• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ini Wasiat Gus Latif Kedunglo Sebelum Wafat

ditulis oleh
23 November 2020 19:43
Durasi baca: 2 menit
Jamaah Wahidiyah menanti kedatangan jenazah di rumah duka. Foto: Bacaini/BS

Jamaah Wahidiyah menanti kedatangan jenazah di rumah duka. Foto: Bacaini/BS

KEDIRI – Wafatnya pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo, KH Abdul Latif Madjid, Senin 23 November 2020 tak menghentikan kepemimpinan pondok ini. Sebelum wafat, Gus Latif memberikan beberapa wasiat, salah satunya menunjuk putranya untuk menjadi penerusnya ketika wafat.

Ketua Departemen Urusan Wilayah Perjuangan Wahidiyah, Aminudin mengatakan, sejak masa pandemi Covid 19, kedekatan Gus Latif dengan pengurus lembaga dan para jamaah makin intens. Kemarin pagi, Aminudin masih sempat dipanggil oleh Gus Latif untuk membicarakan masa depan Wahidiyah.

Gus Latif juga membahas mengenai persiapan penerusnya ketika dia wafat nanti. Menurut almarhum, ketika nanti wafat, dia menunjuk putranya Agus Abdul Madjid Ali Fikri sebagai penerusnya. “Saya kaget, beliau mengatakan usianya sudah banyak, dan beliau bilang semua ilmunya akan diteruskan dan ditransfer sekalipun beliau wafat,” kenang Aminudin kepada Bacaini.id.

Aminudin juga megatakan bahwa untuk perjuangan ke depan Jami Al Alamin, Gus Latif juga memberi amanat kepadanya untuk mengembangkan kelembagaan baik dari dalam ataupun luar negeri.

Saat ini sudah terbentuk 17 negara yang menghendaki kehadiran Gus Latif ke sana, tetapi terkendala pandemi. Selain itu aset perjuangan Wahidiyah juga sudah ditata, bahkan selama tujuh bulan terakhir Gus Latif sudah membicarakannya dengan Aminudin.

Kini Gus Latif telah tiada. Jasadnya disemayamkan di kompleks pemakaman keluarga di area pondok pesantren. Hal itu juga sesuai dengan keinginan Gus Latif sebelum wafat. “Sekitar 200 meter dari pondok pesantren,” kata Aminudin.

Aminudin menghimbau bagi jemaah yang akan datang dari luar kota untuk tidak memaksakan diri jika memang tidak diperbolehkan untuk datang. “Ini semua kaitannya dengan protokol kesehatan ketat dari pemerintah, dan itu harus dipatuhi,” tambahnya.

Hal itu juga disampaikan Aminudin sesuai pesan dari Gus Latif, bahwa lembaga Wahidiyah adalah lembaga yang sangat taslim kepada pemerintah. “Jangan sampai melanggar peraturan pemerintah,” tutup Aminudin.

KH Abdul Latif Madjid wafat di usia 68 tahun. Almarhum meninggalkan tiga putra dan satu putri.

Tak hanya keluarga, kepergian ulama ini menjadi pukulan bagi Siti Rokhimin, dosen pengajar Universitas Wahidiyah. Di matanya, Gus Latif adalah sosok yang disiplin dan peduli dengan pendidikan.

“Sebelum meninggal, beliau pernah mengatakan keinginannya membuka fakultas kedokteran dengan biaya murah. Semoga Romo ditempatkan disisi-Nya,” harap Siti.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ponpes kedungloWahidiyah
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi agen KGB dan GRU beroperasi di Indonesia era Orde Baru dengan latar gedung pemerintahan dan militer

Sepak Terjang Agen Soviet di Orde Baru: KGB Menyusup ke Militer hingga MPR

Presiden Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Ini Pembahasan Presiden Prabowo dengan Konglomerat Kakap

UNICEF

BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagu-lagu Romi Jahat: Jejak Kritik Sosial Sang Legenda Punk Indonesia yang Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In