Bacaini.id, SURABAYA – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi digitalisasi sistem pengawasan kawasan hutan. Melalui sistem barcode, pengelola kawasan hutan dapat mengawasi flora secara daring.
Inovasi pengawasan hutan sistem barcode ini merupakan produk tim Kuliah Kerja Nyata – Pengabdian Masyarakat (KKN-PM) dari ITS di Hutan Sumber Pawon, Kediri. Kawasan hutan ini memiliki luas kurang dari 15 hektare dengan keragaman hayati luar biasa.
“Sebanyak 17 spesies pohon dengan jumlah lebih dari 890 individu ditemukan, di antaranya merupakan spesies langka seperti anggrek hantu,” kata dosen pembimbing lapangan, Iska Desmawati SSi Msi dalam siaran pers yang diterima Bacaini.id, Jumat, 18 November 2022.
Meski memiliki luas wilayah kecil, kawasan hutan yang dilindungi kelestariannya ini kaya akan keanekaragaman biota flora dan fauna. Melalui sistem barcode, pengelola kawasan Hutan Sumber Pawon dapat mengawasi flora yang ada di hutan tersebut secara daring.
Teknisnya, barcode akan diletakkan di depan pohon atau tanaman untuk mempermudah proses pemindaian. Usai dipindai, berbagai informasi terkait flora tersebut seperti nama spesies, persebaran, status kelangkaan, umur, deskripsi umum, dan manfaat tumbuhan akan muncul.
Dosen Departemen Biologi ITS ini menambahkan bahwa informasi yang muncul setelah barcode dipindai bersifat real-time atau berdasarkan waktu yang sebenarnya. Hal ini lantaran data mengenai tumbuhan akan selalu diperbarui secara berkala. “Kami merencanakan pembaruan dan pengecekan data dilaksanakan selama tiga bulan hingga enam bulan sekali,” kata Iska yang memimpin tim beranggotakan 28 mahasiswa dari Departemen Biologi, Teknik Biomedik, dan Fisika.
Dia berharap dengan sistem barcode tersebut, timnya dapat berkontribusi dalam upaya konservasi kawasan Hutan Sumber Pawon. Sehingga secara efektif mengurangi potensi terjadinya pengambilan beberapa jenis spesies tumbuhan di sana.
“Digitalisasi sistem pengawasan di kawasan hutan ini dapat berpengaruh dalam terwujudnya Desa Tempurejo yang berada di sekitar kawasan Hutan Sumber Pawon sebagai desa digital,” pungkasnya.
Penulis: HTW
Tonton video: