Bacaini.ID, KEDIRI – GERD dikait-kaitkan warganet dengan meninggalnya selebgram Lula Lahfah yang diketahui memiliki riwayat sakit. Katanya Gerd bisa mematikan.
Sakit GERD yang dialami Lula dituduh sebagai biang kematian dan menjadi polemik di media sosial (medsos).
Beberapa influencer yang berprofesi sebagai dokter maupun tenaga medis berpendapat GERD tidak mengakibatkan kematian.
Namun surat kematian Lula Lahfah yang beredar di media sosial menyebut kematian karena henti jantung, dan itu menimbulkan salah persepsi masyarakat awam.
Sebagian besar warganet menganggap, GERD bisa menimbulkan serangan jantung karena asam lambung yang naik, yang mengakibatkan nyeri dan sesak di dada. Namun fakta medis berkata lain.
Baca Juga: Kematian Lula Lahfah Diselimuti Isu Miring, Polisi Tegaskan Penyebabnya
Mengenal GERD, Gejala, Sebab dan Penanganannya
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung adalah kondisi kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (refluks), yang menyebabkan iritasi pada lapisan saluran tersebut.
Berbeda dengan Maag (Gastritis), meskipun mirip dan seringkali dianggap sama, dua penyakit ini memiliki perbedaan mendasar pada lokasi gangguan dan sensasi yang dirasakan.
Secara medis, maag adalah peradangan di lambung, sedangkan GERD adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan.
• Gejala Umum GERD
Heartburn: Sensasi terbakar di dada, biasanya setelah makan atau saat berbaring.
Regurgitasi: Makanan atau cairan asam terasa naik ke kerongkongan atau mulut.
Nyeri Dada: Rasa tidak nyaman yang terkadang mirip dengan gejala serangan jantung.
Kesulitan Menelan (Disfagia): Terasa ada benjolan di tenggorokan. Batuk Kering Kronis atau suara serak.
• Penyebab Utama GERD
GERD terjadi karena melemahnya katup otot, sfingter esofagus bawah, yang seharusnya mencegah makanan di lambung naik kembali ke atas.
Hal ini bisa dipicu oleh kelebihan berat badan (obesitas), kehamilan, merokok atau menghirup asap rokok, konsumsi makanan tertentu (lemak, pedas, cokelat, kafein, alkohol).
• Penanganan dan Pengobatan
Dikutip dari Granostic Diagnostic Center, mengatasi GERD bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut.
Perubahan gaya hidup yakni menghindari makan dalam porsi besar, tidak langsung berbaring setelah makan, dan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
Melalui obat-obatan, yakni penggunaan antasida, penghambat reseptor H2, atau Proton Pump Inhibitors (PPI) seperti omeprazole. Semua bisa diperoleh dengan resep dokter.
Melalui tindakan medis, yakni jika obat-obatan tidak membantu, prosedur bedah mungkin diperlukan untuk memperkuat katup esofagus.
GERD Tidak Sebabkan Kematian, Namun Berbahaya Jika Ada Komplikasi
Menurut penelitian medis, GERD tidak langsung menyebabkan kematian, namun jika dibiarkan dan tidak diobati, bisa menimbulkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.
Ancaman jiwa itu di antaranya kanker esofagus, perdarahan parah, atau pneumonia aspirasi (infeksi paru akibat asam lambung masuk ke paru-paru).
Gejala GERD yang mirip serangan jantung sering disalahartikan. Padahal GERD tidak memengaruhi jantung secara langsung meskipun stres akibat GERD bisa memicu palpitasi.
Apa itu? Sensasi jantung berdebar, jantung terasa berdetak terlalu cepat, terlalu kuat, atau dengan irama yang tidak beraturan yang bisa dirasakan di area dada, leher, hingga tenggorokan.
Komplikasi GERD yang dianggap berbahaya secara medis di antaranya:
• Kanker Esofagus: Peradangan kronis pada kerongkongan bisa mengubah sel-selnya menjadi sel prakanker (Barrett’s Esophagus).
• Pneumonia Aspirasi: Asam lambung naik ke paru-paru bisa menyebabkan infeksi dan peradangan.
• Esofagitis Berat dan Perdarahan: Peradangan parah dan luka pada kerongkongan bisa menyebabkan perdarahan.
• Perforasi Ulkus: Lubang pada lambung akibat luka yang parah.
Jadi, meskipun GERD tidak menjadi sebab kematian seseorang, komplikasi yang menyertainya bisa membuat seseorang kehilangan nyawa.
Beda Nyeri Dada Akibat GERD dan Sakit Jantung
Sama-sama memiliki gejala nyeri dada, namun GERD dan sakit jantung memiliki perbedaan yang signifikan. Berikut perbedaan nyeri dada pada GERD dan sakit jantung:
• Karakteristik dan Sensasi Nyeri
GERD biasanya dirasakan sebagai sensasi terbakar (heartburn) yang tajam, bermula dari belakang tulang dada dan bergerak naik ke leher atau tenggorokan.
Sedangkan pada penyakit jantung, terasa seperti tekanan berat, diremas, atau ditindih benda sangat berat di dada.
• Lokasi dan Penjalaran
Pada GERD, nyeri cenderung terlokalisasi di ulu hati atau area dada tengah dan jarang menjalar jauh. Penyakit Jantung: Nyeri sering menjalar ke bahu kiri, lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung atau belikat kiri.
• Pemicu dan Durasi Nyeri
GERD dipicu oleh makanan, terutama setelah makan besar, berbaring segera setelah makan, atau membungkuk. Nyeri bisa berlangsung lama, bahkan berhari-hari.
Pada penyakit jantung, seringkali dipicu oleh aktivitas fisik atau stres emosional dan membaik dengan istirahat. Durasi nyeri tipikal serangan jantung biasanya berlangsung lebih dari 15–20 menit.
• Gejala Penyerta
GERD sering disertai mulut terasa pahit atau asam (regurgitasi), kembung, sering sendawa, dan nyeri ulu hati.
Sementara penyakit jantung disertai keringat dingin, sesak napas yang progresif, mual atau muntah, pusing, hingga lemas atau pingsan.
Jika merasakan nyeri dada dan ragu apakah akibat GERD atau penyakit jantung, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





