Bacaini.ID, KEDIRI – Blewah menjadi buah khas bulan puasa. Setiap Ramadan selalu melimpah ruah di pasaran dan menjadi salah satu buah favorit untuk penyegar berbuka.
Blewah tak hanya menjadi tradisi, namun juga direkomendasikan secara medis sebagai menu berbuka puasa karena kandungannya dinilai sangat pas untuk dikonsumsi setelah seharian tanpa makan dan minum.
Baca Juga:
- Jangan Asal Manis! Ini Rahasia Buka Puasa Aman agar Gula Darah Tetap Stabil
- Es Pisang Ijo Jadi Primadona Menu Berbuka Warga Jakarta
Blewah atau biasa disebut garbis mengandung sekitar 90% air. Ini membuat blewah sangat efektif untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang setelah berpuasa lebih dari 12 jam.
Buah ini juga bersifat alkali (basa), yang aman bagi penderita mag atau asam lambung yang perutnya kosong seharian.
Selain itu, blewah memiliki indeks glikemik rendah. Artinya, ia meningkatkan gula darah secara perlahan, sehingga tidak membuat tubuh cepat lemas setelah makan.
Kandungan kaliumnya juga dapat membantu menetralkan tekanan darah dan menjaga keseimbangan elektrolit tubuh yang seringkali turun saat seseorang berpuasa.
Blewah kaya akan air, vitamin A, C, kalium, dan serat, yang sangat efektif mencegah dehidrasi, melancarkan pencernaan, dan meningkatkan imunitas.
Untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, tak perlu menunggu saat bulan puasa dulu. Blewah bisa dikonsumsi rutin sebagai minuman sehat atau dimakan langsung jika suka.
Berikut beberapa manfaat kesehatan blewah jika dikonsumsi rutin:
Mencegah Dehidrasi dan Melancarkan Pencernaan
Kandungan airnya yang tinggi membantu menjaga cairan tubuh, terutama saat cuaca panas atau puasa.
Sementara kandungan kalium (potasium) dan magnesium yang dimiliki blewah, berfungsi sebagai elektrolit alami.
Elektrolit ini membantu menarik air masuk ke dalam sel tubuh lebih cepat, sehingga pemulihan hidrasi setelah beraktivitas atau berpuasa menjadi lebih optimal. Gula alami dalam blewah memberikan energi tanpa menyebabkan lonjakan insulin yang bisa memicu rasa haus kembali.
Kandungan seratnya juga mencegah sembelit dan menjaga kesehatan usus.
Menjaga Kesehatan Mata
Warna jingga cerah pada daging buah blewah berasal dari beta-karoten. Di dalam tubuh, senyawa ini diubah menjadi Vitamin A yang sangat penting untuk kesehatan retina, mencegah rabun senja, dan perlindungan kornea mata.
Blewah juga mengandung antioksidan jenis karotenoid, yaitu zeaxanthin dan lutein. Keduanya bekerja sebagai ‘tabir surya alami’ bagi mata:
• Menyaring Sinar Biru: Melindungi sel-sel mata dari kerusakan akibat paparan sinar biru (dari matahari maupun layar perangkat elektronik).
• Mencegah Degenerasi Makula (AMD): Menurunkan risiko penyakit mata akibat penuaan yang bisa menyebabkan kebutaan pada lansia.
Blewah Baik Untuk Ibu Hamil
Kandungan folat atau vitamin B9 dalam blewah sangat krusial bagi ibu hamil, terutama pada trimester pertama, karena berperan dalam pembentukan sistem saraf pusat janin.
Folat diperlukan untuk membantu tabung saraf janin menutup dengan sempurna. Tabung saraf ini adalah struktur awal yang nantinya akan berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang.
Selain untuk janin, folat dalam blewah juga membantu ibu hamil.
• Mencegah Anemia: Folat diperlukan untuk memproduksi sel darah merah yang sehat guna menyuplai oksigen ke janin.
• Mencegah Komplikasi: Membantu menurunkan risiko kelahiran prematur dan menjaga kesehatan plasenta.
Cara Konsumsi Blewah Untuk Kesehatan
Lazimnya, blewah di bulan puasa dimanfaatkan sebagai takjil dengan tambahan sirup atau gula. Agar lebih sehat, blewah bisa dicampur dengan air kelapa dan madu, dengan ditambah biji selasih. Hindari menggunakan gula berlebihan.
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan, blewah dianjurkan dikonsumsi langsung tanpa tambahan apapun. Porsi ideal konsumsi blewah untuk orang dewasa sehat adalah sekitar 150 hingga 200 gram per hari, atau setara dengan satu mangkuk kecil potongan buah.
• Bagi Orang Dewasa: Konsumsi 1–2 porsi per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian Vitamin A dan C tanpa kelebihan gula alami.
• Untuk Ibu Hamil: Karena kebutuhan folat dan hidrasi lebih tinggi, mengonsumsi satu mangkuk sedang (sekitar 200-250 gram) sangat baik sebagai camilan sehat.
• Saat Berbuka Puasa: Mulailah dengan 3-4 irisan besar (diserut atau dipotong) yang dicampur air. Hindari porsi berlebihan secara langsung agar perut tidak kaget dan kembung.
Namun perlu diingat, meskipun rendah kalori, blewah mengandung serat yang tinggi. Mengonsumsinya terlalu banyak dalam satu waktu, misalnya lebih dari setengah buah besar sekaligus, bisa menyebabkan perut kembung atau diare pada orang yang sensitif.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





