Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Keracunan makanan yang diduga berasal dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.
Sebanyak 9 siswa SMK Sore dilaporkan mengeluh mual, muntah dan diare setelah menyantap menu MBG pada Kamis 22 Januari 2026.
Menu MBG yang diduga telah meracuni siswa itu didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen I.
Sebelumnya sebanyak 123 siswa SMKN 3 Boyolangu mengalami diare setelah menyantap menu MBG yang disalurkan SPPG Moyoketen II.
“Sembilan pelajar itu langsung dirujuk ke Puskesmas Beji Boyolangu untuk mendapatkan perawatan,” ujar Waka Sarpras SMK Sore Tulungagung Ahmad Yuwanto Kamis 22 Januari 2026.
Baca Juga:
- Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa dan Guru SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Diare Massal
- Cegah Keracunan MBG, Anak Wajib Ketahui Tips Sederhana Ini
- Menu MBG Viral: Buah Kecapi di Makan Bergizi Gratis Tuai Kritik, Ini Manfaatnya
Pelaksanaan MBG di SMK Sore Tulungagung pada Kamis (22/1/2026) diketahui sedikit molor sekitar 1 jam. Makanan baru terdistribusi ke siswa pada pukul 10.00 WIB.
Dugaan keracunan MBG terjadi satu jam usai makanan disantap. 9 siswa tiba-tiba mengeluh mual muntah dan diare. Semuanya merupakan siswa kelas 10.
Menurut Yuwan, menu MBG yang diduga meracuni 9 siswa itu berupa nasi putih, ikan patin katsu, jamur, dan buah jeruk.
Makanan dalam kondisi baik dan tidak basi. Yuwan mengakui menu itu cukup enak karena dirinya ikut mencoba.
“Saat dikonsumsi tidak ada tanda apa-apa, menurut saya juga enak menu hari ini,” katanya.
Mengatasi keluhan yang disampaikan 9 siswa, pihak sekolah langsung melarikan semuanya ke Puskesmas Beji.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tulungagung Aris Setiawan mengatakan seluruh pelajar yang diduga keracunan MBG itu langsung dilakukan observasi.
Aris menyebut mereka mengalami beberapa keluhan mulai dari mual, diare dan terdapat satu siswa yang muntah.
Analisa mendalam perlu dilakukan karena ada pelajar yang mengaku jika sebelumnya sempat mengkonsumsi makanan dari luar sekolah selain MBG yang diberikan.
“Kami masih menelaah kejadian ini, apakah memang dugaan keracunan ini akibat MBG atau karena ada faktor lain. Karena sesuai pengakuan pelajar yang dirawat, sebelum mengkonsumsi MBG mereka sudah makan dari luar sekolah,” katanya.
Saat ini Dinkes Tulungagung terus melakukan pemantauan jika sewaktu-waktu terjadi penambahan kasus.
Sebanyak 32 puskesmas di Tulungagung diintruksikan untuk bersiaga apabila terdapat pelajar SMK Sore Tulungagung lain yang memerlukan perawatan.
“Sama seperti yang sudah-sudah, kami akan terus pantau selama 3×24 jam untuk berjaga-jaga jika ada penambahan kasus,” bebernya.
Dalam kasus yang terjadi SPPG penyalur MBG di SMK Sore yaitu SPPG Moyoketen 1 juga diobservasi. Sampel makanan telah diambil dan dilanjutkan uji lab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
“Kalau yang kasus dugaan keracunan MBG di SMK Negeri 3 Boyolangu itu disuplai dari SPPG Moyoketen II. Sedangkan kali ini merupakan SPPG Moyoketen I,” pungkasnya.
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif





