• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hari Pahlawan, Kyai Abbas Sulap Biji Kacang Jadi Tentara

ditulis oleh
10 November 2021 15:18
Durasi baca: 2 menit
Kyai Abbas Djamil pengasuh Ponpes Buntet, Cirebon. Foto: jabar.nu.or.id

Kyai Abbas Djamil pengasuh Ponpes Buntet, Cirebon. Foto: jabar.nu.or.id

Bacaini.id, KEDIRI – Peringatan Hari Pahlawan lekat dengan pertempuran arek-arek Surabaya dalam mengusir penjajah. Perlawanan sengit yang dikenal sebagai pertempuran 10 November itu melibatkan rakyat luas, termasuk pesantren.

Salah satu kisah heroik yang sulit diterima akal sehat adalah saat Kyai Abbas Djamil, pengasuh Pondok Pesantren Buntet, Cirebon yang menunjukkan kesaktiannya dalam pertempuran itu. Untuk mengimbangi kekuatan tentara Belanda yang menguasai Surabaya, Kyai Abbas mengerahkan puluhan prajurit bersenjata.

“Prajurit itu bukan manusia biasa, tetapi biji kacang hijau yang disulap menjadi tentara oleh Kyai Abbas,” terang Kyai Haji Reza Ahmad Zahid atau yang akrap disapa Gus Reza.

baca ini Ki Hajar Dewantara Tokoh Pers Selain Rohana Kudus

Putra pertama KH Imam Yahya Mahrus dan Hj. Zakiyah Miskiyah itu menceritakan kesaktian dan kehebatan Kyai Abbas dalam pertempuran 10 November silam. Dikisahkan Gus Reza, saat itu terjadi kesepakatan tiga orang kyai untuk mengusir penjajah. Mereka adalah Kyai Abdullah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban, Kyai Mahrus Aly dari Lirboyo Kediri, dan Kyai Abbas dari Cirebon.

Mereka bersepakat untuk mengerahkan para santri dari ponpes masing-masing di bawah komando Kyai Hasyim Asya’ari. Pembahasan rencana dan strategi dilakukan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Musyawarah yang dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1945 itu menunjuk Kyai Abbas Djamil sebagai Panglima Angkatan Laut. Sebab wilayah Surabaya berbatasan langsung dengan laut, sehingga penyerbuan bisa dilakukan dari segala penjuru.

Dalam perjalanan menuju Surabaya, Kyai Abbas meminta para santrinya untuk membawa butiran kacang hijau. Tanpa berani bertanya, mereka mengikuti perintah itu dan membawa butiran kacang hijau di saku masing-masing.

Tiba di Semarang, rombongan Kyai Abbas dan santrinya dihadang pasukan Belanda bersenjata lengkap. Bukannya panik, Kyai Abbas dengan tenang meminta beberapa butir kacang hijau dari santrinya. Sesaat kemudian kacang hijau itu dilempar ke depan rombongan.

Seketika itu juga butiran kacang hijau tersebut berubah wujud menjadi sosok tentara. Mereka bergerak cepat menyerang pasukan Belanda hingga kocar kacir. Rombongan itu pun bisa melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Kisah heroik itu sampai kini masih hidup dan dipercaya para santri di Cirebon. (HTW)

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: hari pahlawan
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Kisah Gus Maksum, Pendekar Rambut Api Dari Lirboyo - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Samanhudi Anwar duduk di rumahnya di Kota Blitar sambil berbincang mengenai politik dan KONI Kota Blitar

Samanhudi Anwar Never Give Up di Tengah Polemik KONI Kota Blitar

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In