• Login
Bacaini.id
Thursday, May 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Menunggang Vespa, Hobi dan Investasi

ditulis oleh
12 August 2020 06:40
Durasi baca: 2 menit
Deretan skuter milik karyawan Doho TV yang terparkir di garasi. Foto: Bacaini

Deretan skuter milik karyawan Doho TV yang terparkir di garasi. Foto: Bacaini

Motor vespa sedang naik daun. Kendaraan bermesin kanan ini banyak berseliweran di jalanan kota dan kabupaten Kediri dengan beragam varian. Kediri sedang gandrung vespa.

Tak sekedar menjadi alat transportasi, kendaraan asal Itali ini telah menjadi gaya hidup. Sebab rata-rata pemilik vespa sudah memiliki motor lain produksi Jepang, yang mereka juluki motor Jepangan.

Lalu kenapa mereka gandrung dengan motor yang  mempunyai bentuk dan suara knalpot yang khas ini?

Niki Ariyanto, 29 tahun, memiliki alasan khusus kenapa menunggang vespa. Karyawan perusahaan televisi di Kediri ini rela merogoh kocek Rp 9,5 juta untuk membeli vespa jenis Super keluaran tahun 1976.

Niki tertarik memiliki motor vespa setelah melihat beberapa teman kantornya menunggang vespa. Mereka terlihat asyik dan keren. Selain berkendara, motor vespa juga modis untuk kongkow di cafe. Beberapa kali mereka touring bersama ke tempat wisata.

“Saya lihat teman-teman yang punya vespa memiliki kebanggan tersendiri. Terlihat nyaman dan enak saat mengendarainya. Saat saya coba, ternyata benar jadi pusat perhatian orang-orang,” kata Niki kepada Bacaini, Rabu 12 Agustus 2020.

Salah satu klub vespa Kediri saat touring. Foto: Bacaini

Selain alasan itu, pria asal Warujayeng Nganjuk ini memiliki pertimbangan lain menunggang vespa. Selain alat transportasi, memiliki vespa sama seperti berinvestasi. Berdasarkan pengakuan kolega Niki sesama penghobi vespa, harga jual kendaraan ini terus melambung. Pasarnya juga besar dan tak kesulitan mencari pembeli. “Ini hobi sekaligus investasi,” katanya.

Dia mencontohkan, vespa jenis tertentu produksi tahun 1960-an seperti VBB dan PTS memiliki harga jual bagus. Besi tua itu bahkan bisa mencapai puluhan hingga mendekati seratus juta. Tergantung kondisi motor dan keontentikan mereka.

Alasan itu pula yang mendorong Noli Kristiawan, 39 tahun, untuk memiliki vespa. Tak tanggung-tanggung, Kepala Produksi Dhoho TV ini memiliki tiga vespa di garasi rumahnya Kertosono Nganjuk. Menurut Noli, ketiga motornya kerap ditawar orang untuk dibeli. “Saya tidak ingin menjualnya saat ini. Justru akan saya tambah karena memiliki vespa tidak ada ruginya,” kata Noli.

Pertimbangan Noli cukup rasional. Dengan tidak adanya pabrikan yang memproduksi vespa lagi, maka pasaran motor ini dipastikan naik. Makin tua usia produksinya makin mahal.

Niki dan Noli adalah dua dari ratusan skuteris di Kediri. Mereka tergabung dalam puluhan club vespa yang melibatkan banyak kalangan. Bahkan beberapa club dibentuk untuk mewakili penghobi vespa di tempat kerja, baik swasta maupun pemerintah.

Sebut saja Iwhan Tricahyono dari PT Gudang Garam Tbk. dan Anang Kurniawan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Pemkot Kediri. Keduanya dikenal penyuka skuter yang kerap melakukan touring. Tak jarang Iwhan dan Anang nimbrung ke komunitas J-Scok, klub skuter yang didirikan pekerja media di Kediri. (BS)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: J-scokskutervespa
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tampilan aplikasi Friendster terbaru di iPhone dengan konsep media sosial anti algoritma dan desain minimalis

Friendster Kembali Hadir, Media Sosial Anti Algoritma yang Bikin Anak Warnet Nostalgia

Ratusan anggota PSHT Kabupaten Blitar menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Blitar dengan mengenakan pakaian hitam dan membawa poster tuntutan

PSHT Kabupaten Blitar Gelar Aksi Damai, Desak Pemda dan Polisi Tertibkan Kelompok Ilegal

Ilustrasi bunuh diri. (foto/ist)

Pusiknas Polri Ungkap Kasus Bunuh Diri di Indonesia Meningkat

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In