• Login
Bacaini.id
Monday, January 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Limbah Singkong Jadi Pupuk Organik

ditulis oleh
22 December 2020 22:14
Durasi baca: 2 menit

KEDIRI – Warga Desa Puhjajar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri melakukan pelatihan pengolahan limbah singkong. Pemateri dalam hal ini adalah salah satu Co Founder Tani Ramen Budaya (TRB) Creative dari Jogjakarta. Selasa 22 Desember 2020.

Founder TRB Creative Dimas Bagus mengatakan, dalam prosesnya, pupuk organik yang dibuat dari limbah singkong harus ditambah dari bahan lain seperti kotoran sapi, garam, kapur dan arang sekam.

“Jadi pak Kades mengajukan surat pada kami untuk melakukan pelatihan di sini meminimalisir limbah singkong,” kata Dimas pada Bacaini.id, Selasa, 22 Desember 2020.

Dia juga mengatakan, proses pembuatan pupuk ini memerlukan waktu singkat, sekitar satu jam. Berbeda dengan pembuatan pupuk yang menggunakan teori komposting dengan waktu lama, sekitar 21 hari. Selain itu, menurut Dimas pupuk buatan ini lebih sesuai jika digunakan oleh warga desa Puhjajar. “Selain mudah dan cepat, olahan limbah ini akan bermanfaat untuk warga yang lain,” katanya.

Dimas mengatakan, limbah pekerja kerupuk ketela yang diolah dengan tambahan kotoran sapi, sekaligus untuk menggunakan kotoran tersebut menjadi manfaat bagi peternak. Setelah menjadi pupuk, bisa kembali digunakan untuk pertanian, khususnya pada petani ketela sebagai bahan dasar dari kerupuk itu sendiri. Yang berarti bahwa keuntungan dari olahan limbah tersebut, kembali lagi pada masyarakat bahkan secara lebih luas.

Dimas mengatakan, peserta dalam pelatihan tersebut adalah puluhan warga desa Puhjajar yang sangat antusias selama proses pelatihan.Terlihat dari seragam yang mereka pakai ketika kegiatan pelatihan, tentu sudah dipersiapkan sebelumnya. Sekaligus menjadi bukti bahwa mereka sangat membutuhkan pelatihan ini.

Lebih lanjut Dimas mengatakan tidak ada kendala dalam kegiatan pelatihan. Karena sebelumnya sudah dilakukan diskusi terkait dengan kendala yang mereka keluhkan. Setelah itu praktek pelatihan langsung dilakukan setelah diberi contoh dalam proses pembuatan pupuk organik tersebut.

“Ini murni dari kepedulian kami. Sebagai edukasi bahwa limbah yang memungkinkan untuk didaur ulang, bisa kita gunakan untuk menjadi manfaat dengan memberdayakan masyarakat,” tutup Dimas.

Penulis : Novira Kharisma

Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Limbah Singkong
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

Ilustrasi GERD atau penyakit asam lambung yang viral dikaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah

GERD Bisa Mematikan? Polemik Kematian Lula Lahfah dan Fakta yang Terungkap

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In