• Login
Bacaini.id
Tuesday, March 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pengakuan Remaja Yang Pernah Makan Kecubung

ditulis oleh
16 August 2022 17:28
Durasi baca: 2 menit
ilustrasi daun kecubung. Foto: istimewa

ilustrasi daun kecubung. Foto: istimewa

Bacaini.id, KEDIRI – Tanaman kecubung atau Borrachero dikenal masyarakat sebagai tanaman yang memabukkan. Di Indonesia, kasus penyalahgunaan kecubung sering terjadi.

‘Khasiat’ kecubung ini pernah dirasakan Roni, remaja 20 tahun yang coba-coba makan kecubung. Bersama dua temannya, mereka mencampurkan kecubung ke dalam mi instan sebagai sayur. “Jadi saat bikin mi instan, kita masukkan daun kecubung sebagai pengganti sawi,” kata Roni kepada bacaini.id, Selasa 16 Agustus 2022.

Roni tidak tahu dari mana daun kecubung itu didapat. Lima lembar daun itu dibawa temannya untuk dimakan bersama mi instan yang dibeli di sebuah warung.

Teknisnya, saat mi instan siap dimakan, mereka memasukkan daun kecubung ke dalamnya. Daun itu didiamkan beberapa saat di dalam kuah mi yang panas agar larut. “Saya dan seorang teman makan satu lembar, teman yang lain makan tiga lembar,” terang Roni.

Tak butuh waktu lama daun itu bekerja. Beberapa saat usai menghabiskan mi, tubuh Roni terasa panas. Demikian juga temannya. Namun suhu yang lebih tinggi terjadi pada bocah yang makan tiga lembar daun kecubung.  

Meski terasa panas, Roni dan temannya masih bisa berkomunikasi dengan baik. Sementara satunya sudah tak bisa berbicara apa-apa. Dia kehilangan kesadaran dan tak mampu mengontrol gerak tubuhnya. Tangannya sempat menyaut makanan di warung dan membawanya pergi begitu saja.

Menurut Roni, butuh waktu hingga tiga jam bagi temannya untuk pulih. Perlahan-lahan kesadarannya mulai pulih dan bisa diajak berkomunikasi. Roni mengaku kapok menjajal daun kecubung untuk mabuk.

Laman tanatorajakab.bnn.go.id menyebut tanaman kecubung cukup banyak tumbuh di Kabupaten Tana Toraja. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Badan Nasional Narkotika di sana untuk mencegah penyalahgunaan.

Laman itu juga menulis jika tanaman kecubung kerap digunakan sebagai penghilang kesadaran atau zat pembius. Sebab daun kecubung berkhasiat anestesi. Tanaman ini mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi.

Disebutkan jika kecubung mengandung senyawa kimia alkaloid. Senyawa jenis ini terdiri atas atropin, hiosiamin, dan skopolamin yang bersifat antikholinergik. Kecubung juga mengandung hiosin, zat lemak, kalsium oksalat, meteloidina, norhiosiamina, norskopolamina, kuskohigrina, dan nikotina.

Karena sifatnya yang memabukkan itulah kecubung dan tembakau gorila ikut dalam daftar 15 tanaman yang diusulkan Kementerian Kesehatan masuk dalam golongan narkotika. Konon efek mabuk dari kecubung jauh lebih dahsyat ketimbang ganja.

Penulis: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: daun kecubungganjakecubungmabuknarkotika
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wawali Blitar Elim Tyu Samba saat memberikan keterangan kepada awak media

Pengakuan Mengejutkan Wawali Blitar Soal Refleksi 1 Tahun dan STMJ, Mengaku Tak Diundang

Saan Mustopa saat ziarah di Makam Bung Karno Kota Blitar menegaskan ambang batas parlemen 7 persen bukan untuk PSI

Nasdem Tegaskan Tak ‘Ganggu’ PSI Soal Ambang Batas Parlemen 7 Persen di Pemilu 2029

Saan Mustofa bersama kader Partai Nasdem berdoa dan tabur bunga di Makam Bung Karno Kota Blitar saat Safari Ramadan 2026

Tokoh Nasdem Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar: Ingin Jalan Lurus dan Tangkap Spirit Nasionalisme

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat refleksi 1 tahun pemerintahan di Monumen PETA tanpa kehadiran Wakil Wali Kota

    Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Disabilitas Geruduk Dinsos Tulungagung, Bansos BPNT dan PKH Mandek Hingga Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In