Kebiasaan laki-laki yang sering mengantuk atau tertidur setelah berhubungan intim adalah fenomena yang umum terjadi dan memiliki penjelasan ilmiah dari sudut pandang psikologi dan fisiologi. Berikut adalah alasan-alasan utama mengapa hal ini terjadi:
1. Pelepasan Hormon yang Memicu Relaksasi dan Kelelahan
Setelah mencapai orgasme, tubuh laki-laki melepaskan berbagai hormon yang mendorong perasaan rileks dan kantuk. Beberapa hormon utama yang terlibat adalah:
- Prolaktin: Hormon ini dilepaskan dalam jumlah besar setelah ejakulasi. Prolaktin diketahui berperan dalam menginduksi rasa kantuk dan relaksasi. Kadar prolaktin yang meningkat setelah orgasme dapat menyebabkan perasaan mengantuk.
- Oksitosin dan Vasopresin: Kedua hormon ini juga dilepaskan selama dan setelah orgasme. Selain menciptakan perasaan ikatan emosional dan relaksasi, hormon ini juga memicu keadaan tubuh yang lebih tenang.
- Serotonin dan Melatonin: Proses ejakulasi juga dapat meningkatkan produksi serotonin (hormon perasaan nyaman) dan melatonin (hormon yang mengatur siklus tidur).
π Referensi: Penelitian yang diterbitkan di Journal of Sexual Medicine menunjukkan bahwa pelepasan prolaktin setelah orgasme dapat menjadi salah satu alasan utama mengapa laki-laki merasa mengantuk.
2. Pengurangan Energi Fisik yang Signifikan
Aktivitas seksual, terutama jika intens, menguras energi fisik yang cukup besar. Bagi laki-laki, orgasme sering melibatkan kontraksi otot yang intens dan peningkatan denyut jantung, yang menghabiskan energi dalam waktu singkat.
π Referensi: Dr. Neil Stanley, seorang pakar tidur, menjelaskan bahwa kelelahan fisik yang terjadi setelah hubungan seksual adalah reaksi alami dari tubuh yang ingin mengembalikan keseimbangan energi.
3. Peran Evolusi dalam Perlindungan Diri
Dari sudut pandang evolusi, tidur setelah berhubungan intim dapat memiliki manfaat adaptif. Pada masa-masa purba, laki-laki yang segera tertidur setelah hubungan intim mungkin lebih terlindungi dari stress dan lebih cepat mengembalikan energi yang terbuang.
π Referensi: Menurut Dr. David McKenzie, seorang psikolog klinis, tindakan tidur setelah seks mungkin telah berevolusi sebagai mekanisme tubuh untuk memastikan pemulihan yang cepat.
4. Respon Otak yang Lebih Sederhana Terhadap Seks
Otak laki-laki cenderung mengarahkan energi dan perhatian secara terfokus ketika mengalami orgasme. Setelah pencapaian klimaks, sistem saraf parasimpatis (yang bertugas menenangkan tubuh) mengambil alih dan menyebabkan rasa kantuk.
π Referensi: John Gray dalam Men Are from Mars, Women Are from Venus mengungkapkan bahwa laki-laki cenderung mengalami penurunan energi setelah orgasme sebagai bagian dari respons biologis alami.
5. Pengurangan Aktivitas Korteks Prefrontal
Selama orgasme, terjadi penurunan aktivitas pada korteks prefrontal (bagian otak yang bertanggung jawab untuk berpikir kritis dan pengambilan keputusan). Penurunan aktivitas ini diikuti dengan perasaan rileks yang sering kali berujung pada tidur.
π Referensi: Penelitian yang diterbitkan di Nature Reviews Neuroscience menyebutkan bahwa orgasme menghambat aktivitas korteks prefrontal, sehingga memicu relaksasi dan rasa kantuk.
Kesimpulan:
Mengantuk atau tertidur setelah hubungan intim adalah sesuatu yang normal dan lebih sering terjadi pada laki-laki karena kombinasi faktor hormon, pengurangan energi, dan respons neurologis. Ini bukan berarti kurangnya kasih sayang atau perhatian atau tidak menghormati pasangan karena setelah puas kemudian tertidur, melainkan respons biologis yang wajar pada tubuhnya.
Penulis: Danny Wibisono
Editor : Hari Tri Wasono
Disclaimer: Artikel ini ditulis dengan mengkombinasikan antara tulisan jurnalis dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hubungi redaksi Bacaini.ID jika ada yang perku dikoreksi, masukan untuk penyempurnaan tulisan dan big data kami.