• Login
Bacaini.id
Monday, July 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Perilaku “Bang Jago” Jagakarsa Tidak Mewakili Sifat Orang Kediri

ditulis oleh Redaksi
6 July 2026 16:46
Durasi baca: 3 menit
Foto: tangkapan layar medsos

Foto: tangkapan layar medsos

Bacaini.ID, KEDIRI – Penangkapan Fredik Risya Samuel, pelaku penganiayaan pengendara motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan, menjadi perhatian warga Kediri. Ini setelah pria berusia 37 tahun itu diketahui merupakan warga Kediri, Jawa Timur.

Masyarakat Kediri menegaskan bahwa perilaku arogan dan penuh kekerasan tersebut sama sekali tidak mencerminkan karakter asli warga Kediri yang dikenal religius, ramah, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Kediri selama ini identik dengan kultur damai. Daerah yang menjadi pusat pendidikan pesantren dan budaya Jawa ini memiliki tradisi kuat dalam menyelesaikan masalah melalui musyawarah, bukan kekerasan.

Warga Kediri dikenal santun, terbuka, dan menjunjung tinggi solidaritas sosial. Karena itu, tindakan Fredik dianggap sebagai perilaku menyimpang yang berdiri sendiri, bukan representasi dari sikap masyarakat Kediri secara umum.

Imam Mubarok Muslim, budayawan kelahiran Kabupaten Kediri menilai kasus ini harus dilihat sebagai perilaku individu, bukan sebagai cerminan kolektif. “Kediri bukan kabupaten yang melahirkan premanisme. Kami menolak keras segala bentuk kekerasan. Perilaku pelaku adalah tanggung jawab pribadinya, bukan identitas warga Kediri,” ujarnya yang menekankan pentingnya menjaga nama baik daerah.

Ia mengatakan, publik perlu membedakan antara tindakan personal dan nilai-nilai komunitas. Kediri tetap berdiri sebagai kota dan kabupaten yang menjunjung damai, sementara pelaku harus mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum.

Budayawan Kediri Imam Mubarok Muslim

Kronologi Penganiayaan

Peristiwa bermula pada Sabtu siang, 4 Juli 2026, ketika korban yang tengah melintas merasakan motornya ditabrak berulang kali dari belakang oleh Kawasaki Ninja hijau yang dikendarai Fredik. Bukannya meminta maaf, pelaku justru melayangkan pukulan ke wajah korban hingga rahang kiri memar.

Dalam rekaman video, FRS menantang korban dengan kalimat bernada intimidasi, “Lu enggak tau siapa gue? Yaudah video call bokap lu.”

Video tersebut segera menyebar luas dan memicu kemarahan publik. Sejumlah tokoh, termasuk presenter Choky Sitohang, ikut menyoroti kasus ini sebagai bentuk perlawanan terhadap premanisme jalanan.

Polisi bergerak cepat. Pada Minggu malam, sekitar pukul 21.00 WIB, FRS ditangkap di rumahnya di kawasan Cipedak, Jagakarsa, tanpa perlawanan. Motor Kawasaki Ninja hijau yang digunakan saat kejadian turut disita sebagai barang bukti. Foto penangkapan yang beredar menunjukkan pelaku duduk di ruang Reskrim dengan tangan terborgol, namun masih sempat tersenyum tipis, gestur yang semakin memicu reaksi geram dari masyarakat.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menegaskan bahwa kasus ini tetap diproses secara hukum meski korban masih mempertimbangkan laporan resmi. Bukti video dan keterangan saksi sudah cukup untuk menjerat pelaku dengan pasal penganiayaan.

Psikologi di Balik Kasus “Bang Jago” Jagakarsa

Peristiwa di Jagakarsa bukan sekadar insiden tabrakan kecil, melainkan cerminan rapuhnya kontrol emosi yang berujung pada intimidasi dan kekerasan.

Praktisi psikologi menilai, kemarahan yang meledak di jalan sering kali dipicu oleh stres dan tekanan situasional. Kemacetan, suara klakson, hingga interaksi agresif antar-pengendara dapat menjadi pemicu langsung. Namun, akar masalahnya lebih dalam, yakni kurangnya kemampuan mengelola emosi. Individu yang terbiasa menumpuk frustrasi tanpa kanal sehat cenderung melampiaskannya secara tiba-tiba, seperti yang terlihat dalam kasus Fredik.

Fenomena ini juga terkait dengan apa yang disebut deindividuasi. Di jalan raya, identitas personal melebur dalam keramaian. Orang merasa anonim, sehingga lebih berani bertindak agresif. Ditambah budaya “premanisme” yang masih bercokol, sebagian orang menggunakan intimidasi sebagai cara menunjukkan dominasi sosial.

Dampaknya tidak ringan. Korban mengalami trauma dan kehilangan rasa aman, sementara pelaku merusak reputasi dan menghadapi jeratan hukum. Masyarakat pun ikut resah, meski di sisi lain media sosial berperan sebagai kontrol sosial. Video viral kasus ini memicu kemarahan publik dan mendorong aparat bertindak cepat.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bang jagofredik risya samuelimam mubarok muslimorang kediripremanisme
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Foto: tangkapan layar medsos

Perilaku “Bang Jago” Jagakarsa Tidak Mewakili Sifat Orang Kediri

Penelitian terbaru menunjukkan Homo floresiensis diduga hanya memakan sisa buruan Komodo di Liang Bua Flores

Penelitian Terbaru: Homo floresiensis Ternyata Pemakan Bangkai Sisa Komodo

Seorang istri memperhatikan perubahan sikap suaminya sebagai ilustrasi feeling istri menurut psikologi

Feeling Istri Sering Benar Soal Tingkah Aneh Suami, Ini Penjelasan Psikologi

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In