Bacaini.ID, JAKARTA – Potongan pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan pemerintah Indonesia mendukung kemerdekaan Israel menjadi perhatian semua orang.
Kontroversi ini menjadi perbincangan keras di berbagai platform media sosial tanah air.
Berdasarkan hasil penelitian mendalam dan analisis sentimen media sosial periode 25-31 Januari 2026, video tersebut merupakan bentuk disinformasi yang terstruktur, bukan cerminan sikap politik yang sesungguhnya.
Berikut analisis sentimen media sosial tentang video viral Prabowo (25-31 Januari 2026) menurut Tim Litbang Bacaini.ID.
Agregasi Sentimen Keseluruhan Platform:
Sentimen Negatif: 46% – Dominasi kritik terhadap dugaan dukungan kepada Israel
Sentimen Positif: 43% – Dukungan dan pembelaan terhadap konteks sebenarnya
Sentimen Netral: 11% – Konten informatif dan klarifikasi faktual
Metrik Engagement dan Jangkauan:
Total Exposure: 161 konten – Volume diskusi yang signifikan
Total Engagement: 3.937 interaksi – Tingkat keterlibatan tinggi (24.5% engagement rate)
Total Views: 235.521 – Jangkauan yang masif untuk isu kontroversial
Rasio Like/Share: 7.851:578 – Indikasi konten lebih banyak disukai daripada dibagikan
Breakdown Platform-Spesifik:
Platform X (Twitter)
Sentimen Negatif: 58% – Platform dengan kritik paling keras
Sentimen Positif: 22% – Dukungan terbatas
Engagement Rate: 56% – Tingkat interaksi tinggi menunjukkan polarisasi
Platform YouTube:
Sentimen Positif: 56% – Dominasi konten klarifikasi dan pembelaan
Sentimen Negatif: 36% – Kritik lebih moderat
Views per Content: 1.023 – Jangkauan tertinggi untuk konten video
Platform TikTok:
Sentimen Negatif: 50% – Polarisasi seimbang
Sentimen Positif: 43% – Dukungan substansial
Views per Content: 3.828 – Viral velocity tertinggi
Anatomi Disinformasi: Teknik Manipulasi Video
Teknik Pemotongan Konteks (Context Stripping)
Video Asli: Wawancara lengkap setelah pidato PBB 24 September 2025 yang menekankan solusi dua negara dan dukungan kemerdekaan Palestina
Video Dipotong: Hanya menampilkan bagian “jaminan keamanan Israel” tanpa konteks dukungan Palestina
Dampak Manipulasi: Mengubah makna dari diplomasi seimbang menjadi dukungan sepihak kepada Israel
Pola Penyebaran Disinformasi
Timing Strategis: Beredar bersamaan dengan pengumuman bergabung dalam Board of Peace
Amplifikasi Koordinat: Penyebaran simultan di multiple platform dengan narasi serupa
Emotional Triggering: Memanfaatkan sentimen anti-Israel untuk memicu reaksi emosional
Karakteristik Konten Disinformasi
Selective Editing: Memotong pernyataan untuk mengubah makna
False Framing: Membingkai ulang konteks untuk mendukung narasi tertentu
Viral Engineering: Menggunakan hashtag dan kata kunci emosional untuk meningkatkan jangkauan
Konteks Sebenarnya: Diplomasi Realistis vs Disinformasi
Pernyataan Lengkap Prabowo di PBB
Konteks Asli:
- Dukungan tegas terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara
- Keprihatinan mendalam atas penderitaan rakyat Gaza
- Seruan kepada dunia internasional untuk tidak diam melihat krisis kemanusiaan
- Penekanan pada perlunya pengakuan dan jaminan keamanan bagi kedua belah pihak
Makna Diplomatik:
- Pendekatan realistis yang mengakui kompleksitas konflik
- Strategi diplomasi yang bertujuan menciptakan perdamaian berkelanjutan
- Konsistensi dengan prinsip non-recognition terhadap Israel sebagai negara
Strategi Disinformasi untuk Melemahkan Posisi Indonesia
Motif Politik:
- Melemahkan kredibilitas Indonesia dalam Board of Peace
- Menciptakan tekanan domestik untuk mundur dari forum internasional
- Mengalihkan fokus dari manfaat strategis keanggotaan BoP
Dampak yang Diharapkan:
- Polarisasi opini publik domestik
- Tekanan politik terhadap pemerintah
- Delegitimasi peran Indonesia sebagai mediator
- Implikasi Strategis dari Kampanye Disinformasi
Ancaman terhadap Diplomasi Indonesia
Pembatasan Ruang Gerak: Disinformasi dapat membatasi fleksibilitas diplomasi Indonesia
Tekanan Domestik: Sentimen negatif dapat mempengaruhi pengambilan keputusan kebijakan luar negeri
Kredibilitas Internasional: Kontroversi domestik dapat melemahkan posisi Indonesia di forum internasional
Pola Serangan Informasi Terstruktur
Timing Koordinat: Kampanye disinformasi bertepatan dengan momen strategis
Multi-platform Approach: Penyebaran simultan di berbagai media sosial
Narrative Consistency: Pesan yang konsisten di berbagai platform
Respons Masyarakat yang Terpolarisasi
Echo Chamber Effect: Penguatan narasi di kelompok yang sudah memiliki bias
Confirmation Bias: Kecenderungan mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinan
Viral Misinformation: Penyebaran cepat informasi yang salah
Verifikasi Fakta dan Counter-Narrative
- Video yang beredar memang dipotong dari konteks aslinya
- Pernyataan lengkap Prabowo konsisten dengan dukungan terhadap Palestina
- Tidak ada perubahan fundamental dalam sikap Indonesia terhadap konflik Israel-Palestina
- Bergabung dalam BoP merupakan strategi diplomasi untuk memperkuat posisi Palestina
Disinformasi sebagai Senjata Politik
Analisis komprehensif menunjukkan bahwa video viral Presiden Prabowo yang dipotong merupakan bentuk disinformasi terstruktur yang bertujuan melemahkan posisi strategis Indonesia dalam Board of Peace. Kampanye ini menggunakan teknik manipulasi informasi yang sophisticated untuk menciptakan narasi palsu bahwa Indonesia mendukung Israel dan mengabaikan Palestina.
Konteks sebenarnya menunjukkan bahwa Prabowo konsisten dengan prinsip diplomasi Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina sambil mengakui realitas geopolitik yang kompleks. Pendekatan diplomasi realistis ini justru memberikan Indonesia posisi yang lebih kuat untuk mempengaruhi proses perdamaian dan memastikan kepentingan Palestina tidak terabaikan.
Keberhasilan kampanye disinformasi dalam menciptakan polarisasi publik (46% sentimen negatif vs 43% sentimen positif) menunjukkan perlunya penguatan literasi media dan sistem deteksi dini untuk melindungi ruang gerak diplomasi Indonesia dari serangan informasi yang dapat melemahkan kepentingan nasional jangka panjang.
Penulis: Litbang Bacaini.ID





