• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Penangkapan 15 Menteri Kabinet Soekarno yang Menggemparkan

ditulis oleh Editor
14 June 2025 09:56
Durasi baca: 3 menit
Penangkapan 15 Menteri Kabinet Soekarno yang Menggemparkan (foto ilustrasi/ist)

Penangkapan 15 Menteri Kabinet Soekarno yang Menggemparkan (foto ilustrasi/ist)

Bacaini.ID, BLITAR – Jelang akhir kekuasaan Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia, situasi politik nasional semakin keruh.

Ekonomi juga karut marut. Harga bahan kebutuhan pokok melambung tinggi, tidak terkendali. Di mana-mana rakyat mengantri bahan pokok.

Di saat sama suara desakan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) kian massif. Salah satu parpol pemenang Pemilu 1955 itu harus tamat.

Pada 16 Maret 1966 tiba-tiba muncul gerakan penculikan yang dimotori sejumlah pelajar dalam KAPPI dan mahasiswa yang tergabung Laskar Arif Rahman Hakim.

Sasarannya adalah para menteri di kabinet Dwikora. Termasuk para petinggi militer yang dianggap sebagai loyalis Presiden Soekarno.

Dalam waktu hampir bersamaan TNI Angkatan Darat (AD) menggelar show of force untuk memberi tekanan politik kepada Bung Karno.

Pasukan KOSTRAD itu terdiri dari Brigade Para III KOSTRAD Yon (batalyon) 314.

Juga Yon 315 Siliwangi, Yon Raiders Kujang 328, Yon Infantri 527 Brawijaya, Brigade Kavaleri KOSTRAD, Yon Artileri KOSTRAD dan Penerbad, dikerahkan.

“Pameran kekuatan itu bertujuan untuk membungkam Soekarno supaya tidak bereaksi terhadap pembubaran PKI,” demikian dikutip dari buku Naiknya Para Jenderal (2000).

15 Menteri Diringkus

Menteri-menteri di kabinet Presiden Soekarno yang masuk daftar untuk segera diringkus sebanyak 15 orang.

Nama Wakil Perdana Menteri I merangkap Menteri Luar Negeri Subandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh termasuk di dalamnya.

Yang pertama-tama diculik oleh para aktivis KAPPI dan Laskar Arif Rahman Hakim adalah Ketua DPRGR I Gusti Gede Subamia dan Menteri Kehakiman Astra Winata.

Juga Menteri Negara yang juga Sekjen Front Nasional Sudibjo dan Menteri Koordinator Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Prijono.

Oei Tjoe Tat (Menteri Negara) dan Jusuf Muda Dalam (Menteri Bank Sentral dan Gubernur Bank Indonesia) sempat berhasil lolos.

“Mereka yang diculik kemudian diserahkan ke Markas KOSTRAD”.

Dalam waktu dua hari, 16-17 Maret 1966 massa KAMI dan KAPPI tidak henti-henti menggelar aksi demonstrasi.

Massa mendesak Soeharto untuk segera mempercepat langkah politik.

Pada 18 Maret 1966, Soeharto yang telah mengantongi Supersemar (Surat Perintah 11 Maret 1966) Surat Perintah No 5/1966.

Inti surat perintah adalah menangkap para menteri di pemerintahan Soekarno. Operasi penangkapan 15 menteri berjalan.

Semua menteri Bung Karno ditangkap dan dijebloskan penjara. Menteri Irigasi dan Pembangunan Masyarakat Desa Surachman berhasil lolos.

Surachman tewas dalam operasi Trisula ABRI di Blitar Selatan Jawa Timur tahun 1968.

Operasi penangkapan para pejabat loyalis Bung Karno merambah ke jajaran petinggi militer. Para perwira tinggi yang dinilai dekat dengan Bung Karno, diringkus.

Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudro, pengganti Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal Mursjid dan Brigadir Jenderal Suadi, ditangkap.

Mayjen Mursjid pernah dipilih Bung Karno menggantikan kedudukan Jenderal A Yani.

Sedangkan Brigjen Suadi adalah orang yang melapor kepada Bung Karno adanya pasukan RPKAD yang mengepung Istana Negara sebelum sidang Kabinet 11 Maret 1966 digelar.

Soeharto didukung penuh Jenderal A.H Nasution. Langkah yang diambil mendapat dukungan gerakan mahasiswa.

Di lapangan, para perwira tinggi AD terus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan para pentolan aktivis mahasiswa.

Kepala Staf KOSTRAD Brigadir Jenderal Kemal Idris, Panglima Siliwangi Dharsono, Komandan RPKAD Sarwo Edhie.

Kemudian Kepala Staf Komando Daerah Militer Jakarta A.J Witono dan Letnan Kolonel Urip Widodo dari Komando Daerah Militer Jakarta.

Soeharto menyempurnakan gerakan dengan mengangkat Jenderal A.H Nasution menjadi Ketua MPRS pada Juli 1966.

MPRS selanjutnya menerbitkan ketetapan No XIII/MPRS/1966, menugaskan Soeharto membentuk Kabinet Ampera sebagai pengganti Kabinet Dwikora Bung Karno.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bung karnokabinet dwikorakrisis kabinetmenteri soekarnopenangkapanpenangkapan menteri soekarnosejarah politik indonesiasoekarno
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tangkapan layar saat Jokowi membuka Rakornas Indonesia Maju. Foto : youtube Sekretariat Presiden

Bantah Tanda Tangani Saat Menjabat, Jokowi Setuju UU KPK Direvisi

Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

Petugas mengevakuasi korban ke RSUD dr Soedomo Trenggalek

Penemuan Mayat di Dam Cangkring Trenggalek, Wildan Ditemukan Bersama Motor di Dasar Bendungan

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In