• Login
Bacaini.id
Saturday, February 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hari Guru Sedunia, Pengajar di Kediri Nyambi Parkir dan Tukang Ojek

ditulis oleh
5 October 2020 18:53
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi guru. Foto: unsplash

Ilustrasi guru. Foto: unsplash

KEDIRI – Peringatan Hari Guru Sedunia yang jatuh hari ini, 5 Oktober 2020 berlangsung senyap. Sesenyap nasib guru berstatus honorer yang kerap luput dari perhatian pemerintah.

Gaji minimal dengan kerja maksimal seperti takdir guru hononer di Indonesia. Peringatan Hari Guru Sedunia yang didedikasikan untuk mereka tak mampu mengubah nasib pahlawan tanpa tanda jasa itu. “Tak sedikit dari kami yang nyambi jadi tukang parkir atau ojek untuk menyambung hidup,” kata Yusuf Bambang Argianto, pengurus Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (PGHRI) kepada Bacaini.id, Senin 5 Oktober 2020.

Yusuf mengisahkan, perjuangan guru tidak tetap di Kota Kediri untuk memperbaiki nasib masih jauh panggang dari api. Upaya untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil kandas setelah Peraturan Pemerintah No. 49 yang menyatakan tidak ada pengangkatan guru honorer menjadi PNS terbit.

Satu-satunya harapan untuk memperbaiki status adalah berharap pada PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Saat ini beberapa guru tidak tetap yang terjaring PPPK tahap 1 sudah mulai menerima SK. Yusuf berharap PPPK tahap 2 diprioritaskan untuk GTT dengan usia di atas 35 tahun. “Karena batas usia ikut tes CPNS adalah 35 tahun, yang berarti GTT usia di bawahnya lebih berpeluang,” harap Yusuf.

Lebih jauh guru SDN Setono Pande Kota Kediri ini mengisahkan, masih banyak rekan-rekannya yang berjibaku memenuhi kebutuhan keluarga. Dia sendiri sudah mengabdi selama 11 tahun dengan status honorer. Selain Yusuf, ada guru honorer lainnya yang menyandang status sama selama 40 tahun.

Status tersebut secara langsung berdampak pada pendapatan mereka setiap bulan. Alhasil, untuk menutupi kekurangan itu, tak jarang guru honorer di Kediri yang terpaksa nyambi jadi tukang parkir dan tukang ojek. Beberapa guru yang bernasib mujur bisa mengajar les di lembaga bimbingan atau privat. “Namun kesempatan memberi les saat ini juga tertutup karena pandemi,” keluh Yusuf.

Meski mengeluhkan sikap pemerintah yang tak kunjung mengangkat derajat mereka, namun Yusuf mengaku sangat mencintai profesinya. Para guru honorer ini bahkan sudah memiliki keterikatan dengan murid mereka. Terlebih bagi guru sekolah dasar yang berperan penting membentuk pondasi dan karakter anak.

“Saya yakin pemerintah akan terus melakukan perbaikan. Tanpa adanya guru, pendidikan akan lumpuh,” pungkas Yusuf. (Novira Kharisma)

 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: guru honorerhari guru seduniaPGHRI
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Program rumah subsidi. Foto: istimewa

650.000 Nasabah PNM Mekaar di Lampung Berpeluang Akses Program Rumah Subsidi

Peserta BPJS PBI JK di Tulungagung mengurus reaktivasi kepesertaan setelah dinonaktifkan Februari 2026

18 Ribu Peserta BPJS PBI Tulungagung Mendadak Nonaktif, Baru 77 Orang Ajukan Reaktivasi

Suasana belanja takjil saat Ramadan

Mengapa Pengeluaran Ramadan Justru Naik? Ini Penjelasan Inflasi Musiman dan Efek THR

  • Ilustrasi penggeledahan toko emas oleh Bareskrim. Foto: bacaini/AI

    Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In