• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Efek Sound Horeg Berisiko Sebabkan Tuli Permanen

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
27 July 2025 05:00
Durasi baca: 2 menit
Efek sound horeg bisa sebabkan tuli permanen (foto ilustrasi/Pinterest)

Efek sound horeg bisa sebabkan tuli permanen (foto ilustrasi/Pinterest)

Bacaini.ID, BLITAR – Gelegar suara sound horeg dengan kekuatan di atas 85 desibel mengancam indra pendengaran.

Paparan yang berlangsung terus menerus berisiko menyebabkan kerusakan permanen atau tuli permanen.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Christine Indrawati batas aman suara bagi pendengaran manusia adalah 85 desibel.

“Kalau lebih dari itu ada potensi gangguan,” ujar Christine Indrawati kepada wartawan Sabtu (26/7/2025).

Sound horeg tengah menjadi polemik. Bukan hanya gelegar suaranya yang mencapai 130 desibel. Hiburan yang menyertai sound horeg juga jadi permasalahan.

MUI Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa haram sound horeg. Menyusul fatwa haram, Polda Jawa Timur juga mengeluarkan larangan.

Christine menyebut tuli permanen jadi ancaman yang serius. Terutama bagi mereka yang terpapar gelegar suara sound horeg dengan intensitas tinggi.

Christine menjelaskan bagian tengah organ pendengaran (telinga) yang terdiri dari 3 tulang: maleus (tulang martil), incus (tulang landasan) dan stapes (tulang sanggurdi).

Fungsi ketiga tulang menyalurkan getaran suara dari gendang telinga ke bagian dalam. Ancaman tuli permanen akan terjadi jika terpapar suara melebihi batas terus menerus.

Pada jangka pendek fungsi pendengaran akan berkurang. “Dari yang kami deteksi umumnya penurunan pendengaran ringan sampai sedang,” terang Christine.

Menurut Christine, jangankan gelegar suara sound horeg. Petugas kesehatan yang terpapar suara terus menerus alat medis dalam jangka panjang juga berisiko mengalami gangguan pendengaran.

Padahal suara yang terdengar cenderung di bawah 85 desibel. Karenanya dinas kesehatan mengimbau masyarakat mewaspadai gelegar suara sound horeg.

“Terpapar lebih dari 4 jam dengan volume tinggi bisa merusak tulang pendengaran,” pungkasnya.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: efek sound horegfatwa haram sound horegMUI Jawa Timurrisiko sound horegsound horegtuli permanen
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Pemkab Banyuwangi Keluarkan Aturan Sound Horeg Untuk Agustusan - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

Ilustrasi suasana Kediri di malam hari.

Kediri, Kopi dan Malam yang Tak Lagi Sepi

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In