Bacaini.ID, KEDIRI — Probolinggo dikenal dengan buah mangga dan anggurnya yang legit. Kota yang kerap disebut dengan akronim ‘Proling’ ini juga menawarkan banyak destinasi wisata alam maupun kuliner.
Berlokasi di pesisir pantai utara Jawa Timur, Probolinggo memiliki aneka kuliner seafood yang menggoda. Wisata alamnya juga tak kalah eksotis, Madakaripura tentu sudah banyak dikenal dan menjadi ikon wisata alam Probolinggo yang wajib dikunjungi.
Baca Juga:
- 4 Wisata Alam Terelok Jawa Timur yang Mendunia Versi TripAdvisor
- Hore! Desa Wisata Trenggalek dan Malang Terbaik Nasional
Namun jika ingin jauh lebih menantang, mengunjungi Pulau Gili Ketapang bisa jadi pilihan. Snorkeling di sini jadi favorit warga Jawa Timur. Jika ingin habiskan long weekend di Probolinggo, berikut itinerary yang direkomendasikan para guide lokal:
Hari 1, Jelajah Bahari dan City Tour: Pulau Gili Ketapang, BJBR, Alun-alun Kota Probolinggo
Usahakan untuk memulai petualangan di Probolinggo dari pagi. Hari pertama, mulai dari Pelabuhan Tanjung Tembaga untuk menyeberang ke Pulau Gili Ketapang.
Banyak agen wisata yang menawarkan open trip ke Pulau Gili Ketapang, biayanya berkisar antara Rp 100.000-130.000 per orang dengan fasilitas transportasi kapal PP, alat snorkeling, guide, dokumentasi underwater dan makan siang ikan bakar.
Namun jika memilih tour mandiri, yang harus diketahui adalah penyeberangan dari daratan ke Pulau Gili Ketapang dimulai pukul 6 hingga 10 pagi. Sementara dari Pulau ke daratan sekitar pukul 4 atau 5 sore.
Pilihan transportasinya ada dua: kapal motor biasa atau kapal cepat Trans Jatim yang dikelola Dishub Jatim.
Biaya transportasi laut PP berkisar Rp 20.000-40.000. Selain biaya transportasi, masuk ke pelabuhan dikenakan retribusi dan biaya parkir yang keduanya tak lebih dari Rp 10.000.
Pagi hingga siang bisa menghabiskan waktu di Pulau Gili Ketapang untuk snorkeling dan menikmati keindahan pulau dan pantainya.
Setelah kembali ke daratan, destinasi kedua adalah BJBR (BeeJay Bakau Resort) untuk jalan-jalan santai di hutan mangrove. Tiket reguler ke tempat wisata ini Rp 30.000 per orang. Fasilitas yang bisa dinikmati antara lain: trekking hutan bakau, beberapa spot foto estetik, kolam renang dan restoran tepi laut.
Jika sudah puas, kulineran malam hari di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo direkomendasikan. Aneka pilihan makanan laut segar dan makanan lokal lainnya tersedia lengkap.
Untuk penginapan, pilih yang berada di area kota maupun di Sukapura, jalur menuju Bromo untuk memudahkan mobilitas.
Hari 2: Gunung Bromo dan Air Terjun Madakaripura
Menuju Bromo untuk menikmati momen sunrise, bisa dimulai berangkat sebelum subuh sekitar pukul 3 pagi. Jika tidak membawa kendaraan pribadi atau terkendala dengan transportasi menuju ke Bromo, sewa jeep menjadi solusi.
Saat check-in, minta resepsionis untuk dipesankan jeep. Jeep akan menjemput langsung di depan penginapan pada pukul 02.30 – 03.00 pagi. Harga sewa jeep flat per kendaraan yang berisi maksimal 6 orang, berkisar Rp 650.000-850.000 per jeep.
Rute yang dilalui: Penanjakan 1- Bukit Kingkong untuk melihat sunrise – Kawah Bromo – Pasir Berbisik – Bukit Teletubbies.
Tipsnya, pastikan harga tersebut sudah termasuk BBM dan Sopir, tetapi biasanya belum termasuk tiket masuk TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).
Jam 8 atau 9 pagi, kembali ke penginapan dan melanjutkan destinasi berikutnya. Jika ingin sarapan di perjalanan, Bawangan Cafe Bromo atau De Potrek Bromo bisa menjadi pilihan.
Dua tempat makan atau cafe ini populer di kalangan wisatawan dengan pemandangan indah pegunungan Bromo. Setelah istirahat sejenak di penginapan, lanjutkan perjalan ke Air Terjun Madakaripura yang legendaris.
Untuk kulineran selanjutnya, bisa pilih Rawon Nguling yang juga legendaris, atau Warung Makan Sego Sambal Babat yang terletak di pusat kota. Google Maps bisa diandalkan untuk mencari lokasi tepatnya.
Dan di sekitar Alun-alun Kota Probolinggo terdapat juga beberapa toko oleh-oleh yang bisa dikunjungi. Salah satu yang paling populer adalah Toko Oleh-Oleh Khas Probolinggo Krupuk Ikan Cap Tengiri yang berlokasi di sebelah timur alun-alun.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





