• Login
Bacaini.id
Wednesday, March 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Legenda Candi Dadi Tulungagung dan Mitos Kutukan Jomblo

ditulis oleh Editor
16 December 2022 12:57
Durasi baca: 2 menit
Penampakan Candi Dadi Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Penampakan Candi Dadi Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Di sebuah Dusun di Tulungagung terdapat sebuah mitos tentang kutukan jomblo hingga usia tua bagi penduduknya. Mitos jomblo ini seringkali dikaitkan dengan keberadaan Candi Dadi di Tulungagung.

Mitos kutukan jomblo diperuntukan bagi masyarakat yang tinggal di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Dusun tersebut berada tidak jauh dari Candi Dadi. Mitos ini sudah menjadi cerita turun-temurun masyarakat sekitar, bahkan sampai sekarang masih ada masyarakat yang meyakininya.

Juru Kunci Candi Dadi, Andi Pamuji menceritakan, mitos jomblo yang ada di Dusun Kedungjalin ini bermula dari cerita lampau yang berkaitan dengan Candi Dadi. Dimana dalam cerita tersebut, ada seorang pangeran yang ingin melamar seorang putri dari Dusun Kedungjalin.

Putri tersebut mau menerima lamaran, apabila sang pangeran bisa membuat empat candi dalam waktu satu malam. Namun, sebenarnya persyaratan itu hanya sebagai dalih untuk menolak lamaran pangeran.

“Akhirnya pangeran itu memulai membuat candi seperti persyaratan yang diminta oleh putri. Ketika sang pangeran sudah menyelesaikan tiga candi, sang putri merasa bingung dan akhirnya memunculkan sebuah trik yang licik,” cerita Andi kepada Bacaini.id, Jumat, 16 Desember 2022.

Lanjut Andi, ketika candi keempat hampir diselesaikan oleh sang pangeran, putri tersebut meminta ibu-ibu di Dusun Kedungjalin untuk membunyikan lesung, agar pengeran mengira waktu membuat candi sudah habis.

“Akhirnya pengeran menghentikan untuk membuat candi. Dan setelah itu pangeran baru sadar bahwa dia sudah dibohongi oleh putri. Candi yang tidak selesai itu, kini dimanakan Candi Urung,” imbuhnya.

Mengetahui tipu muslihat sang putri, akhirnya pangeran murka dan memberikan kutukan kepada perempuan di Dusun Kedungjalin tidak akan mendapatkan jodoh atau menikah hingga usia tua. 

“Memang ada sebuah mitos atau seperti kutukan bagi gadis-gadis akan sulit mendapatkan jodoh hingga usia tua. Mitos itu terkadang membuat kami takut,” tutur seorang warga Dusun Kedungjalin, Zaenap.

Namun menurut perempuan berkerudung itu, juga banyak masyarakat yang sudah tidak mempercayai mitos tersebut. Karena saat ini banyak gadis yang sudah mendaptkan jodoh. Tapi anehnya, kutukan itu seakan berbalik kepada nasib perjaka yang kini sulit mendapatkan jodoh.

“Contohnya saya yang sudah mendapatkan jodoh ketika usia muda. Tapi sekarang sebaliknya, banyak jaka yang tidak menikah dan sulit mendapatkan jodoh,” jelasnya.

Candi Urung merupakan salah satu dari empat candi yang dibuat oleh pangeran tersebut. Dan candi yang paling pertama dibuat adalah Candi Dadi. Artinya Candi Dadi dan Candi Urung masih memiliki kaitan dalam cerita rakyat tersebut.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: candi dadi tulungagungmitos jomblo
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petugas mengevakuasi jasad bayi dari sungai. Foto: bacaini/syailendra

Jombang Heboh, Mayat Bayi Tersangkut Sampah di Sungai

Sarwo Edhie Wibowo saat memimpin operasi militer pasca peristiwa G30S 1965

Supersemar dan Alasan Sarwo Edhie Berterima Kasih kepada DN Aidit

Gus Fawait saat berbincang dengan kader Posyandu.

Pemkab Jember Perluas Beasiswa Untuk Kader Posyandu

  • Perbaikan jalan rusak di Kabupaten Trenggalek menjelang Lebaran Idul Fitri 2026

    Jalan Rusak di Trenggalek Mulai Diperbaiki Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, Pemkab Siapkan Rp95 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In