• Login
Bacaini.id
Sunday, February 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mitos Kampung Mati di Nganjuk, Malapetaka Datang Jika Pantangan ini Dilanggar

ditulis oleh Editor
13 July 2023 19:12
Durasi baca: 2 menit
Salah satu rumah yang masih berdiri di kampung mati Dusun Sokoliman. Foto: Bacaini/Asep Bahar

Salah satu rumah yang masih berdiri di kampung mati Dusun Sokoliman. Foto: Bacaini/Asep Bahar

Bacaini.id, NGANJUK – Di tengah hutan Dusun Sokoliman, Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Nganjuk terdapat kampung mati yang disakralkan oleh warga. Mitos berkembang, wilayah itu hanya boleh ditempati tiga KK dan jika dilanggar maka akan datang malapetaka.

Disebut sebagai kampung mati, akses menuju Dusun Sokoliman terbilang ekstrem. Sepanjang jalan setapak terdapat tanjakan, turunan, hingga kelokan tajam di tengah hutan, diapit lebatnya pepohonan besar. Bahkan, jarak dengan pemukiman terdekat masih sekitar tiga kilometer.

Seorang karyawan PerumPerhutani KPH Nganjuk, Susilo menceritakan bahwa Dusun Sokoliman ditinggal penghuninya secara berangsur-angsur sejak lima tahun lalu. Kampung di tengah hutan itu semakin sepi, karena warga memilih pindah ke pemukiman yang lebih ramai.

“Kebanyakan karena anak-anak yang tidak tega melihat orang tuanya tinggal di tengah hutan. Di sana tidak ada penerangan, akses jalan juga sulit, apalagi kalau hujan,” kata Susilo mengawali ceritanya kepada Bacaini.id, Kamis, 13 Juli 2023.

Pria yang juga aktif di Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kota Sejuk) ini mengungkapkan, Dusun Sokoliman belum teraliri listrik. Saat malam tiba, warga mengandalkan penerangan dari lampu minyak, atau senter meskipun jarang.

Sementara saat siang hari warga beraktivitas di sawah yang jaraknya hanya beberapa langkah saja dari rumah. Kini, di kampung mati hanya tersisa dua bangunan rumah berdinding kayu lapuk dengan atap genting berlumut.

Rumah diantara pepohonan serta tanaman yang sebagian tampak mengering itu tidak sepenuhnya kosong. Masih terdapat perabotan rumah tangga usang dan berdebu di dalamnya, seperti lemari kayu, meja kayu, pawonan juga gentong dari tanah liat.

“Memang masih ada yang datang. Mereka ke Sokoliman hanya untuk bertani, rumah yang ada sekedar untuk istirahat setelah kerja di sawah lalu ditinggal lagi,” ungkap Susilo.

Keberadaan kampung mati tidak lepas dari mitos yang berkembang dan masih dipercaya hingga sekarang. Sokoliman tidak boleh dihuni lebih dari tiga KK, jika dilanggar, malang bakal menimpa penghuninya.

Mitos itu diperkuat dengan kisah satu keluarga yang mengalami sakit-sakitan hingga meninggal dunia. Satu keluarga yang baru menggelar pernikahan dianggap melanggar pantangan, karena sejak mereka datang, jumlah KK di dusun sakral itu terhitung lebih dari tiga.

“Saya dengar, kejadian seperti itu pernah terjadi dua kali, tahun 1976 dan 1983. Warga percaya, bila melanggar pantangan, maka akan datang melapetaka. Seperti cerita satu keluarga yang meninggal dunia,” tandas Susilo.

Berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga, di Dusun Sokoliman terdapat punden yang disakralkan warga. Di dalam cungkup berdinding kayu itu terdapat enam makam. Biasanya warga datang untuk berziarah, nyadran atau bersih desa.

Penulis: Asep Bahar
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: dusun sukolilo nganjukkampung matimitos sakralurban legend
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir dan Longsor Terjang Watulimo Trenggalek, Jalan Raya Bandung–Prigi Putus Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In