• Login
Bacaini.id
Saturday, February 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

13 Februari 2014 menjadi malam penuh ketakutan saat Gunung Kelud meletus, melumpuhkan Kediri, menutup bandara dan kawasan wisata di Yogyakarta, serta meninggalkan jejak abu vulkanik yang membekas hingga kini

ditulis oleh Editor
13 February 2026 23:57
Durasi baca: 3 menit
Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Erupsi Gunung Kelud 13 Februari 2014 membuat Kediri lumpuh dan Yogyakarta gelap akibat hujan abu tebal (foto/ist/IG)

Bacaini.ID, KEDIRI – Erupsi Gunung Kelud berlangsung pada 13 Februari 2014. Di letusan termutakhir 12 tahun silam itu kubah atau anak Kelud yang mencuat sejak tahun 2008, lenyap. Hancur bersama semburan lava kemerahan.

Pukul 22.50 WIB, erupsi Kelud terlihat jelas. Dari belakang kantor Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, lava merah terlihat menyembur tinggi. Diiringi suara bergemuruh, terlontar ke udara berkali-kali.

Malam yang mencekam. Langit yang sebelumnya terang benderang oleh purnama, berangsur-angsur gelap. Ditutup material debu tebal vulkanis yang berarak-arak ditiup angin diiringi percikan arus listrik.

Baca Juga:

  • Sejarah Siklus Letusan Gunung Kelud
  • Letusan Kelud Seperti Bom Hiroshima
  • Hujan Pasir di Malam Buta

Di atas pematang sawah berdiri sekitar 12 orang laki-laki dewasa. Mereka tidak sesenti pun menggeser pandangan ke arah Utara. Terdengar lirih takbir dipanjatkan berkali-kali.

Sebelum debu hangat bercampur kerikil jatuh semakin deras, semuanya bergegas pergi. Sementara di jalan besar terlihat pemandangan hiruk pikuk. Jalan utama telah diblokade. Semua yang hendak ke Utara distop.

Seperti diketahui, sebagian besar wilayah Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar merupakan zona merah. Zona rawan. Malam itu sebagian besar warga dievakuasi ke arah selatan, menjauhi Nglegok.

Dampak erupsi Kelud, Kediri lebih parah dari Blitar

Di wilayah Blitar Raya, hujan abu akibat erupsi Kelud berhenti sekitar pukul 02.30 WIB dini hari atau 14 Februari 2014. Abu bertebaran di atas genting-genting rumah warga, namun tipis.

Begitu juga di jalan-jalan Blitar Raya. Debu Kelud yang bertebaran tidak tebal. Disapu guyuran hujan sehari pasca erupsi, abu vulkanis di jalan-jalan raya relatif bersih.

Pemandangan berbeda terlihat di Kediri Raya. Jalan Dhoho Kota Kediri berubah menjadi lautan pasir berhari-hari. Debu Kelud juga menebal di genting dan atap rumah warga.

Saat hujan mengguyur banyak atap rumah warga di Kediri yang ambrol karena tidak mampu menahan beban. Air membuat abu vulkanis semakin berat.

Banyak yang membandingkan erupsi Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 lebih dahsyat ketimbang letusan tahun 1990.

Namun dampak kerusakan yang terjadi di Kediri lebih parah ketimbang Blitar, dan itu baru pertama kali terjadi dalam sejarah erupsi Kelud.

Pada erupsi 2014 dampak parah juga terjadi di wilayah Yogyakarta. Informasi warga, hujan abu di Yogyakarta dan sekitarnya berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB pagi.

Tebalnya hujan abu membuat jarak pandang pengendara motor dan mobil hanya sekitar 3-5 meter. Tebalnya abu vulkanik Kelud membuat sejumlah tempat wisata di Yogyakarta ditutup.

Jalan Malioboro ditutup. Kawasan Candi Borobudur dan Candi Prambanan ditutup. 7 bandar udara di Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Cilacap dan Bandung, juga ditutup.

Penutupan bandar udara mengakibatkan kerugian material miliaran rupiah. Belum lagi kerusakan di kawasan pertanian dan peternakan. Sebanyak 12.304 bangunan, termasuk rumah warga rusak.

Erupsi pada 13 Februari 2014 terjadi di saat Gunung Kelud menjadi perebutan antara Pemkab Blitar dengan Pemkab Kediri. Terjadi sengketa sengit 2 pemerintah daerah.

Masalah dipicu oleh terbitnya SK Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang menyatakan Gunung Kelud masuk wilayah Kabupaten Kediri. Milik Kediri. Pemkab Blitar menggugat ke PTUN.

Belakangan sengketa yang hingga dibawa sampai pusat itu diberi putusan status quo. Artinya Gunung Kelud bukan milik Blitar maupun Kediri.  

Yang menarik, sengketa Kelud itu sempat menimbulkan pro kontra di media sosial dan dikaitkan dengan dampak parah erupsi yang menimpa Kediri dan Yogyakarta.

Konon, penandatanganan SK Gubernur Jawa Timur terkait status Kelud sebagai milik Kediri dilakukan di Yogyakarta.

Pada sisi lain, sejumlah orang melihat erupsi dengan sudut pandang lain. Sudut pandang kearifan lokal. Bahwa erupsi Kelud yang terjadi bukan bencana.

“Tapi Gunung Kelud sedang bagi-bagi pupuk. Sedang berbagi kesuburan. Karenanya abu Kelud menyebar di mana-mana,” katanya.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: nostalgia erupsi kelud
Via: erupsi kelud
Tags: erupsi keludGunung KeludKedirikelud 2014nostalgia erupsi keludyogyakarta
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

Pendamping hukum Revolutionary Law Firm menyampaikan ultimatum kepada Perhutani dalam audiensi soal hak kelola hutan di Blitar

Bukan Forum Basa-basi! Warga Blitar Kepung Perhutani, Ultimatum Soal Hak Kelola KHDPK

Penukaran uang baru Lebaran 2026 di layanan BI

Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftar Online

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In