Poin Penting:
- PFI mendesak Basarnas membuka kembali operasi SAR untuk mencari lima jurnalis foto yang hilang kontak di Selat Sunda.
- Jasad ABK Surakman ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, dan disebut identik dengan salah satu kru Arupadhatu I.
- PFI menilai penemuan jasad menjadi petunjuk baru untuk melacak keberadaan kapal dan korban lainnya.
Bacaini.ID, JAKARTA – Pewarta Foto Indonesia (PFI) mendesak Basarnas dan tim SAR gabungan TNI/Polri membuka kembali operasi pencarian lima jurnalis foto dan dua awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Desakan pencarian kembali jurnalis foto hilang itu muncul setelah jasad yang diduga salah satu awak kapal Arupadhatu I Surakman (60) ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.
Ketua Umum PFI Dwi Pambudo dalam keterangan rilisnya mengingatkan komitmen otoritas SAR yang menyatakan akan membuka kembali operasi penyelamatan ketika ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru terkait keberadaan para korban.
“Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan 5 rekan jurnalis kami dan 2 kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti keselamatan mereka,” tegas Dwi Pambudo dalam keterangan rilisnya Rabu (23/9/2026).
Pada 17 September 2026, pencarian lima jurnalis hilang kontak dan tiga awak kapal Arupadhatu I yang berlangsung 10 hari resmi dihentikan. Pasca penghentian tersebut ditemukan jasad laki-laki perairan Pulau Enggano Bengkulu. Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengonfirmasi jasad yang ditemukan tersebut identik dengan Surakman, salah satu ABK yang hilang.
Ketua PFI Pusat Dwi Pambudo menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga mendiang kru kapal yang ditemukan. Pada sisi lain pasca dihentikannya operasi pencarian, penemuan jasad tersebut menjadi titik terang baru yang krusial. Karenanya PFI mendesak Basarnas membuka kembali operasi SAR selat Sunda.
“Merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadan kapal serta para penyintas (survivor) lainnya,” terang Dwi Pambudo.
PFI Pusat dan seluruh pengurus daerah hingga kini terus melakukan pendampingan penuh terhadap keluarga dari lima jurnalis foto yang hilang kontak. Mereka adalah Yudistiro Pranoto (iNews), Donal Husni (Jurnalis Lepas), Arie Basuki (Merdeka.com), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency) dan Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN Antara).
PFI menegaskan akan mengawal seluruh proses ini hingga tuntas. (sa/edt)




