Bacaini.id, BANGKALAN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bangkalan melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Bangkalan. Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Terpantau di lapangan, massa aksi bergerak dari dekat kampus UTM menuju gedung DPRD Bangkalan sekitar pukul 10.00 WIB. Sampai di depan gedung, mereka langsung melakukan orasi secara bergantian. Meski hujan, massa aksi terus berupaya merangsek masuk ke halaman gedung.
Ketegangan sempat terjadi antara pendemo dengan anggota DPRD. Mereka merasa aksinya tidak dihargai karena yang menemui mereka hanya dua orang dari jumlah keseluruhan 50 orang anggota dewan. Suasana semakin memanas, aksi saling dorong antara pendemo dan polisi tak terhindarkan.
“Kami minta semua anggota DPRD Bangkalan hadir ke sini untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, kondisi masyarakat lagi menjerit,” teriak Korlap Aksi, Agung Gumellar di depan kantor DPRD, Rabu, 31 Agustus 2022.
Dalam tuntutannya, massa aksi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi karena dinilai akan mengorbankan kondisi ekonomi masyarakat kecil dan pelaku UMKM. Apalagi, kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih paska pandemi Covid 19.
Massa aksi juga mendesak pemerintah untuk memperbaiki data dan sistem penyaluran BBM bersubsidi, sehingga tepat sasaran kepada masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UMKM. Selanjutnya tidak kalah penting untuk membatasi penerima manfaat BBM pada jenis kendaraan tertentu, seperti kendaraan roda dua, angkutan umum dan angkutan logistik.
“Pembatasan BBM bersubsidi ini harus disertai dengan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kebocoran penyaluran BBM bersubsidi ke sektor industri, pertambangan dan perkebunan,” bebernya.
Selain itu, mereka juga meminta agar pemerintah mencabut kebijakan kenaikan tarif dasar listrik. “Kami mendesak pemerintah untuk memberantas mafia di sektor migas dan pertambangan dengan melakukan penegakan hukum yang adil dan transparan dari hulu ke hilir,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad mengatakan bahwa lembaganya juga setuju dengan aspirasi mahasiswa HMI yang menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Bahkan dia juga mengaku akan menyampaikan atau meneruskan aspirasi massa aksi kepada pemerintah pusat dan DPR RI. “Kami akan sampaikan tuntutan masa aksi ke pemerintah pusat, dan juga akan menyatakan sikap ke media, menolak rencana kenaikan harga BBM,” pungkasnya.
Penulis: Rusdi
Editor: Novira