• Login
  • Register
Bacaini.id
Friday, August 29, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pembangunan Kilang Minyak di Blitar Selatan dan Kendalanya

ditulis oleh Editor
29/08/2025
Durasi baca: 6 menit
544 6
0
Investor asing mendatangi lokasi kilang minyak Blitar selatan

Investor asing saat mengunjungi kawasan Blitar selatan untuk pembangunan kilang minyak (foto/ist)

Bacaini.ID, BLITAR – Kilang minyak dan industri petrokimia diproyeksikan segera berdiri di kawasan pantai Peh Pulo, Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar Jawa Timur.

Moh Toha, Direktur PT Blitar Putra Energi (PT BPE) selaku perusahaan penggagas, menyebut megaproyek energi di kawasan Blitar Selatan itu memiliki nilai investasi 200 triliun.

Dalam setiap hari kilang akan mengolah 300.000 barel minyak mentah. Sementara industri petrokimia memiliki kapasitas produksi 8 juta ton per tahun. 

Saat ini komunikasi PT BPE telah mengerucut kepada 3 investor asing: India, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Ground breaking diharapkan dimulai tahun ini.

“Saya berharap ground breaking bisa dilakukan tahun ini dan mulai pekerjaan pada tahun 2026,” ujar Toha Kamis (28/8/2025).

Syarat Terpenuhi

Satu dari 3 investor asing yang intens berkomunikasi dengan PT BPE adalah Reliance Industries, perusahaan keluarga Ambani, India.

Reliance Industries merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi. Menangani minyak dan gas serta penyulingan minyak bumi.

Komunikasi dengan pihak Ambani yang sebelumnya berlangsung dalam hitungan bulan, kata Toha kini semakin intensif.

“Komunikasinya saat ini semakin intensif, harian,” ungkapnya.

Keseriusan juga diperlihatkan pihak Arab Saudi, yang kemungkinan besar mengajukan perusahaan Saudi Aramco.

Aramco adalah perusahaan energi dan petrokimia yang terintegrasi sebagai milik Negara Arab Saudi. Semacam Pertamina (BUMN) di Indonesia.

Aramco menjadi produsen minyak mentah dan gas alam terbesar di dunia.

Kata Toha, Aramco sempat hendak masuk Indonesia, yakni di Cilacap Jawa Tengah. Namun kerjasama itu belum sempat terealisasi.

“Dulu pernah ke Cilacap tapi gak jadi. Ini sama-sama di selatan,” terangnya.

Gagasan kilang minyak dan petrokimia di kawasan Blitar Selatan juga menarik minat perusahaan Mubadala Energy dari Uni Emirat Arab.

Mubadala Energy berkantor pusat di Abu Dhabi dan belum lama ini menemukan ladang gas di perairan Andaman Indonesia.

Sama dengan India dan Arab Saudi. Investor Uni Emirat Arab juga berkomunikasi intensif.

Menurut Toha, meski 3 investor memiliki ketertarikan dan potensi sama, pada akhirnya PT BPE akan memilih satu investor.

“Karena kalau tiga koordinasinya yang sulit,” terang Moh Toha.

Investor melihat lokasi calon kilang minyak dan industri petrokimia di kawasan Blitar Selatan yang ditawarkan betul-betul ada.

PT BPE mengklaim sudah mengantongi legalitas izin lokasi atas nama perusahaan (PT BPE): tanah seluas 1500 hektar.

Kemudian ringkasan studi kelayakan untuk kilang minyak dan industri petrokimia juga sudah dikirim kepada calon investor asing.

Diungkapkan Toha, lokasi dan legalitas jadi hal pertama yang ditanyakan investor asing. Utusan dari Arab Saudi juga sudah mengecek langsung.

“Yang dari India bahkan sudah menyatakan datanya sudah oke. Kita tunggu saja,” ungkap Toha.

Berikutnya yang dianggap memenuhi syarat untuk berdirinya kilang minyak dan petrokimia adalah lokasi yang strategis.

Laut selatan di kawasan Pantai Peh Pulo Blitar memiliki kedalaman sekitar 50 meter. Secara natural sudah melebihi syarat minimal 30 meter.

Memenuhi syarat untuk jalur lalu lintas kapal tanker dengan ukuran besar 3 kali lapangan sepak bola dan lebar 50 meter.

Kapal tanker yang nantinya mengangkut minyak mentah dalam jumlah besar dari luar negeri. Sekali angkut digambarkan sampai jutaan barel.

Juga mendistribusikan hasil olahan minyak ke sejumlah tempat di Indonesia, seperti Bali dan Kalimantan. Menurut Toha sebagian besar aktifitas akan melalui air.

Hanya sebagian kecil yang memakai jalur darat. Misalnya truk-truk untuk memenuhi kebutuhan SPBU dan semacamnya.

Karenanya pelabuhan yang dibangun nanti langsung menempel ke daratan. Sebuah pelabuhan bertaraf internasional.

Bagi Toha adanya tanah kosong di pinggir pantai di Blitar dengan kedalaman laut hingga 50 meter adalah anugerah.

“Saya menyebutnya alam Blitar selatan ini adalah anugerah yang patut disyukuri,” ungkap Toha.  

Blitar Kawasan Industri

Gagasan pembangunan kilang minyak dan petrokimia di kawasan Blitar selatan muncul sejak tahun 2002, pada masa Bupati Blitar Imam Muhadi.

Semangatnya untuk kemajuan Kabupaten Blitar. Proses mewujudkan gagasan kilang minyak dan petrokimia ini berlangsung panjang.

Setelah lokasi ditemukan di kawasan Pantai Peh Pulo, PT BPE kemudian didirikan. Pendirian PT BPE pada tahun 2019 melibatkan sejumlah pensiunan perwira tinggi TNI.

Moh Toha sendiri mantan karyawan perusahaan bidang engineering, procurement, and construction (EPC). Ia merupakan warga Blitar.

Namun sejak tahun 1980-an bekerja dan bertempat tinggal di Jakarta. “Pada tahun 2019 itu kami beraudensi dengan Bupati Rijanto,” kata Toha.

Izin lokasi atas lahan seluas 1500 hektar terbit pada tahun 2019. Terbit atas nama PT BPE. Toha melihat pemberian izin sebagai bukti dukungan pemerintah daerah.

Begitu juga pada masa Bupati Rini Syarifah, komunikasi dengan Pemkab terus berlanjut. Secara prinsip Pemkab menyatakan dukungannya.

Toha mengaku kembali berkomunikasi dengan Bupati Rijanto seminggu setelah Rijanto diumumkan sebagai pemenang Pilkada 2024.

Ia sowan ke kediaman Rijanto bersama beberapa tokoh di Kabupaten Blitar. “Intinya melaporkan kemajuan PT BPE dan pemda siap memfasilitasi,” jelasnya.

Keberadaan kilang minyak dan petrokimia di kawasan Blitar Selatan diproyeksikan akan membuka luas lapangan pekerjaan.

Diperkirakan akan menyerap sebanyak 20 ribu pekerja. Pada saat proses pembangunan akan melibatkan ratusan sub kontraktor, ribuan supplier dan ribuan jenis kesarjanaan.

Megaproyek ini merupakan murni swasta. Seluruh pembiayaan pembangunan dilakukan swasta. Posisi pemerintah lebih pada perijinan.

Termasuk mengarahkan sebagai proyek strategis nasional. Secara ekonomi pemerintah atau negara akan mendapatkan pemasukan pajak.

“Begitu deal (dengan investor asing) kita langsung ke Istana. Kita ikuti aturan pemerintah. Tidak mungkin kita nyelonong sendiri,” jelasnya.

Toha mengklaim kilang minyak di Blitar selatan nantinya akan menjadi kilang minyak swasta dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Jauh lebih besar dari kilang minyak swasta di Bojonegoro yang berkapasitas 10.000 barel per hari. Sementara di Blitar selatan 300.000 barel per hari.

Dengan adanya perusahaan kilang minyak dan petrokimia, Blitar selatan akan menjelma sebagai kawasan industri.

Pada 20 tahun kemudian diprekdisikan menyamai kawasan industri di Gresik.

Kendati demikian Toha masih mengkhawatirkan reaksi yang datang dari tingkat lokal. Khawatir dengan munculnya gejolak lokal.

Semisal saat investor asing datang disambut dengan spanduk penolakan. Toha tidak ingin hal itu terjadi di Blitar selatan.

Ia berharap semua elemen masyarakat, khususnya di tingkat lokal bisa mengutamakan pemikiran jangka panjang.

Bahwa kehadiran megaproyek kilang minyak dan petrokimia untuk kepentingan anak dan cucu masyarakat Kabupaten Blitar.

“Ini semua untuk diwariskan kepada anak cucu,” pungkasnya.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Berita BlitarblitarBlitar Selataninvestor asingkilang minyakkilang minyak blitarkilang minyak blitar selatanpembangunan kilang minyak
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ratusan Driver Ojol Geruduk Polres Jombang

Ratusan Driver Ojol Geruduk Polres Jombang

Unjuk Rasa di Grahadi Surabaya Berujung Ricuh

Unjuk Rasa di Grahadi Surabaya Berujung Ricuh

Investor asing mendatangi lokasi kilang minyak Blitar selatan

Pembangunan Kilang Minyak di Blitar Selatan dan Kendalanya

  • Bupati Blitar merayakan puncak hari jadi yang dibayangi isu gratifikasi

    Isu Gratifikasi Membayangi Puncak Hari Jadi Blitar

    2861 shares
    Share 1144 Tweet 715
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    15522 shares
    Share 6209 Tweet 3881
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    16612 shares
    Share 6645 Tweet 4153
  • PAK APBD Blitar Gagal Terus, DPRD: Ada Apa dengan Bupati?

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Ultimatum Untuk Bupati Blitar dan Wabup Beky dari GPI

    748 shares
    Share 299 Tweet 187

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist