Bacaini.id, JOMBANG – Musim penghujan memicu peningkatan kasus penyakit demam berdarah di Kabupaten Jombang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang tercatat telah merawat 41 pasien sejak Januari 2026 hingga sekarang.
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menjelaskan jumlah pasien DBD di Jombang pada Januari 2026 tercatat sebanyak 38 orang. Dari jumlah tersebut, dua pasien berusia kurang dari satu tahun, 15 pasien berada pada rentang usia 1 hingga 9 tahun, dan 21 pasien lainnya berusia antara 10 hingga 17 tahun.
“Kasus DBD pada Januari cukup mendominasi dan sebagian besar dialami oleh kelompok usia anak-anak hingga remaja,” ucap dr. Pudji Umbaran saat dikonfirmasi Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, pada awal Februari 2026, jumlah pasien DBD yang dirawat mengalami penurunan signifikan. RSUD Jombang hanya menerima tiga pasien dengan rincian satu pasien berusia di bawah satu tahun dan dua pasien berusia antara 1 hingga 9 tahun.
Menurut dr. Pudji, penurunan jumlah kasus pada Februari menjadi indikasi positif, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah potensi peningkatan kasus di kemudian hari.
“Upaya pencegahan tetap menjadi kunci utama. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk menekan risiko penularan,” ujarnya.
Sebagai fasilitas layanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan bagi peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Jombang, rumah sakit ini menangani pasien DBD yang sebagian besar dirujuk dari puskesmas maupun rumah sakit tipe C dan D di wilayah setempat.
Terdapat sejumlah faktor penting yang dinilai berkontribusi terhadap menurunnya angka kasus DBD di Jombang. Salah satunya adalah meningkatnya kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Menurutnya, tenaga medis di lini terdepan kini semakin sigap dan berpengalaman dalam mendeteksi serta menangani DBD sejak tahap awal, sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan sebelum memburuk.
Selain itu, dinamika penyebaran nyamuk Aedes aegypti tidak selalu berbanding lurus dengan lonjakan kasus. Meski kondisi cuaca hujan disertai panas mendukung perkembangbiakan nyamuk, rendahnya sirkulasi virus dengue di masyarakat turut memengaruhi minimnya penularan.
Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih, ditambah penguatan gerakan 3M Plus serta pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan secara rutin oleh Dinas Kesehatan Jombang bersama kader jumantik, dinilai memberikan dampak signifikan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit.
“Apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami demam tinggi tanpa penyebab jelas, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.
Penulis: Syailendra
Editor: Hari Tri Wasono





