• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Komposisi Dhito – Nafif di Pilkada Kabupaten Kediri Untungkan Gerindra

ditulis oleh
26 July 2024 20:47
Durasi baca: 2 menit
Hanindhito Himawan Pramana - Nafif Laha. Foto:bacaini.ID

Hanindhito Himawan Pramana - Nafif Laha. Foto:bacaini.ID

Bacaini.ID, KEDIRI – Keputusan Hanindhito Himawan Pramana menggandeng Nafif Laha sebagai bakal calon Wakil Bupati Kediri di pilkada 2024 bukan pilihan mudah. Partai Gerindra berpeluang mengusung calon bupati sendiri di pilkada yang akan datang pada 2029.

Musthofa, pengamat politik dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta mengatakan, keputusan Hanindhito menggandeng kader Gerindra Nafif Naha membawa konsekuensi.

“Ini adalah pencalonan terakhir bagi Dhito. Jika tidak berkoalisi dengan partai penguasa (Gerindra), akan sangat berbahaya. Deny Widyanarko bisa menjadi ancaman jika Gerindra bergabung dengannya,” kata Musthofa kepada Bacaini.ID, Jumat, 26 Juli 2024.

Di sisi lain, situasi ini menjadi keuntungan bagi Partai Gerindra. Nafif Laha akan berpeluang tampil menjadi calon bupati di pilkada berikutnya, mengingat kesempatan Dhito untuk maju kembali sudah habis.

baca ini Tren Pemberitaan Dhito Menurun Tapi Masih Unggul

Menurut Musthofa, ini akan menyulitkan bagi Dhito jika ingin mencalonkan istrinya menjadi bupati di pilkada berikutnya. Sebab kebiasaan selama ini, para kepala daerah akan mengusung keluarga mereka untuk memperpanjang kekuasaan. “Lawan terberatnya besok adalah wakilnya sendiri,” ujar Musthofa.

Musthofa juga melihat keunikan pada pilkada kali ini. Partai Gerindra yang mengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai bakal calon Gubernur Jatim tidak melakukannya di Kabupaten Kediri. “Padahal Khofifah dan Mudawamah sama-sama Ketua Muslimat,” terang Musthofa.

Mudawamah adalah bakal calon wakil bupati yang digandeng Deny Widyanarko pada pilkada mendatang yang saat ini masih menjadi Ketua Muslimat NU Kabupaten Kediri. Pasangan ini diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nasional Demokrat (NasDem). Sedangkan Hanindhito Himawan Pramana dan Nafif Laha diusung PDI-P, Golkar, PAN, PKS, dan Gerindra. Kali ini Hanindhito tidak lagi melawan “kotak kosong” tetapi memiliki lawan yang bakal menyulitkan, apalagi massa Muslimat NU di Kabupaten Kediri cukup kompak, aktif dan militan.

Fakta ini menunjukkan jika koalisi di pilpres tidak tegak lurus dengan pemilihan kepala daerah. Sehingga dibutuhkan kemampuan para kandidat dalam ‘mencuri perhatian’ partai politik untuk diusung. Harus kreatif, komunikatif dengan semua elemen masyarakat di Kabupaten Kediri.

Pengajar ilmu politik ini menambahkan, pilkada November 2024 akan menjadi pertarungan berat bagi Dhito. Setelah sebelumnya kemenangan Dhito diraih atas “bumbung kosong”, kali ini ia mendapat lawan yang cukup berat. “Dia harus berhadapan dengan warga nahdliyin yang direpresentasikan oleh Mudawamah sebagai Ketua Muslimat,” tutur Musthofa.

Pemungutan suara calon kepala daerah di Kabupaten Kediri akan dilaksanakan di 2.130 TPS, yang tersebar di 343 desa. Jumlah TPS ini berkurang cukup besar dari pemilihan presiden lalu sebanyak 4.261 TPS.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gerindrahanindhito himawan pramanakabupaten kediriPilkada 2024
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Tren Pemberitaan Dhito Menurun, Tapi Masih Unggul - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi internet lemot saat bekerja online

Internet Lemot dan WiFi Putus Nyambung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi pekerja kantoran Indonesia sedang bekerja

Riset Gallup Ungkap Pekerja Indonesia Paling Bangga Jadi ‘Budak Korporat’, Stres Kerja Terendah di Dunia

Ilustrasi pasukan Garnisun. Foto: istimewa

Jejak Garnisun Menumpas Premanisme di Zaman Orde Baru

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In