• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kentalnya Budaya Kopi di Turki, Mulai Minuman Bangsawan Hingga Jadi Alasan Perceraian

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
24 June 2024 09:42
Durasi baca: 3 menit
Kentalnya Budaya Kopi di Turki, Mulai Minuman Bangsawan Hingga Jadi Alasan Perceraian. (foto ilsutrasi/iStock)

Kentalnya Budaya Kopi di Turki, Mulai Minuman Bangsawan Hingga Jadi Alasan Perceraian. (foto ilsutrasi/iStock)

Bacaini.id, KEDIRI – Turki mendaku diri punya budaya kopi paling tua di dunia. Klaim itu dibarengi dengan menyodorkan Ibrik yang oleh UNESCO telah dinobatkan sebagai penyeduh kopi tertua di dunia sekaligus warisan budaya Timur Tengah.

Readers, budaya ngopi di Turki sekental kopi Turki sendiri. Pada era kejayaan Sulaiman The Magnificent (1520 – 1566), kopi mulai diperkenalkan melalui jalur perdagangan dan dalam perjalanannya tercipta kopi khas Turki atau Turkish coffee.

Menurut catatan sejarah, sekitar tahun 1540, Ozdemir Pasha, gubernur Turki yang bertempat di Yaman menemukan kopi dan oleh Ozdemir diperkenalkan kepada lidah Sulaiman. Lantas, apa saja budaya kopi yang unik di Turki? Readers, mari kita bahas.

Kopi Minuman Para Bangsawan

Pada awalnya di Yaman, kopi diolah sebagai cemilan. Namun di tangan juru masak kekaisaran, kopi diubah jadi minuman istimewa.

Minuman Turkish coffee menjadi kegemaran keluarga kerajaan dan para keluarga aristokrat kaya masa itu. Bahkan peracik Turkish coffee jadi pekerjaan yang eksklusif lantaran jasa mereka hanya bisa dipakai oleh keluarga kerajaan dan keluarga kaya.

Namun seiring berjalannya waktu, Turkish coffee makin meluas dan bisa dinikmati banyak orang dari berbagai lapisan sosial. Pada tahun 1554, muncul kedai kopi pertama yang bernama Kiva Han di Tahtakale, Istanbul.

Ibrik dan Kopi Pasir

Banyak orang menyebut kopi Turki sebagai kopi pasir lantaran cara bikinnya yang unik. Peracikan kopi Turki memakai alat seduh kopi yang disebut ibrik, yakni alat khusus mengolah bubuk kopi dan wajib digunakan untuk penyajian Turkish coffee.

Pada mulanya ibrik dirancang untuk menyeduh kopi dengan memanfaatkan panasnya pasir gurun. Begitu racikan kopi dalam ibrik diketahui telah siap, kopi dididihkan di atas pasir panas.

Bukan hanya cara pengolahannya yang unik, kopi dari ibrik juga memiliki cita rasa yang khas. Kopi ibrik beraroma harum serta kaya akan rasa rempah. Tentu hal itu dipengaruhi karakter kopi yang diseduh. Umumnya racikan memakai kopi arabika yang telah dicampur berbagai rempah. 

Kopi Sebagai Ukuran Cinta

Readers, sebegitu berharganya kopi bagi orang Turki sehingga dipakai sebagai ukuran cinta dua insan yang telah berkomitmen naik pelaminan.

Di Turki, satu minggu sebelum upacara pertunangan, kopi dan Lokum (pemanis khas Turki untuk kopi berupa sepotong kecil permen bertabur gula lembut dengan tekstur bergetah) disajikan kepada para tamu.

Lokum juga dibawa ke rumah calon mempelai pria pada pagi hari sebelum acara pertunangan. Sebaliknya, ketika ada tamu mengunjungi rumah calon mempelai perempuan, yang bersangkutan wajib menyiapkan kopi untuk para tamu.

Uniknya, hasil penyajian kopi jadi ukuran untuk menilai sang mempelai perempuan. Jika kopi yang disuguhkan banyak busa, maka diindikasikan calon pengantin perempuan terampil meracik kopi.

Readers, upacara pertunangan pasangan Turki yang melibatkan kopi tak berhenti di situ. Pada acara tradisional mereka, calon mempelai perempuan akan menyajikan kopi pada calon suaminya dengan tambahan garam, bukan gula.

Apabila sang calon suami menikmatinya tanpa protes, maka hal itu dianggap tanda bahwa calon suami sangat mencintai si perempuan.

Kopi dengan segala kelindan budayanya tumbuh sebagai komoditas yang sangat penting pada era Ottoman. Saking pentingnya, seorang perempuan Turki berhak meminta cerai apabila sang suami terbukti tak mampu menyediakan kebutuhan kopi hariannya. 

Wah, kopi begitu berharga di Turki ya Readers!

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: budaya kopi turkibudaya ngopiibrikKopikopi pasirkopi turki
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Siapkan Pembiayaan Startup, Presiden Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha

Kejaksaan Negeri Blitar mengusut kasus kredit bermasalah di Perumda BPR Kota Blitar.

Mantan Direktur BPR Kota Blitar Jadi Tersangka Kredit Macet Rp255 Juta

Driver ojek online melintas dengan atribut Grab dan Gojek setelah aturan baru Perpres Ojol 2026 tentang pemotongan komisi aplikasi maksimal 8 persen

Grab dan Gojek Resmi Hapus Langganan GrabBike dan GoRide Hemat

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Menang Ketua KONI Kota Blitar: Dilantik Monggo Ora Monggo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In