Poin Penting:
- Sekitar 30 kios dan lapak ludes terbakar dalam kebakaran Pasar Cukir, Jombang, Kamis (22/10/2026) dini hari.
- Barang dagangan baru saja masuk. Kebakaran terjadi ketika pasar masih tutup dan sejumlah pedagang baru menerima kiriman stok.
- Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Api diduga bermula dari korsleting listrik, tetapi penyebabnya belum dipastikan.
Bacaini.ID, JOMBANG – Kebakaran Pasar Cukir, Kabupaten Jombang, Jawa Timur meluluhlantakkan 30 kios dan lapak pedagang pakaian serta perabot rumah tangga yang baru menerima stok barang dagangan. Kebakaran pasar di Jombang yang diduga akibat konsleting listrik tersebut berlangsung sejak Kamis (22/10/2026) dini hari.
Informasi yang dihimpun, pasar Cukir terbakar di saat situasi pasar masih dalam keadaan tutup. “Saat kejadian kondisi masih tutup, rata rata (lapak dan kios) baru diisi barang dagangan,” ujar Sugito Kepala Desa Cukir saat berada di lokasi kebakaran Kamis (22/10/2026).
Kebakaran membuat warga yang bertempat tinggal di sekitar pasar panik. Api dikhawatirkan menjalar ke permukiman. Melihat kobaran api yang membumbung tinggi, tidak sedikit warga yang berteriak histeris meminta tolong.
Pemadaman dilakukan oleh dua unit mobil pemadam kebakaran. Besarnya api sempat membuat petugas kesulitan mendekati titik api. Pemadaman berlangsung empat jam. Keterangan yang disampaikan petugas, ada sekitar 30 lapak dan kios yang ludes terbakar.
Menurut Sugito, kebakaran diduga disebabkan konsleting listrik satu lapak yang akhirnya merembet ke seluruh lokasi. Adanya barang dagangan ditambah bangunan semi permanen membuat api dengan cepat merambat dan membakar seluruh bagian pasar.
Sugito mengatakan kerugian material ditaksir mencapai milyaran. Apalagi para pedagang sebelumnya banyak mendapatkan kiriman stok barang dagangan. “Sore sebelumnya banyak yang baru mendapatkan kiriman stok jualan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang Wiko F Diaz mengatakan banyak faktor yang bisa menjadi pemicu kebakaran. “Banyak faktor penyebabnya, kita saat ini masih konsentrasi melakukan pemadaman,” kata Wiko.
Pada musim kemarau diakui angka kebakaran meningkat. Sehingga dirinya meminta kesadaran bersama untuk saling menjaga, sekaligus mempersiapkan mitigasi kebakaran. (sya/sa)




