• Login
Bacaini.id
Monday, May 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Membongkar Rahasia Kelezatan Kue Bolen di Baking Class BacaGaya, Yuk Intip Kemeriahannya

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
3 February 2025 11:09
Durasi baca: 3 menit
Membongkar Rahasia Kelezatan Kue Bolen di Baking Class BacaGaya, Yuk Intip Kemeriahannya  (foto/Bacaini)

Membongkar Rahasia Kelezatan Kue Bolen di Baking Class BacaGaya, Yuk Intip Kemeriahannya (foto/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI – Program Baking Class BacaGaya, kanal utama life style dan entertainment media online Bacaini.ID, kembali digelar.

Berlangsung di home base Bacaini.ID di Kediri, para peserta Baking Class batch ke-3 dikenalkan resep dan cara membikin kue bolen dengan rasa aduhai.

Rahasia kelezatan bolen yang diketahui berasal dari Bandung Jawa Barat dan merupakan hasil inovasi dari resep pastry Belanda itu, dibedah.

Galuh Hapsari atau akrab disapa Ibu Gals selaku mentor yang lama malang melintang di dunia pastry, membawakan materi dan praktik dengan rileks.

Celetukan-celetukan jenakanya di sela penyampaian materi dan praktik, bikin para peserta baking class serasa memasak di dapur rumah sendiri.

“Ini kelasnya kita buat santai tapi juga dengan praktik yang sungguh-sungguh ya,” tutur Ibu Gals saat memulai baking class Minggu (2/2/2025).

Tentu semua pernah mencicipi bolen isian tape. Atau durian ketika lagi musim, dan yang paling umum, bolen isian pisang.

Tapi untuk rasa bolen yang aduhai sekaligus membekas di memori lidah, kata Galuh ada rahasia khusus yang tidak semua orang mengerti.

Selain kualitas bahan-bahan, komposisi atau takaran, proses memasak kue bolen juga jadi penentu yang sangat penting.

“Itu kenapa meski tahu resepnya, namun ketika dicoba rasanya tidak sama. Karena ada rahasianya, dan disini kita bedah sama-sama,” lanjutnya sembari ketawa.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Lila, pelajar kelas 10 SMA. Lila mengaku sempat belajar baking, tepatnya saat berlangsungnya wabah Covid-19.

Pada Baking Class BacaGaya ini, kata dia tingkat tersulit ada pada proses melipat dan menggilas bahan (adonan) kue bolen.

Sepintas memang tampak sederhana, tinggal digilas dan dilipat. Padahal proses pengolahan ini perlu ketepatan dan tidak terburu-buru.

“Kesulitannya pada saat menggilas, jika tekniknya tidak pas lipatan menjadi robek dan tidak lebar,” tuturnya. 

Dalam baking class juga terungkap bahwa setiap isian kue bolen memiliki tata cara sendiri, yang tidak sama satu sama lain.  

Misalnya isian bolen pisang, jauh lebih mudah ketimbang tape atau durian. Sebab pisang tinggal digoreng dengan margarin lalu di potong-potong secukupnya.

Berbeda dengan bolen durian dan tape. Ada proses pemasakan khusus serta tambahan gula halus, garam, dan tepung roti.

Hal itu untuk pencapaian hasil kue bolen dengan penampakan tekstur lembut, tanpa serat kasar.

Lenny, salah satu peserta lain bertestimoni materi pengetahuan dan praktik yang diperoleh dalam baking class sangat membantunya.

Dalam baking class ini, semua peserta diberi kesempatan yang sama untuk mencoba membuat bolen dari step awal hingga akhir. 

Selain pengetahuan, para peserta juga mendapatkan sertifikat dan merchandise dari Bacaini.ID.

“Rencana untuk ke depannya belajar bolen sampai bisa, dan semoga bisa menghasilkan cuan,” ungkapnya.

Penulis: Eka

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacagayabacaini.idbaking classbolenkue bolen
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Agus (kiri) dan Bambang Soesatyo. Foto: Instagram @agus_hadsoe

Staf Bamsoet Flexing Naik Jet Pribadi, Warganet: Bingung Sumber Hartanya

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In