Bacaini.ID, KEDIRI – Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand sempat membuat penonton frustasi menanti gol. Selama lebih dari 80 menit, Stadion Utama Gelora Bung Karno menyaksikan pertandingan yang ketat, hati-hati, sekaligus tegang karena peluang bersih tak kunjung datang.
Hingga akhirnya menit ke-84 tiba. Dean James melepaskan tendangan bebas dari sisi kotak penalti. Bola mengenai Iklas Sanron sebelum berubah arah dan meluncur melewati kiper Thailand, Saranon Anuin. Indonesia unggul 1-0.
Tiga menit kemudian, Thailand membalas. Umpan silang Seksan Ratree disambut Iklas Sanron dengan tendangan voli di tiang jauh. Bola masuk. Skor menjadi 1-1 dan pertandingan yang sebelumnya seperti berjalan dalam rem mendadak berubah menjadi laga yang sama sekali berbeda. Dari sinilah final benar-benar hidup.
Menariknya, gol-gol tersebut datang ketika Thailand sudah bermain dengan 10 pemain. Nicholas Mickelson menerima dua kartu kuning dalam rentang lima menit dan harus meninggalkan lapangan. Secara jumlah pemain, Indonesia seharusnya memiliki keuntungan.
Tentu bukan sepak bola jika semuanya berjalan sesuai hitungan. Thailand bertahan, menunggu kesempatan, lalu menyerang ketika ruang terbuka. Indonesia tetap berusaha mengambil kendali permainan, tetapi keunggulan jumlah pemain tidak serta-merta berubah menjadi keunggulan skor.
Pertandingan pun masuk babak tambahan dan drama belum selesai. Pada menit ke-111, justru Thailand yang berbalik unggul. Anan Yodsangwal merebut bola dari Elkan Baggott dan mengirimkannya kepada Peeradol Chamrasamee. Tanpa banyak membuang waktu, Peeradol melepaskan tembakan yang menaklukkan Emil Audero. Indonesia tertinggal 1-2. Thailand, yang bermain dengan sepuluh orang, hanya membutuhkan beberapa menit lagi untuk membawa keunggulan itu sampai akhir pertandingan.
Tetapi Elkan Baggott belum selesai. Lima menit setelah Thailand mencetak gol, Baggott menyamakan kedudukan. Tembakannya membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang. Skor 2-2 dan tidak ada gol lagi sampai 120 menit.
Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugasnya. Di kubu Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal menaklukkan Emil Audero. Indonesia menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup.
Laga Hidup Setelah menit ke-84
Dean James mencetak gol pada menit ke-84. Iklas Sanron membalas tiga menit kemudian. Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul pada menit ke-111. Lima menit setelahnya, Baggott menyamakan kedudukan.
Dengan kata lain, setelah 83 menit pertandingan tanpa gol, penonton justru mendapatkan empat gol dalam 32 menit terakhir. Itulah yang membuat final ini terasa seperti dua pertandingan yang berbeda.
Pertandingan pertama berlangsung selama 83 menit: ketat, berhati-hati dan minim peluang bersih.
Pertandingan kedua dimulai pada menit ke-84: gol, kartu merah, kejar-kejaran skor, extra time, comeback dan akhirnya adu penalti.
Thailand sebenarnya sudah memperlihatkan sejak awal bagaimana mereka ingin bermain. FIFA mencatat Thailand lebih banyak menunggu dan mengandalkan transisi, sementara Indonesia lebih berani mengambil inisiatif ketika menguasai bola. Namun selama satu jam pertama, peluang bersih memang sulit tercipta.
Mungkin karena itu pula satu gol pertama terasa seperti membuka pintu yang selama 83 menit tertutup rapat. Setelah pintu itu terbuka, semuanya terjadi hampir bersamaan.
Thailand menyamakan skor hanya tiga menit setelah Indonesia unggul. Ketika pertandingan memasuki extra time, Thailand bahkan mampu berbalik memimpin meski bermain dengan sepuluh orang. Indonesia kemudian menemukan gol penyama hanya enam menit setelah tertinggal.
Ada satu pelajaran kecil dari pertandingan ini: dalam sepak bola, dominasi tidak selalu berarti pertandingan berjalan sesuai keinginan.
Sebuah tendangan bebas yang berubah arah karena mengenai pemain lawan bisa mengubah suasana stadion. Sebuah kesalahan kehilangan bola bisa membuat tim yang sedang bertahan justru mencetak gol. Dan sebuah bola yang membentur mistar bisa menentukan apakah sebuah final berakhir sebagai kekalahan atau berlanjut ke adu penalti.
Indonesia akhirnya mendapatkan trofi. Final Indonesia-Thailand baru benar-benar hidup setelah menit ke-84.(htw/edt)




