• Login
  • Register
Bacaini.id
Monday, September 1, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Rafa, Tak Putus Mengaji Meski Mengidap Cerebral Palsy

ditulis oleh Editor
11/01/2022
Durasi baca: 3 menit
547 6
0
Kisah Rafa, Tak Putus Mengaji Meski Mengidap Cerebral Palsy

Rafa bersama sang ibu yang selalu menemaninya belajar. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Bacaini.id, KEDIRI – Keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk belajar. Tak terkecuali bagi Rafa Azizan, seorang anak berusia 11 tahun yang divonis lumpuh otak sejak lahir.

Meski tubuhnya sulit digerakkan akibat menderita kelainan Cerebral Palsy atau lumpuh otak, Rafa tetap memiliki semangat yang tinggi untuk belajar demi menggapai cita-cita.

Rafa terlihat serius dan antusias saat membaca buku pelajaran uang ada di pangkuannya. Di rumahnya yang berada di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, siswa kelas 4 SD ini sedang belajar ditemani ibunya, Novi Nurdiana.

Novi mengatakan, Rafa lahir dalam kondisi prematur saat dia masih mengandung usia 6 bulan. Sejak saat itulah, Rafa sudah divonis mengidap kelainan Cerebral Palsy. Sesekali tangan dan kaki Rafa terlihat bergetar yang menurut ibunya sudah biasa.

“Kata dokter sudah ada tanda-tanda sejak lahir,” kata Novi kepada Bacaini.id, Senin, 10 Januari 2022.

Menurutnya, Rafa lebih sering tiduran, untuk duduk pun dia harus didudukkan orang lain, sehingga ruang geraknya memang lebih terbatas. Meski begitu, dia tetap bisa sekolah seperti pada umumnya anak-anak seusianya. Mulai dari membaca, menulis dan untuk menerima materi pelajaran pun juga bukan hal yang sulit bagi Rafa.

“Tapi memang harus belajar terus dan selalu diingatkan biar tidak lupa. Uniknya sampai sekarang dia belum bisa menulis huruf ‘X’, hanya satu huruf itu, dokter saja juga heran,” terangnya.

Membaca buku menjadi kegemaran Rafa untuk mengisi waktu dan mengatasi kejenuhannya saat berada di rumah. Bahkan, ditengah segala kekurangannya, putra pasangan Jeri Heka dan Novi Nurdiana ini juga mampu menghafal sejumlah surat-surat pendek dalam Al-Quran.

Siswa SD Bandar Kidul 2 ini mengaku mata pelajaran agama Islam menjadi mata pelajaran favoritnya di sekolah. Dengan semangat belajar yang tinggi, sambil menunduk, Rafa mengatakan cita-citanya sebagai guru.

“Rafa memang anaknya pemalu, apalagi sama orang baru yang belum dikenal. Dia juga memiliki ketakutan dalam beberapa hal, misalnya ada suara yang keras dia juga takut,” ujar ibu 34 tahun itu.

Lebih lanjut, Novi mengungkapkan jika Rafa sudah menjalani pengobatan dengan fisioterapi hingga usia 6 tahun. Setelah itu pengobatan alternatif menjadi pilihannya bersama suami untuk meringankan kelainan yang dialami anak laki-lakinya.

Tidak dipungkiri, butuh banyak biaya agar bisa rutin memberikan terapi khusus pengidap Cerebral Palsy. Sementara ayah Rafa yang bekerja sebagai karyawan swasta baru saja keluar dari pekerjaannya.

Biaya ratusan ribu rupiah setiap satu kali berobat menjadi terasa lebih berat. Tetapi, hingga kini pihak keluarga masih terus berupaya untuk rutin membawa Rafa berobat ke rumah sakit.

“Harapannya ada fisioterapi yang datang ke rumah, biar anaknya sendiri juga lebih nyaman,” harap Novi.

Dengan segala keterbatasan, Rafa tetap semangat melanjutkan pendidikannya. Dia ingin membuktikan bahwa kelainan yang dideritanya bukan jadi penghalang untuk belajar dan meraih cita-cita.

Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira Kharisma

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dindik Kota Kediri Lakukan Sosialisasi Jadwal Pelaksanaan PPDB 2023

Usai Kerusuhan, Pembelajaran PAUD Sampai SMA Dilakukan di Rumah

Massa pengunjuk rasa di Kediri membakar mobil patroli polisi

123 Perusuh Ditangkap Polres Kediri, Mulai Pelajar SMP Sampai Dewasa

Kapolres Blitar Kota sebut aksi massa di Blitar penyerangan

Aksi Massa di Blitar Bukan Demo, Kapolres: Ini Penyerangan

  • Bupati Blitar merayakan puncak hari jadi yang dibayangi isu gratifikasi

    Isu Gratifikasi Membayangi Puncak Hari Jadi Blitar

    2893 shares
    Share 1157 Tweet 723
  • Huru-hara Aksi Massa di Blitar Ambyar Dilawan Warga

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Kronologi Diduga Mobil Wabup Blitar Tanpa Nopol Lepas Kendali

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    15527 shares
    Share 6211 Tweet 3882
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    16613 shares
    Share 6645 Tweet 4153

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist