• Login
Bacaini.id
Tuesday, March 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Martabak India Malabar Bang Amar, Paling Enak di Jember

ditulis oleh
31 October 2020 14:38
Durasi baca: 2 menit
Kedai martabak malabar India Bang Amar di Jl Yos Sudarso Jember. Foto:Bacaini/HTW

Kedai martabak malabar India Bang Amar di Jl Yos Sudarso Jember. Foto:Bacaini/HTW

JEMBER – Siapa tak suka martabak. Menu kuliner ini kerap memancing air liur jika disantap dalam kondisi hangat. Butiran cabe rebus dan acar melengkapi kenikmatan mengunyah martabak yang kaya akan daging dan telor.

Di Jember, tepatnya di Jalan Trunojoyo yang menjadi pusat perbelanjaan Kabupaten Jember, terdapat lapak martabak yang cukup populer. Namanya martabak India Malabar Bang Amar.

Lapak ini bisa ditemukan di di atas trotoar bahu jalan sebelah kiri arah ke Pasar Tanjung. Meski berkelas kaki lima, namun tak sulit menemukan lapak martabak yang selalu ramai ini. Kedai martabak milik Bang Amar ini nyaris tak pernah sepi pengunjung.

Warna kedainya kuning, hampir sama dengan warna kedai martabak di kota-kota lain. Hanya saja tak ada terang lampu neon yang menjadi ciri khas kedai martabak di kawasan mataraman.

Sepintas cara pembuatan martabak di tempat ini sama dengan martabak telor atau martabak asin. Bahan dasarnya sama, bawang bombai, telur, daun bawang, dan daging.

Jika martabak Jawa menggunakan daging sapi, martabak Malabar menggunakan daging kambing. Ini karena makanan ini banyak dikenalkan oleh orang-orang keturunan India yang bermukim di tanah air. Termasuk Bang Amar.

Dia adalah pria keturunan India yang memilih bisnis pembuatan martabak. Tak butuh pembuktian jika dirinya berdarah India, lantaran wajahnya yang hampir mirip dengan Shah Rukh Khan. Bedanya, Shah Rukh Khan terlihat kerap bersama wanita cantik, sedangkan Bang Amar memilih intim dengan spantula dan wajan.

Cara mengolah martabak malabar juga beda. Di sini jangan harap bisa melihat adegan memukul dan membanting adonan kulit martabak, serta menariknya hingga lebar. Sebab martabak malabar dibuat tanpa kulit sama sekali.

Racikan bumbu, telor, dan daging kambing diaduk di dalam wadah, sebelum dituang di atas loyang datar perlahan-lahan. Tak ada genangan minyak di sana. Permukaan loyang terlihat kering. Agar tak lengket, Bang Amar menyemprotkan minyak ke kanan kiri martabak dan membiarkannya masak.

Ketebalan martabak diraih dengan menambahkan adonan di atas martabak setengah matang. Sehingga lambat laun martabak itu menjadi tebal meski dengan bentuk tak serapih martabak kulit. Sepintas penampakannya mirip omlet.

Setelah memastikan bagian dalamnya masak, Bang Amar membolak balik martabak dan mengangkatnya dari loyang. Tak ada tetesan minyak karena sedikitnya minyak goreng yang dipakai.

Untuk melengkapi menu ini, beberapa cabai rebus dan acar disajikan bersama satu porsi martabak malabar yang dibanderol beragam. Mulai harga Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per porsi. Tebal tipisnya martabak menjadi pembeda harga.

Bang Amar mengklaim martabak buatannya tak bisa ditiru siapapun. Untuk meraciknya diperlukan bumbu khusus yang dia olah dari resep warisan keluarga.

Meski berkelas kaki lima, siapa sangka jika kedai ini telah membuka outlet di beberapa kota, seperti Surabaya, Tuban, dan Bondowoso. “Seluruh bumbunya saya kirim dari sini, karena tak akan bisa dibajak,” kata Bang Amar. (HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kuliner jembermartabakmartabak india malabar bang amarmartabak malabar
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Evakuasi awak kapal KM Natasya 01 yang tenggelam setelah menabrak karang di perairan Trenggalek

5 Orang Terkatung di Perairan Trenggalek Usai KM Natasya 01 Tabrak Karang

Petugas mengevakuasi potongan tubuh korban di jalur rel kereta api Desa Kepuhrejo Tulungagung

Warga Tulungagung Temukan Ceceran Tubuh di Perlintasan KA

Gedebok pisang yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan sumber serat alami

Manfaat Gedebok Pisang dan Potensi Ekonominya, dari Pangan Sehat hingga Industri Ramah Lingkungan

  • SPPG Blitar tidak memenuhi syarat sanitasi

    Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In