• Login
  • Register
Bacaini.id
Sunday, August 31, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Harga Kedelai Mahal, Pembuat Tahu Tempe di Jombang Kelabakan

ditulis oleh redaksi
05/01/2021
Durasi baca: 2 menit
555 6
0
Harga Kedelai Mahal, Pembuat Tahu Tempe di Jombang Kelabakan

Pekerja pabrik tahu membersihkan alat-alat tahu (Foto:bacaini.id/Syailendra)

JOMBANG – Perajin tahu dan tempe di Kabupaten Jombang harus memutar otaknya untuk bisa bertahan di tengah hantaman kenaikan harga kedelai. Sebagian memilih menghentikan usahanya sebagian mensiasati dengan mengurangi bentuk ukuran.

Seperti salah satu pengrajin sekaligus penjual tahu, Sudirman, warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro ini contohnya, ia memilih menutup sementara usahanya. Menurutnya kenaikan harga kedelai mencapai Rp 9.300 rupiah perkilogram membuat usahanya tidak bisa mengambil untung sama sekali. “Daripada rugi kita terpaksa menghentikan usaha sementara sampai harga stabil lagi,” ujarnya kepada Bacaini.id.

Dia mengatakan, usaha yang ditekuninya sejak lama ini telah berhenti beroperasi sementara sejak empat hari yang lalu. Pada saat normal dan beroperasi, sebanyak 20 pekerja menggantungkan penghasilannya dari usaha tahu ini. Setiap hari home industry ini  memproses 1,5 ton kedelai menjadi tahu siap dipasarkan. 

Karena tidak ingin puluhan pekerjanya kehilangan penghasilan Sudirman mengaku akan kembali menjalankan pabrik tahu miliknya, meskipun harga kedelai belum turun. Hanya saja agar kerugiannya tidak terlalu besar, ukuran tahu  akan dikurangi. Jika sebelumnya dari 65 potong setiap cetakan menjadi 70 potong setiap cetakan. “Yang penting ini jalan dulu,” katanya.

Tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Sudirman. Yunus salah satu perajin tempe asal Diwek, Jombang, memilih tetap melanjutkan usahanya karena tidak ada pekerjaan lain selain memproduksi tempe. Untuk mensiasatinya dirinya juga memperkecil ukuran tempe dari ukuran harga normal. “Caranya yang memang diperkecil sedikit ukurannya,” ucapnya.

Terkait komplain dari para pelanggan, Yunus memastikan para langganannya mengerti kondisi kenaikan harga kedelai import yang tinggi. Sehingga mereka tidak menunda membeli tempe meskipun ukurannya agak berbeda.

Lebih lanjut Yunus berharap pemerintah mengerti kondisi para perajin tempe dan tahu. Sebab jika harga kedelai tetap tinggi, sedangkan harga pasar tidak bisa dinaikkan banyak perajin makanan dengan bahan baku kedelai akan gulung tikar. Perajin minta agar pemerintah segera turun tangan untuk menurunkan harga kedelai pada harga yang normal. 

“Semoga badai kenaikan harga ini bisa segera teratasi dan tidak menyebabkan perajin kelimpungan,” pungkasnya.

Penulis : Syailendra
Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Kedelai Impor naikTahutempe
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

aksi massa di mapolres Blitar Kota ricuh

Huru-hara Aksi Massa di Blitar Ambyar Dilawan Warga

Demonstrasi: Cinta dan Pendidikan Bagi Penguasa

Demonstrasi: Cinta dan Pendidikan Bagi Penguasa

Kerusuhan Meluas, Kantor Samsat Kabupaten Kediri Dibakar

Kerusuhan Meluas, Kantor Samsat Kabupaten Kediri Dibakar

  • Bupati Blitar merayakan puncak hari jadi yang dibayangi isu gratifikasi

    Isu Gratifikasi Membayangi Puncak Hari Jadi Blitar

    2889 shares
    Share 1156 Tweet 722
  • Kronologi Diduga Mobil Wabup Blitar Tanpa Nopol Lepas Kendali

    721 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Huru-hara Aksi Massa di Blitar Ambyar Dilawan Warga

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Kejujuran Polisi Blitar di Penanganan Mobil Wabup Beky Diuji

    607 shares
    Share 243 Tweet 152
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    15526 shares
    Share 6210 Tweet 3882

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist


Warning: array_sum() expects parameter 1 to be array, null given in /www/wwwroot/Bacaini/wp-content/plugins/jnews-social-share/class.jnews-social-background-process.php on line 112