• Login
Bacaini.id
Saturday, October 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Perkuat Deteksi Dini TBC, Mbak Wali Ajak Kader Sigap Cegah Penularan

ditulis oleh Hari Tri Wasono
30 September 2026 16:32
Durasi baca: 2 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor

Bacaini.ID, KEDIRI – Mengenali gejala sejak awal dan mengetahui siapa saja yang berisiko tertular menjadi bagian penting dalam pengendalian tuberkulosis (TBC). Di tingkat masyarakat, kader berperan membantu menelusuri kontak erat, memberikan edukasi, sekaligus mengarahkan warga agar segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Untuk memperkuat peran tersebut, kapasitas kader dalam Tatalaksana Investigasi Kontak (IK) dan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) ditingkatkan melalui kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Lotus Garden, Rabu (30/9/2026).

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Di hadapan para kader, Mbak Wali mengajak mereka mengingat kembali gejala TBC sekaligus menekankan pentingnya kepekaan dalam mengenali indikasi penyakit yang kerap luput diperhatikan di masyarakat.

Berdasarkan data resmi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) hingga 24 September 2026, Kota Kediri telah menemukan 1.430 notifikasi kasus TBC atau 76 persen dari target 1.872 kasus. Namun, capaian tracing atau investigasi kontak baru mencapai 62 persen, sedangkan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih 17 persen.

“Artinya, setelah menemukan seseorang dengan TBC, pekerjaan kita belum selesai. Kita harus memastikan siapa saja yang tinggal serumah, siapa yang sering berinteraksi dekat, apakah mereka sudah diperiksa, dan apabila memenuhi kriteria, apakah sudah mendapatkan terapi pencegahan,” jelasnya.

Mbak Wali meyakini kader dapat menjelaskan manfaat TPT secara humanis serta mendampingi pasien hingga tuntas menjalani pengobatan.

Di samping itu, Wali Kota Kediri mengingatkan kader untuk memperhatikan keamanan diri saat mendampingi pasien TBC. Niat baik membantu pasien harus diikuti dengan pencegahan penularan. “Jangan sampai niatnya sudah baik ingin merawat yang terkena TBC, tetapi lupa memakai masker. Setelah kontak langsung dengan pasien, jangan lupa cuci tangan. Ini perlu diperhatikan karena TBC merupakan penyakit menular,” pesannya.

Ia juga mengajak kader memperkuat edukasi kepada keluarga pasien agar tidak terjadi penularan di lingkungan terdekat. Selain memastikan pasien minum obat secara rutin hingga tuntas, kader diminta tidak melupakan kesehatan keluarganya sendiri.

“Upaya kita bukan hanya menjaga masyarakat yang ada di lingkungan sekitar, tapi juga menjaga agar keluarga kita sendiri terhindarkan dari penyakit TBC. Kadang kita terlalu fokus menjaga lingkungan, tetapi lupa mengedukasi suami, anak dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Tak lupa, Mbak Wali juga menegaskan agar seluruh pihak menghilangkan stigma terhadap pasien TBC dan memastikan mereka mendapatkan dukungan selama menjalani pengobatan. “Pastikan kehadiran dan kepedulian kita menjadi semangat mereka untuk sembuh. Hilangkan stigma. Kita yakinkan TBC bisa disembuhkan dan obatnya gratis,” tegasnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Zhafira Ramadhani Arimurti. Hadir pula Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Rini Hidayat, para penanggung jawab TBC dan promosi kesehatan di seluruh puskesmas Kota Kediri, serta para kader kesehatan Kota Kediri.(adv)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Perempuan belajar mengatasi people pleasing dan menetapkan batasan diri

Berhenti Jadi Perempuan Tidak Enakan, Kamu Berhak Berkata Tidak

Pemeriksaan sampel air sumur dan feses untuk menyelidiki dugaan keracunan di Trenggalek

Air Sumur dan Feses Korban Keracunan Trenggalek Diuji di Surabaya

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Foto: tangkapan layar

Mengapa Keterangan Nusron Wahid Dibutuhkan KPK dalam Kasus HGB Summarecon?

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In