• Login
Bacaini.id
Thursday, May 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kontaminasi Arsenik Ancam Pertanian dari Hulu Sampai Hilir

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
25 August 2025 17:59
Durasi baca: 2 menit
Racun arsenik mengancam lingkungan pertanian

Racun arsenik mengancam mengontaminasi pertanian (foto/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Kontaminasi arsenik mengancam lingkungan pertanian.

Agar terhindar dari risiko arsenik para ilmuwan menyarankan pemilihan bibit padi, pengelolaan sawah, penggilingan gabah hingga memasak yang benar pada beras.

Arsenik merupakan unsur kimia alami, sering disebut sebagai metaloid beracun, yang tersebar luas di kerak bumi, air, dan tanah.

Senyawa arsenik diketahui dapat berupa organik dan anorganik.

Arsenik anorganik sangat beracun dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kanker.

Studi yang diterbitkan jurnal The Lancet Planetary Health mengatakan bahwa sawah di seluruh dunia dipenuhi oleh racun ini.

Beras yang menjadi makanan pokok sebagian besar penduduk bumi adalah komponen penting dalam penelitian tersebut.

Seperti yang sudah diketahui, sawah selalu tergenang air selama padi tumbuh di atasnya.

Ini membuat arsenik lebih mudah diserap tanaman padi, dan sebagian arsenik tersebut dapat berakhir di bulir padi.

Setelah bertahun-tahun melakukan uji coba di lahan terbuka, para peneliti melaporkan kondisi iklim yang diperkirakan terjadi pada pertengahan abad.

Kondisi iklim yang akan meningkatkan aliran arsenik anorganik dari tanah ke tanaman hingga biji-bijian.

Hasil penelitian menunjukkan, peningkatan kadar arsenik ini secara signifikan dapat meningkatkan terjadinya penyakit jantung, diabetes, dan dampak kesehatan non-kanker lainnya.

Arsenik dalam Beras

Arsenik terdapat secara alami di banyak tanah dan perairan.

Di sawah yang tergenang air, oksigen berkurang. Mineral besi yang biasanya mengikat arsenik menjadi larut, dan arsenik lebih mudah bergerak.

Namun kondisi ini tergantung pada geologi setempat, sumber irigasi, jenis tanah, dan praktik pertanian semuanya membentuk kadar gabah.

Di berbagai negara, irigasi yang memanfaatkan air tanah kaya arsenik dapat meningkatkan kadar arsenik dalam biji-bijian.

Karenanya, memberi waktu pada sawah untuk menjadi kering dengan menanam tanaman lain, jagung misalnya, memungkinkan oksigen kembali yang dapat menahan arsenik berkembang.

Varietas juga berbeda dalam hal seberapa kuat mereka mengangkut arsenik dari akar ke biji-bijian, sehingga jenis padi juga menentukan kasar arsenik yang dikandung bulirnya.

Langkah pascapanen juga penting. Metode penggilingan dan pemasakan dapat mengurangi jumlah arsenik yang bakal dikonsumsi.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: arsenikarsenik ancam pertanianarsenik beraskontaminasi arsenikracun arsenik
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi guru kecewa setelah direndahkan murid yang menawarkan uang Rp1 juta demi membeli kunci jawaban ujian

Viral Murid Tawar Guru Rp1 Juta untuk Kunci Jawaban, Penyebab Remaja Tidak Sopan Terungkap

Petugas memeriksa lokasi kebakaran toko di Desa Bandung Kecamatan Diwek Jombang yang diduga akibat lemparan bom molotov

Bom Molotov Diduga Penyebab Kebakaran Toko di Jombang, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan istrinya. Foto: istimewa

Gubernur Kaltim Terlanjur Jaga Marwah, Ibu Kota Indonesia Tetap Jakarta

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In