Bacaini.id, KEDIRI – Memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) Pemkot Kediri melalui Dinas Sosial memberikan bantuan alat kelengkapan kebutuhan bagi penyandang disabilitas. HDI tahun ini mengusung tema ‘Partisipasi Bermakna Menuju Pembangunan Inklusif yang Berkelanjutan’.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi menjelaskan Pemkot Kediri memiliki kepedulian terhadap disabilitas dengan memberikan bantuan sosial serta bantuan alat untuk menunjang aktivitas penyandang disabilitas di lingkungan sosialnya.
“Pada acara ini kita hadirkan DPM dan Dispenduk untuk memberikan akses kepada disabilitas agar mendapat pelayanan yang mungkin selama ini ada kendala. Kita buka ruang untuk teman-teman disabilitas,” kata Paulus pada acara yang berlangsung di Kampus IV UNP Kediri, Selasa, 6 Desember 2022.
Paulus menyebutkan hingga saat ini jumlah penyandang disabilitas di Kota Kediri sebanyak 2.044 orang. Sedangkan bantuan sosial yang diberikan selama ini disesuaikan dengan kebutuhan, khususnya untuk orang mengalami kecacatan berat. Namun ada juga bantuan yang tidak direncanakan.
“Misalnya ada penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan namun tidak terakses, maka mereka menulis surat kepada Pak Wali (Wali Kota Kediri) dan langsung kami tindaklanjuti,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri yang turut hadir, menyampaikan harapannya agar Kota Kediri menjadi kota yang inklusif. Untuk itu dalam acara ini pihaknya memberikan ruang bagi disabilitas untuk menunjukkan bakat dan juga kreativitasnya, seperti penampilan grup band dan tari.
“Saya mengajak kepada seluruh instansi di Kota Kediri dan seluruh masyarakat untuk memberikan ruang kepada teman-teman disabilitas. Saya melihat karya teman-teman disabilitas ini juga bagus-bagus dan tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar Wali Kota Kediri saat membuka acara.
Abdullah Abu Bakar mengungkapkan Pemerintah Kota Kediri peduli terhadap kesetaraan bagi disabilitas. Di beberapa OPD sudah ada pegawai disabilitas. Nantinya setiap OPD harus memiliki pegawai disabilitas. Pemerintah Kota Kediri juga mewujudkan pelayanan ramah disabilitas. Dimana setiap kantor wajib memberikan kemudahan akses bagi disabilitas.
“Kantor-kantor harus mulai punya karyawan dari disabilitas. Artinya kita harus membuka ruang untuk itu tidak hanya memberikan bantuan saja tapi mereka juga butuh kerja. Kita akan kerjasama dengan mereka apa yang kira-kira bisa dikerjakan,” ungkapnya.
Kegiatan yang menghadirkan ratusan penyandang disabilitas dari berbagai komunitas di Kota Kediri berlangsung semarak. Dalam kegiatan ini, juga diberikan bantuan bagi disabilitas secara simbolis. Diantaranya, bantuan satu buah kursi roda pada Katiyem, satu buah alat bantu untuk Nia Ramadhani Fadhila, satu buah kruk kepada Junaedi, dan bansos ODKB atas nama Novita Alfiana.(ADV)





