• Login
Bacaini.id
Monday, February 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gaya Politik Bung Hatta yang Gegerkan Tentara

ditulis oleh Editor
9 August 2025 19:53
Durasi baca: 3 menit
Bung Hatta keluarkan kebijakan ReRa yang menggegerkan tentara Indonesia

Gaya politik Bung Hatta menggegerkan tentara Indonesia (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Pemerintah Indonesia melakukan kebijakan demobilisasi (membebastugaskan) tentara secara besar-besaran.

Hingga bulan Juni 1948, sebanyak 60.000 tentara dibebastugaskan. Berikutnya segera menyusul 40.000 tentara.

Mereka kebanyakan berasal dari laskar-laskar, tentara rakyat yang lahir pada masa perjuangan kemerdekaan. Termasuk di antaranya Hizbullah.

Sebagian besar usai bertempur hidup dan mati pada 10 November 1945 di Surabaya. Mereka yang selamat dari gempuran pasukan Sekutu.

Perdana Menteri Mohammad Hatta merangkap Menteri Pertahanan menamakan kebijakan demobilisasi di tubuh TNI ini dengan program ReRa: Reorganisasi dan Rasionalisasi.

Program ReRa didasarkan pada Perpres No 9 dan No 14 tahun 1948 dan harus dilaksanakan.

“Dengan memperkecil angkatan perang, kemudian menyusunnya (melalui reorganisasi tentara), Hatta percaya bahwa efektivitas mereka akan bertambah. Prinsip people’s defence tetap dijalankan,” demikian dikutip dari buku Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (1997).

Di mata Bung Hatta jumlah tentara yang dimiliki republik terlalu besar. Jumlah yang tidak efektif sekaligus jadi beban keuangan negara.

Hatta mengembalikan mereka yang terkena program ReRa pada pekerjaan lamanya. Yang sebelumnya guru kembali mengajar.

Yang sebelumnya kerja di bidang swasta diminta menekuni pekerjaan lamanya.

Hatta memasrahkan ribuan bekas tentara itu kepada Kementerian Pembangunan dan Pemuda untuk dikembalikan ke desa.  

Hatta melihat ada ribuan desa di Indonesia yang bisa menampung 10 orang per desa. Mereka bisa menjadi penjaga keamanan desa.

Juga bisa bertani, menanam singkong, membangun saluran irigasi atau mendirikan tiang listrik. “Mengembalikan seratus ribu orang ke dalam masyarakat desa”.

Pemerintah Indonesia memberikan uang ganti jabatan kepada para bekas tentara yang terkena program ReRa sebesar 3 bulan gaji.

Hatta juga meringkas struktur komando militer hanya menjadi dua: Jawa dan Sumatera. Kemudian juga banyak menempatkan tentara sebagai pasukan cadangan.

Penolakan ReRa

Perlawanan terhadap program ReRa datang dari laskar Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia pimpinan Bung Tomo.

Perlawanan pecah di Solo Jawa Tengah. Mereka tegas menyatakan menolak ReRa. Perlawanan berhasil dipadamkan oleh pasukan Tentara Pelajar yang dikenal paling disiplin dan dihormati.

“Pertempuran mengepung barak-barak mereka terjadi di Solo. Setelah dua hari Tentara Pelajar berhasil melucuti mereka,” seperti dikutip dari Sejarah TNI Kodam VII Diponegoro.

Perlawanan program ReRa Hatta juga ditunjukkan kelompok FDR (Front Demokrasi Rakyat). Mereka merasa habis manis sepah dibuang.

Program ReRa dituding upaya memperlemah tentara dan rakyat. Pada 18 September 1948, FDR bersama PKI melakukan pemberontakan di Madiun.

Hatta tetap tidak mengubah pendiriannya. Program ReRa harus ditegakkan. Laskar-laskar yang merusak nama tentara harus dibersihkan.

Para oknum perwira laskar tentara yang menyalahgunakan jabatan juga dibersihkan.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Bung Hattagaya politik bung hattagaya-politikReratentaraTNI
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pra‑Musim MotoGP 2026 Resmi Dimulai, Semua Gaspol Mulai Februari!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In