• Login
Bacaini.id
Monday, April 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengenal Dua Pahlawan Nasional dari Jombang

ditulis oleh
10 November 2020 16:25
Durasi baca: 2 menit
Makam dua pahlawan nasional dari Jombang. Foto: nu.or.id

Makam dua pahlawan nasional dari Jombang. Foto: nu.or.id

JOMBANG – Peringatan Hari Pahlawan 10 November mengingatkan kita pada dua tokoh besar dari pesantren di Jombang. Meski berlatar belakang pondok, keduanya tercatat sebagai Pahlawan Nasional yang berjasa bagi kemerdekaan bangsa.

Tokoh pertama adalah KH Abdul Wahid Hasjim. Lahir di Jombang pada 1 Juni 1914, Kiai Wahid Hasjim menerima anugerah pahlawan nasional dari pemerintah Republik Indonesia. Ayah presiden keempat Abdurrahman Wahid ini juga sempat menjabat Menteri Negara dalam kabinet Soekarno – Hatta.

Kemampuan intelektual beliau di bidang politik, pendidikan, agama, kenegaraan, dan pesantren tak bisa ditandingi siapapun. Potensi ini bahkan sudah terlihat sejak beliau muda dan mengenyam pendidikan di berbagai pondok pesantren di Jawa Timur dan Mekkah.

Di usia 21 tahun, Kiai Wahid Hasjim membuat terobosan sistem pendidikan pesantren. Dia memadukan pola pengajaran pesantren yang menitikberatkan ajaran agama dengan pelajaran ilmu umum. Sistem klasikal diubah menjadi sistem tutorial. Selain pelajaran Bahasa Arab, murid juga diajari Bahasa Inggris dan Belanda. Sistem pendidikan ini dinamakan madrasah nidzamiyah.

Tumbuh di lingkungan pesantren, kemampuan intelektual Kiai Wahid Hasjim soal tata negara mengundang decak kagum. Sepak terjang Kiai Wahid Hasjim berawal ketika terpilih menjadi Ketua Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada tanggal 24 Oktober 1943. Saat itu Indonesia dalam pendudukan Jepang.

Selaku pemimpin Masyumi, Kiai Wahid Hasjim merintis pembentukan Barisan Hizbullah yang membantu perjuangan umat Islam untuk mengusir penjajah. Hebatnya, tak hanya melakukan gerakan politik, Kiai Wahid Hasjim juga mendirikan Sekolah Tinggi Islam di Jakarta pada tahun 1944.

Karier politiknya terus menanjak dengan cepat. Dia terpilih menjadi Ketua PBNU, anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), hingga Menteri Agama pada tiga kabinet (Hatta, Natsir, dan Sukiman).

Rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam Pancasila sebagai pengganti dari “Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya” tidak terlepas dari peran seorang Wahid Hasjim. Wahid dikenal sebagai tokoh yang moderat, substantif, dan inklusif.

  1. Wahid Hasjim meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil di Kota Cimahi tanggal 19 April 1953.

Tokoh kedua adalah KH. Hasjim Asy’ari, putra Kyai Asy’ari, pemimpin Pondok Pesantren di sebelah selatan Jombang. KH. Hasjim Asy’ari memiliki darah keturunan Sultan Pajang Jaka Tingkir.

Sejak usia 15 tahun ia berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, seperti Pesantren Wonokoyo Probolinggo, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Trenggilis Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan, dan Pesantren Siwalanpanji Sidoarjo. Pada tahun 1892, K.H. Hasjim Asy’ari pergi menimba ilmu ke Mekah.

Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, K.H. Hasjim Asy’ari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20. Salah satu hasil pemikirannya yang masih tak pernah lekang oleh zaman adalah Nahdlatul Ulama. Organisasi yang didirikan pada tahun 1926 ini bertahan hingga sekarang, dan menjadi organisasi massa terbesar di Indonesia.

Semasa hidupnya, almarhum menikah tujuh kali, dengan empat di antaranya putri ulama. Mereka adalah Khadijah, Nafisah, Nafiqah, dan Masrurah. Salah seorang putranya, Wahid Hasyim adalah salah satu perumus Piagam Jakarta yang kemudian menjadi Menteri Agama. Sedangkan cucunya Abdurrahman Wahid pernah menjabat Presiden Indonesia. (HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kh hasyim asy'arikh wahid hasjimpahlawan nasionalponpes tebuireng jombang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

ilustrasi kasus penganiayaan dalam keluarga di Trenggalek Jawa Timur

Mertua di Trenggalek Jadi Tersangka Penganiayaan Menantu, Mediasi Gagal

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik pejabat negara/pemerintah di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Reshuffle Kabinet Prabowo Rekrut Tokoh Buruh, TNI, Hingga Konsultan Politik

Ketua BPJS Watch Jatim Arief Supriyono S.T.,S.H.,S.E.,M.M.,CDRP

BPJS Kesehatan Terancam Defisit?!

  • Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

    Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Larung Sembonyo Trenggalek 2026: Ribuan Warga Ikuti Ritual Syukur Nelayan Prigi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In