• Login
Bacaini.id
Sunday, February 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulunggung Rayakan Imlek Tanpa Cap Go Meh

ditulis oleh Editor
1 February 2022 17:59
Durasi baca: 2 menit
Seorang anak kecil sedang memanjatkan doa di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung saat perayaan Imlek. Foto: Bacaini/Setiawan

Seorang anak kecil sedang memanjatkan doa di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung saat perayaan Imlek. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Perayaan Imlek di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulunggung tampaknya kembali tidak seramai pada dua tahun sebelumnya. Meskipun kini Tulungagung sudah masuk PPKM Level 1, pihak kelenteng memilih untuk meniadakan Cap Go Meh, puncak perayaan tahun baru Imlek.

Bio Ma Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Jing Jing atau Rini Setiawan menjelaskan, peniadaan Cap Go Meh sebagai kegiatan puncak perayaan Imlek tahun 2022 bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid 19. Namun untuk masyarakat Tionghoa yang ingin melaksanakan doa masih diperbolehkan.

“Jadi untuk masyarakat Tionghoa yang ingin berdoa tetap kita persilahkan namun dilakukan secara bergantian agar tidak ada kerumunan,” kata Rini kepada Bacaini.id, Selasa, 1 Februari 2022.

Ditambahkannya, selain tidak ada Cap Go Meh, atraksi barongsai yang identik sebagai kegiatan khas pada setiap perayaan Imlek juga ditiadakan.

Menurut Rini, semenjak adanya pandemi Covid 19 pada 2020 lalu hingga saat ini, perayaan Imlek di Kelenteng Tjoe Tik Kiong hanya menyelenggarakan kegiatan internal saja. Diantaranya seperti mencuci patung dewa, ritual ayak abu dan perayaan malam jelang Imlek.

“Jadi perayaan Imlek pada tahun ini masih sama dengan tahun kemarin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rini mengungkapkan bahwa Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung merupakan salah satu kelenteng tertua di Jawa Timur. Usia kelenteng yang berdiri di atas lahan seluas 6000 meter persegi ini sudah mencapai 156 tahun.

“Saya kurang mengetahui secara pasti kapan awal didirikanya kelenteng ini. Tapi kalau pemindahan dari tempat sebelumnya yang berada di Pasar Wage ke tempat yang sekarang, itu pada tahun 1866,” terangnya.

Berdirinya Kelenteng Tjoe Tik Kiong tidak lepas dari proses migrasi masyarakat etnis Tionghoa ke Tulungagung. Untuk berdagang serta beribadah, maka didirikanlah Kelenteng Tjoe Tik Kiong ini.

“Kelenteng ini menghadap ke arah sungai, dimana sungai menjadi simbol kemakmuran,” imbuhnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: cap go mehTahun baru ImlekTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pra‑Musim MotoGP 2026 Resmi Dimulai, Semua Gaspol Mulai Februari!

Prediksi & Analisis Tottenham vs Manchester City Hari Ini

Ketua BPJS Watch Jatim Arief Supriyono S.T.,S.H.,S.E.,M.M.,CDRP

Fokus Membenahi Layanan Kesehatan untuk Rakyat Indonesia

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir dan Longsor Terjang Watulimo Trenggalek, Jalan Raya Bandung–Prigi Putus Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In