desa Sumbertuk, Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tewas karena gantung diri. Lantas bagaimana dengan kedua anaknya yang ditemukan juga dalam keadaan tewas di ruangan lain di rumah mereka?

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, Polisi hingga kini masih mendalami terkait kematian kedua anak dari Suyani. “Kami masih harus memperdalam lagi dengan olah TKP dan hasil penelitian sejumlah barang bukti yang telah dikirim ke labfor Polda Jawa Timur,” jelasnya, Sabtu, 30 Januari 2021.

Dari hasil otopsi yang dilakukan di RSUD Mardi Waluyo, Blitar, penyebab kematian kedua korban malang itu secara medis sama, yaitu akibat tekanan benda tumpul pada bagian leher yang mengakibatkan tersumbatnya pasokan oksigen dan darah. “Jadi kedua korban mati lemas karena kekurangan oksigen,” ujar Leo.

baca ini : Bapak Gantung Diri, 2 Anaknya Tewas di Blitar

Leo menambahkan, dari pengamatan visual pada jasad Nada, ditemukan luka pada bagian leher serta resapan darah pada kulit leher. “Dari analisa hasil otopsi, luka itu terjadi sebelum korban N tewas,” jelasnya.

Pengamatan visual pada jasad Samuel, tambah Leo, menunjukkan adanya bekas luka lecet akibat tekanan yang polanya tidak beraturan. Selain itu, juga terdapat busa halus kemerahan keluar dari lubang hidung dan mulut jasad Samuel.

“Apakah ini (luka pada leher keduanya) akibat ditekan dengan benda tumpul atau dicekik, itu nanti akan diperdalam lagi ditambah dengan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Leo, sembari menambahkan bahwa luka itu terjadi sebelum keduanya tewas.

Muncul pertanyaan, apakah Nada dan Samuel dibunuh, siapa pelakunya jika Nada dan Samuel benar dibunuh? “Analisa dibunuh menjadi bagian dari pertimbangan kami. Tentu polisi bekerja berdasarkan fakta hukum termasuk hasil pemeriksaan medis,” terangnya.

Polisi bahkan belum bisa menyimpulkan apakah Nada dan Samuel tewas lebih dulu sebelum Suyani.

Leo mengatakan, sejumlah barang bukti yang diambil dari tempat kejadian telah dikirim ke laboratorium forensik Polda Jawa Timur di Surabaya.

“Hasil otopsi dan keterangan para saksi akan kita validasi kembali dengan hasil uji labfor atas barang bukti seperti boneka, kaos kaki yang dipakai Suyani, dan lain-lain,” ujarnya. “Itu akan kita periksa. Akan kita cek apakah ada bekas darah di sana, darah siapa dan sebagainya.” katanya.

baca ini : Perampok Sial, Bunuh Korban Ternyata Dapat Perhiasan Palsu

Untuk diketahui, Suyani tinggal bertiga di rumahnya bersama Nada dan Samuel. Istri Suyani sudah lama meninggal dunia yaitu ketika Samuel masih berusia sekitar 1 tahun. Keluarga itu hidup dengan kondisi ekonomi yang tidak mudah. Ladang yang digarap Suyani memberikan hasil yang tidak seberapa. Kebutuhan keluarga itu lebih banyak ditopang oleh Henok (30 tahun), kakak Nada yang bekerja di Timor Leste. Nada sendiri sebenarnya pernah ikut bekerja mencari nafkah namun berhenti sejak beberapa bulan lalu.

Tetangga dan kerabat dekat Suyani mengungkap kondisi kesehatan Suyani sejak beberapa waktu. Petani yang dikenal pendiam itu pernah menolak untuk menjalani rawat inap saat berobat ke klinik atau puskesmas beberapa bulan lalu. Di rumah Suyani, polisi juga menemukan ‘pempers’ orang dewasa. Diduga pempers itu biasa digunakan Suyani.

Seperti diberitakan sebelumnya Suyani dan kedua anaknya ditemukan tewas di rumahnya yang ada di Dusun Sumbertuk, Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan pada Jumat, 29 Januari 2021. Jasad Suyani ditemukan menggantung di salah satu kamar dan kedua anaknya juga ditemukan meninggal di kamar lain.

Penulis : Hasan
Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Berita Blitarkabar blitarsatu Keluarga Di Blitar Ditemukan TewasSuyani
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Presiden Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Fase Terbaik

Ratusan pohon pepaya milik petani Perhutanan Sosial di Desa Jingglong Blitar dirusak orang tak dikenal

Perusakan Tanaman Petani Perhutanan Sosial di Blitar, Pelakunya OTK

Mantan Pejabat Senior CIA Diduga Curi 303 Emas Batangan Senilai Rp714 Miliar

  • Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

    KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Orang Terkatung di Perairan Trenggalek Usai KM Natasya 01 Tabrak Karang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terseret Sungai Brantas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Lebaran Berpotensi Beda dengan Muhammadiyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Internasional

Presiden Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Fase Terbaik

Ratusan pohon pepaya milik petani Perhutanan Sosial di Desa Jingglong Blitar dirusak orang tak dikenal
Baca

Perusakan Tanaman Petani Perhutanan Sosial di Blitar, Pelakunya OTK

Internasional

Mantan Pejabat Senior CIA Diduga Curi 303 Emas Batangan Senilai Rp714 Miliar

Ilustrasi seseorang mengalami sakit kepala karena tidak minum kopi akibat gejala putus kafein
BacaGaya

Kenapa Kepala Pusing Saat Tak Minum Kopi? Studi Terbaru Temukan Penyebabnya

Elang Jawa di habitat hutan alami Pulau Jawa yang menjadi inspirasi lambang Garuda Pancasila
Baca

Hari Lahir Pancasila 2026: Elang Jawa, Inspirasi Garuda Pancasila yang Terancam Punah

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit
Historia

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In