Bacaini.id, JOMBANG – Seorang seniman asal Dusun Banjarsari di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Jombang memiliki profesi unik. Hanya memanfaatkan sampah bekas, dia mengubahnya menjadi lukisan bernilai jutaan rupiah.
Dia adalah Samiaji, pria berusia 40 tahun yang tak berhenti mengorek sampah. Aktivitasnya menyusuri sekitar rumah dan sungai untuk mencari barang-barang yang dibuang. Mulai sampah plastik hingga popok bayi dia angkut.
Samiaji bukanlah pemulung atau pengepul rosok. Sampah yang dikumpulkan adalah bahan bakunya dalam membuat seni lukisan. “Benda-benda itu saya tempel di atas triplek untuk dilukis,” katanya kepada Bacaini.id, Jumat 19 Maret 2021.
baca ini Warung Mbok Semah Jombang Jual Lodeh Omzet 5 Juta Sehari
Teknik melukis yang dilakukan Samiaji cukup unik. Seniman kampung ini menata sampah sedemikian rupa di atas kanvas, hingga menghasilkan lukisan relief. Alhasil penampakannya menjadi lebih menarik dibandingkan lukisan biasa yang rata di atas kanvas.
Melukis sampah sebenarnya bukan cita-cita Samiaji sejak awal. Semula dia hanya ingin mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati membuang sampah. Namun lambat laun produk yang dibuatnya justru diterima pasar.
“Sebenarnya ini bentuk keprihatinan saya terhadap budaya membuang sampah sembarang yang belum hilang dari masyarakat kita,”ujarnya.
Di luar dugaan, produk yang dibuatnya mendapat apresiasi dari penikmat seni. Bahkan karyanya yang dibuat dari sampah laku hingga jutaan rupiah.
baca ini Gaun Aurel Hermansyah Jadi Tren Calon Pengantin
Salah satunya adalah lukisan yang disusun dari sampah popok. Teknik membuatnya gampang. Pertama-tama Samiaji membelah popok menjadi lembaran. Selanjutnya dia menempelkan di atas papan triplek dengan lem. Tak cukup itu, dia juga menambah aneka aksesoris dengan memanfaatkan limbah plastik aneka warna.
Untuk menyempurnakan lukisan dekoratis abstrak ini, Samiaji menggoreskan cat. Pengecatan ini dilakukan dengan bantuan kompresor untuk menghasilkan warna yang merata. “Kalau popok dan limbah masker jadinya lukiran plural printing,” katanya.
Lukisan aneka motif dan jenis ini dijual sesuai tingkat kerumitan yang diinginkan pembeli. Proses pembuatannya juga tak singkat.
Haga setiap lukisan dibanderol mulai Rp 100 ribu hingga 1,5 juta. “Saya bisa melukis natural, realis, romantisme, plural printing, ekspresionisme hingga abstrak,” pungkasnya.
Penulis: Syailendra
Editor: HTW
Tonton Video