• Login
Bacaini.id
Tuesday, September 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pasangan Selingkuh? Jangan Buru-Buru Berpisah, Lakukan 5 Hal Ini

Mengetahui pasangan selingkuh bisa memicu marah, kecewa, hingga takut kehilangan. Sebelum memutuskan bertahan atau berpisah, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan

ditulis oleh Solichan Arif
29 September 2026 22:34
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi pasangan menghadapi perselingkuhan dan mempertimbangkan bertahan atau berpisah

Perselingkuhan dapat memicu emosi kuat sehingga keputusan tentang hubungan perlu dipertimbangkan dengan tenang (foto ilustrasi/ist)

Reporter: Bromo Liem | Editor: Solichan Arif

Poin Penting:

  • Jangan buru-buru mengambil keputusan saat emosi akibat mengetahui perselingkuhan masih sangat tinggi.
  • Perhatikan respons pasangan, termasuk apakah ia bertanggung jawab, menghentikan perselingkuhan, dan menunjukkan perubahan konsisten.
  • Bertahan atau berpisah merupakan keputusan pribadi yang perlu mempertimbangkan keamanan, kondisi hubungan, anak, serta keinginan kedua pihak.

Bacaini.ID, KEDIRI – Pasangan selingkuh bisa membuat seseorang marah, kecewa, malu, hingga kehilangan kepercayaan dalam hubungan. Namun, mengetahui perselingkuhan bukan berarti keputusan untuk bertahan atau berpisah harus diambil saat emosi sedang memuncak. Ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan lebih dulu agar langkah berikutnya dapat dipertimbangkan dengan lebih tenang dan sesuai dengan kondisi hubungan.

Pada sisi lain media sosial seringkali menyederhanakan persoalan dengan keputusan, tinggalkan saja. Atau sebaiknya dipertahankan dengan pertimbangan anak dan keluarga. Sementara setiap hubungan memiliki kondisi yang berbeda, di mana orang luar tidak tahu situasinya secara utuh. Karenanya ada beberapa hal yang harus dilakukan atau cara menghadapi perselingkuhan sebelum mengambil keputusan, yang itu tanpa dikuasai emosi atau tekanan orang lain.

Jangan Buru-Buru Mengambil Keputusan

Menghadapi pasangan selingkuh dapat menjadi pengalaman yang sangat mengguncang. Respons seperti marah, menangis, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau sulit berkonsentrasi dapat muncul setelah seseorang mengalami pengkhianatan dalam hubungan.

Dalam kondisi emosional yang sangat tinggi, keputusan besar sebaiknya tidak dilakukan secara impulsif. Ini bukan berarti perselingkuhan harus dimaklumi atau korban harus menunggu tanpa batas, melainkan memberi ruang untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Langkah awalnya adalah mengamankan diri secara emosional dan fisik. Jika pembicaraan dengan pasangan berpotensi berubah menjadi pertengkaran atau kekerasan, percakapan dapat ditunda dan dilakukan di tempat yang lebih aman.

Setelah emosi sedikit mereda, pastikan pula informasi yang dimiliki. Ada perbedaan antara dugaan, kabar dari orang lain, bukti, dan pengakuan pasangan. Memastikan fakta penting agar keputusan tidak dibangun di atas asumsi.

Namun, memastikan fakta bukan berarti seseorang harus mengumpulkan setiap detail perselingkuhan. Terlalu banyak informasi justru dapat memperparah tekanan emosional. Yang lebih penting adalah mengetahui hal-hal yang relevan untuk menentukan langkah berikutnya.

Lihat Respons Pasangan Setelah Perselingkuhan Terungkap

Perselingkuhan memang merupakan pelanggaran kepercayaan, namun setelah kejadian tersebut, hal lain yang penting diperhatikan adalah bagaimana pasangan merespons ketika perselingkuhan diketahui.

Apakah ia mengakui perbuatannya dan bertanggung jawab, atau justru menyalahkan pasangan? Apakah hubungan dengan pihak ketiga benar-benar dihentikan? Apakah ia bersedia terbuka dan melakukan perubahan, atau hanya meminta maaf tetapi kemudian mengulangi perilaku yang sama? Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu melihat apakah hubungan masih memiliki ruang untuk diperbaiki.

Dalam upaya pemulihan hubungan setelah perselingkuhan, kepercayaan tidak dapat kembali hanya karena pelaku mengatakan ‘maaf’. Pemulihan membutuhkan perubahan perilaku yang konsisten dan kesediaan kedua pihak untuk menghadapi persoalan yang muncul.

Jika pasangan memilih bertahan, pembicaraan mengenai batasan hubungan juga perlu dibuat lebih jelas. Misalnya, apa yang dianggap sebagai perilaku yang melanggar kepercayaan, bagaimana komunikasi dengan pihak ketiga, dan langkah apa yang akan dilakukan jika kesepakatan tersebut kembali dilanggar.

Konseling pasangan atau bantuan profesional juga dapat dipertimbangkan apabila kedua pihak kesulitan membicarakan masalah tanpa terus terjebak dalam konflik. Namun, memperbaiki hubungan bukan kewajiban korban perselingkuhan. Seseorang juga berhak memilih mengakhiri hubungan jika merasa tidak lagi mampu atau tidak ingin melanjutkannya.

Bertahan atau Berpisah Adalah Keputusan Pribadi

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang yang menghadapi perselingkuhan. Ada pasangan yang memilih berpisah setelah perselingkuhan. Ada pula yang memutuskan mempertahankan hubungan dan membangun kembali kepercayaan. Kedua keputusan tersebut memiliki konsekuensi masing-masing dan perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi hubungan yang sebenarnya.

Beberapa pertanyaan dapat membantu seseorang melihat situasinya dengan lebih jernih: Apakah pasangan benar-benar bertanggung jawab? Apakah perselingkuhan sudah dihentikan? Apakah ada perubahan perilaku yang konsisten? Apakah hubungan masih terasa aman secara emosional? Apakah kedua pihak masih ingin memperbaikinya? Dan yang tidak kalah penting, apakah seseorang memilih bertahan karena memang menginginkannya atau karena takut terhadap penilaian keluarga dan lingkungan?

Anak juga sering menjadi pertimbangan. Namun, keputusan mengenai hubungan tidak seharusnya hanya didasarkan pada anggapan bahwa anak pasti lebih baik jika orang tua tetap bersama. Yang perlu dipertimbangkan adalah kualitas lingkungan keluarga, termasuk tingkat konflik dan rasa aman yang dialami anak.

Di sinilah media sosial perlu ditempatkan pada porsinya. Standar media sosial yang mengatakan bahwa jika terjadi perselingkuhan artinya hubungan tak lagi layak untuk dipertahankan, harus dicerna dengan hati-hati. Cerita orang lain dapat memberikan perspektif, namun tidak bisa menggantikan penilaian terhadap kehidupan sendiri.

Netizen mungkin hanya melihat satu unggahan, sementara orang yang menjalani hubungan mengetahui sejarah, kondisi, dan konsekuensi keputusan tersebut secara jauh lebih lengkap. Jika terdapat kekerasan fisik, ancaman, pemaksaan, kontrol yang membahayakan, atau risiko kesehatan seksual, prioritasnya berbeda: keselamatan dan bantuan profesional perlu didahulukan.

Perselingkuhan memang dapat mengubah sebuah hubungan secara drastis. Namun seseorang tidak harus langsung menentukan seluruh masa depannya pada hari ketika ia mengetahui pengkhianatan tersebut. Mengambil waktu untuk memahami fakta, melihat respons pasangan, menetapkan batasan, mencari dukungan yang tepat, kemudian mempertimbangkan pilihan secara sadar dapat membantu keputusan yang diambil benar-benar menjadi keputusan dirinya sendiri. (bl/sa)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: ceraipasangan selingkuhperselingkuhan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pasangan menghadapi perselingkuhan dan mempertimbangkan bertahan atau berpisah

Pasangan Selingkuh? Jangan Buru-Buru Berpisah, Lakukan 5 Hal Ini

Flu disease. Foto: Unsplash

Flu Mulai Ramai di Jawa Timur, Haruskah Kita Khawatir?

HLM TP2DD Kota Kediri 2026, Mbak Wali Luncurkan SAPADANA Terbaru untuk Permudah Pembayaran Pajak

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In