• Login
Bacaini.id
Tuesday, July 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah Permainan Ular Tangga, Awalnya Media Khotbah Agama di India

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
21 July 2026 16:42
Durasi baca: 5 menit
Ilustrasi papan permainan ular tangga kuno Moksha Patam dari India yang mengajarkan konsep karma, reinkarnasi, dan moksha sebelum menjadi permainan modern

Permainan ular tangga berasal dari India dengan nama Moksha Patam dan awalnya digunakan sebagai media pembelajaran spiritual tentang karma, kebajikan, dan dosa (foto/ist)

Poin Penting:

  • Ular tangga berasal dari India dengan nama Moksha Patam sebagai media mengajarkan karma, reinkarnasi, dan moksha
  • Tangga melambangkan kebajikan, sedangkan ular melambangkan dosa dalam perjalanan spiritual manusia
  • Kolonial Inggris mengubahnya menjadi permainan sekuler hingga berkembang menjadi ular tangga modern yang mengandalkan keberuntungan

Bacaini.ID, KEDIRI – Permainan ular tangga pada mulanya (sejarah) merupakan metode belajar agama di India. Berfungsi sebagai media khotbah agar manusia mengerti tentang karma, dan kolonialisme telah mengubah ritual sakral tersebut menjadi permainan sekuler.

BACA JUGA: Sejarah Catur Permainan Strategi Tertua Di Dunia

Di era modern, permainan ini lebih sering dimainkan oleh anak-anak karena cenderung mudah. Permainan ular tangga sering dianggap hanya mengandalkan faktor keberuntungan, karena tidak diperlukan taktik tertentu agar menang.

Pemain cukup melempar dadu dengan harapan memperoleh angka dengan anak tangga menuju kemenangan. Sementara jika mendapat angka dengan ular merupakan kesialan, dan keberuntungan bisa dicoba lagi. 

Moksha Patam, Permainan yang Mengajarkan Karma dan Reinkarnasi

Jika memutar jarum jam ke ratusan tahun lalu di tanah India, permainan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sekadar mengisi waktu luang atau hiburan bocah. Di balik permainan ‘remeh’ ini, tersimpan riwayat menarik: ular tangga dulunya merupakan media khotbah agama yang sangat serius.

Sebelum dikenal dengan nama Ular Tangga atau Snakes and Ladders di dunia Barat, permainan ini memiliki nama asli Moksha Patam. Dalam beberapa literatur juga disebut Gyan Chauper yang berarti ‘Permainan Pengetahuan’.

Meskipun beberapa sejarawan meyakini akar permainan ini sudah ada sejak abad ke-2 Sebelum Masehi, popularitas dan cetak biru bentuknya yang kita kenal sekarang sering kali dikaitkan dengan seorang santo Hindu abad ke-13 bernama Saint Gyandev.

Bagi para guru spiritual dan orang tua di India kuno, Moksha Patam adalah sebuah alat peraga orisinal untuk mengajarkan filsafat teologi yang rumit kepada anak-anak. Papan ini didesain sebagai peta kehidupan spiritual manusia yang mencakup tiga konsep besar: Karma (sebab-akibat dari perbuatan), Samsara (siklus reinkarnasi atau kelahiran kembali), dan Moksha (pembebasan jiwa untuk menuju surga).

Setiap kali seorang anak melempar dadu, mereka tidak sedang berkompetisi untuk menang, melainkan sedang melihat simulasi perjalanan jiwa mereka sendiri di dunia.

Makna Tangga dan Ular dalam Filosofi India Kuno

Dalam papan Moksha Patam kuno, setiap elemen visual memiliki arti teologis yang sangat spesifik. Papan ini biasanya dilukis di atas kain atau kertas tebal dengan bagian atas dihiasi gambar para dewa atau simbol langit yang merepresentasikan kotak nomor 100, simbol pencapaian Moksha.

Komponen utama permainan ini dibagi menjadi dua representasi moral yang kontras:

• Tangga sebagai Virtues atau Kebajikan

Mewakili sifat-sifat mulia manusia. Kotak-kotak yang memiliki kaki tangga diberi label nilai-nilai kebaikan seperti iman, keadilan, kedermawanan, pengetahuan, dan kerendahan hati.

Jika bidak pemain berhenti di sini, mereka akan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Ini mengajarkan bahwa perbuatan baik akan menaikkan derajat jiwa manusia menuju keselamatan.

• Ular sebagai Vices atau Dosa

Mewakili sifat buruk dan jalan maksiat. Kotak yang menjadi tempat kepala ular diberi label dosa seperti kemarahan, nafsu, keserakahan, pencurian, dan kesombongan.

Menginjak kotak ini berarti pemain harus merosot jatuh secara dramatis, menyimbolkan bahwa satu tindakan dosa bisa melempar jiwa manusia kembali ke tingkat reinkarnasi yang lebih rendah, menjadi hewan atau makhluk inferior. Satu detail psikologis yang sangat menarik dari desain kuno ini adalah jumlah ular sengaja dibuat jauh lebih banyak daripada jumlah tangga.

Para filosof India kuno sengaja merancang aturan tersebut sebagai pengingat moral yang keras. Mereka ingin menunjukkan realitas kehidupan bahwa jalan menuju kebajikan dan kebaikan itu sangat sulit serta jarang ditemukan, sementara godaan untuk berbuat dosa dan jatuh ke lubang kemaksiatan tersebar di mana-mana dan sangat mudah menjebak manusia.

Kolonial Inggris Mengubah Media Khotbah Menjadi Permainan Sekuler

Kolonialisme mengubah media khotbah spiritual ini menjadi permainan anak-anak yang sekuler. Pada akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1892, para pejabat dan tentara Inggris yang menjajah India membawa permainan Moksha Patam ini pulang ke negara mereka.

Di Inggris, permainan ini langsung menarik perhatian masyarakat kelas atas era Victorian. Namun, karena latar belakang budaya dan agama yang berbeda, bangsa Inggris melakukan perombakan besar-besaran. Nilai-nilai spiritual Hindu dan konsep reinkarnasi dihapus total. Makna tangga dan ular disesuaikan dengan nilai moralitas Kristen-Victorian Inggris. Tangga diubah menjadi simbol kerja keras, hemat, dan kepatuhan industri, sementara ular menjadi simbol kemalasan, pemberontakan, dan foya-foya.

Seiring berjalannya waktu, elemen khotbah moral ini dirasa terlalu berat untuk sebuah mainan. Memasuki abad ke-20, para produsen mainan di Barat mulai melakukan sekularisasi total. Jumlah ular dan tangga disamakan agar permainan menjadi seimbang, kompetitif, dan murni mengandalkan keberuntungan matematis.

Ketika permainan ini menyeberang ke Amerika Serikat pada tahun 1943 di bawah bendera Milton Bradley dengan nama Chutes and Ladders, ular diganti dengan seluncuran anak-anak, identitasnya sebagai alat kontrol moral sudah sepenuhnya punah.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

BACA JUGA: Jagoan Wabup Blitar Beky Kalah, Nobar Final Piala Dunia 2026 Sepi dan artikel lainnya di rubrik HISTORIA

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: agamaindiaSEJARAHular tangga
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Grafik penurunan indeks kebebasan akademik Indonesia sebesar 56 persen sepanjang 2015-2025 berdasarkan data V-Dem Institute

Indeks Kebebasan Akademik Indonesia Turun 56 Persen, Alarm Kampus

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Prabowo Bongkar Modus Penjualan Sawit dari 15.000 menjadi 27.000

Apresiasi untuk Inovasi Gus Fawait, Mulai Bunga Desaku, Beasiswa Pendidikan, hingga Homecare

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In