• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 18, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ingin Plesir ke Luar Negeri? Ini Etika yang Berlaku di Berbagai Negara

ditulis oleh Editor
10 June 2024 18:07
Durasi baca: 4 menit
Ingin Plesir ke Luar Negeri? Ini Etika yang Berlaku di Berbagai Negara. (foto: ilustrasi/freepik)

Ingin Plesir ke Luar Negeri? Ini Etika yang Berlaku di Berbagai Negara. (foto: ilustrasi/freepik)

Bacaini.id, KEDIRI – Berminat plesir ke luar negeri? Sebelum berangkat ada baiknya Readers mempelajari etika atau tata krama yang berlaku di negara tujuan ya.

Karena setiap bangsa memiliki tradisi dan kebiasaan yang berbeda dan terkadang tak dimengerti oleh bangsa lain. 

Menurut pendapat antropolog Franz Boas dan Ruth Benedict, perbedaan tradisi dan kebiasaan muncul dari koherensi budaya, termasuk aturan perilaku, bahasa, kreasi dan gagasan tentang dunia sesuai dengan kebutuhan dan bisa dimengerti masing-masing bangsanya. 

Seperti kata pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Menghormati budaya setempat akan memberi kesan positif pada tuan rumah sekaligus belajar menghargai perbedaannya. 

Berikut beberapa negara dan etikanya yang perlu Readers ketahui:

Rusia

Saat melancong ke negeri beruang merah, Rusia, Readers tidak diperkenankan menolak suguhan perjamuan. Tuan rumah ingin setiap tamu yang datang menikmati semua makanan yang tersaji di meja tanpa sisa hingga kenyang. 

Keinginan itu sebagai bentuk penghormatan tuan rumah kepada tamu. Bagaimana jika ditolak? Ya Readers akan dianggap melakukan penghinaan.

Hal lain yang perlu Readers ketahui jika bertandang ke Rusia adalah adanya denda bagi mobil yang dikendarai dalam keadaan kotor. Itulah alasannya kenapa Readers tidak akan pernah menjumpai mobil kotor berkeliaran di jalanan ibu kota. 

Jangan sekali-kali mengendarai mobil dalam kondisi kotor di jalanan Moskow. Biarpun kita tidak tahu seperti apa definisi kotor menurut pemerintah setempat, tetapi siapa saja yang melanggar aturan ini akan didenda US$100.

Satu lagi etika yang perlu Readers tahu di Rusia, jika di Indonesia kita terbiasa beramah tamah, tersenyum kepada semua orang, jangan pernah melakukan hal itu ketika berada di Rusia. Karena senyum tanpa alasan yang jelas akan dianggap seperti orang bodoh. 

Orang Rusia hanya berbagi senyum kepada orang yang mereka kenal. Mereka tidak tersenyum kepada orang asing.

Jepang

Jepang terkenal sebagai negara yang penuh etika, disiplin dan tentu saja maju. Berkunjung ke negara ini kita harus bisa mengikuti kebiasaan masyarakat yang ada jika tak ingin malu atau kena denda pemerintah setempat.

Beberapa aturan di Jepang ini bisa Readers simak sebagai bekal sebelum berangkat plesiran ke sana.

Jepang memang tidak melarang tato. Namun Readers dilarang mempertontonkan tato di tempat umum. Larangan yang diberlakukan negara itu bertujuan mengurangi stigma negatif masyarakat terhadap Yakuza dan kelompok kriminal. 

Jika berani mempertontonkan tato di tubuh kita, Readers bisa saja menjadi sasaran dari kelompok kriminal lantaran dianggap musuh mereka. 

Jadi, hati-hati dalam berpakaian kalau sedang berada di Jepang. Usahakan menutup tato jika Readers memilikinya.

Hal lain yang perlu diketahui adalah jangan memberi tip pada layanan yang udah Readers dapatkan. Bayar saja sesuai bill-nya.

Di Jepang, Readers harus membatasi diri tidak makan dan minum di tempat umum. Apalagi sambil berjalan. Karena hal ini dianggap tidak sopan. Kalaupun makan atau minum di tempat umum, sebaiknya dilakukan di samping mesin penjual otomatis (vending machine). 

Kalau di Indonesia ngobrol seru sambil jalan atau via ponsel sebagai hal biasa, maka di Jepang sebaiknya dihindari. Kalaupun terpaksa harus berbicara sambil jangan, jangan keras-keras ya Readers.

Italia

Negara Mediterania ini kaya akan situs sejarah. Berkunjung ke Italia menjadi impian banyak orang. Yang perlu Readers perhatikan jika melancong ke Italia adalah memperhatikan busana yang Readers pakai.

Italia sangat menjunjung tinggi etika dalam berbusana. Pastikan untuk memakai pakaian yang sopan. Memakai baju sobek-sobek di Italia adalah larangan tidak tertulis.

Berbusana sopan wajib hukumnya jika berkunjung ke gereja atau situs-situs sejarah. Hindari memakai baju tanpa lengan atau bawahan di atas lutut. 

Sandal jepit hanya dipakai jika berada di pantai ya Readers. Untuk lainnya, pakai sepatu atau sepatu sandal. Berkeliaran dengan sandal jepit bagi masyatakat Italia sebagai pemandangan yang sangat aneh. 

Oh ya, di Italia orang yang mengundang atau mengajak makan di restoran adalah orang yang membayar. Yang Readers perlu ingat, orang yang membayar makanan harus menjadi yang pertama. Yang pertama duduk, yang pertama makan bahkan mereka yang pertama berdiri dari kursi ketika acara perjamuan rampung. Ini salah satu bentuk etika yang dipegang oleh orang Italia.

Bagaimana Readers, sudah siap melancong ke mana?.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: etika berbagai negaraetika ke luar negerimelancongplesirwisatawisata ke luar negeri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi hilal Ramadan 1447 H di langit Indonesia

Hilal Tak Terlihat di Indonesia, Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda Tanggal 1 Ramadan 1447 H

Ilustrasi Bea Cukai. foto: istimewa

Atur Jalur Impor di Kantor Bea Cukai

Pedagang bunga tabur di TPU Ngetal Trenggalek jelang Ramadan

Rezeki Nomplok Ramadan, Pedagang Bunga Tabur di Trenggalek Raup Omzet hingga Rp700 Ribu Sehari

  • Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

    Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In