• Login
Bacaini.id
Tuesday, January 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Krisis Air Bersih Menimpa Ratusan Warga di Tulungagung

ditulis oleh Editor
22 September 2022 09:28
Durasi baca: 2 menit
Sejumlah warga Tulungagung harus mengantre untuk mendapatkan air bersih. Foto: Bacaini/Setiawan

Sejumlah warga Tulungagung harus mengantre untuk mendapatkan air bersih. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Ratusan warga di Tulungagung saat ini tengah mengalami krisis air bersih. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari mengeringnya sumber air hingga adanya kerusakan Hipam.

Kepala BPBD Tulungagung, Robinson Nadeak menyebutkan, saat ini ada tiga kecamatan di Tulungagung yang mengalami kekeringan, yakni di Kecamatan Kalidawir, Tanggunggunung dan Pucanglaban. Rata-rata, dalam satu kecamatan ada sekitar dua sampai tiga desa yang mengalami kekeringan.

“Tapi untuk Kecamatan Pucanglaban saat ini masih dalam kondisi aman untuk kebutuhan air bersih, sedangkan untuk Kecamatan Kalidawir dan Tanggunggunung sudah meminta untuk dropping air bersih,” terang Robinson kepada Bacaini.id, Rabu, 21 September 2022.

Menurut Robinson, terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah Tulungagung ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu yang terpenting adalah karena kawasan serapan air berkurang akibat banyak pohon yang gundul. Akibatnya, saat turun hujan pun, air tidak bisa tertampung.

“Maka dari itu, solusi yang bisa dilakukan adalah mencari sumber mata air dan melakukan penanaman pohon untuk mengembalikan fungsi pohon sebagai resapan air,” pungkasnya.

Salah satu warga terdampak kekeringan asal Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Wakirin mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan sudah berlangsung sejak satu bulan lalu. Hal ini disebabkan karena Hipam yang ada di desanya mengalami kerusakan.

“Sekarang ini warga harus mencari air di sungai yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman. Bahkan untuk membawa air dari sungai, warga harus menggendong dan memikulnya. Kalau tidak mau begitu ya tidak akan dapat air,” ungkap Wakirin.

Sementara itu, Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto menambahkan dengan banyaknya masyarakat yang mengalami kesulitan mencukupi kebutuhan air bersih, pihaknya akan memberikan bantuan dropping air bersih di dua kecamatan yang tengah mengalami kekeringan.

“Kami akan bantu dropping air bersih di Kecamatan Tanggunggunung dan Kalidawir,” tambahnya.

Lebih lanjut, AKBP Eko menjelaskan, setidaknya ada 12 unit truk tangki air yang akan mendistribusikan air bersih kepada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan air bersih ini setidaknya bisa mencukupi kebutuhan sebanyak 200 KK di setiap kecamatan.

“Air bersih yang kami dropping sekitar 4.000 liter dan ini cukup untuk 400 KK di dua kecamatan yang sedang terdampak kekeringan,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bpbd tulungagungkrisis air bersihPemkab TulungagungTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In